Kompas.com - 12/05/2020, 12:35 WIB
Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020). Dok. BNPBKetua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat memberikan keterangan di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meminta masyarakat dapat menyesuaikan pola hidup guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Hal itu dilakukan sebagai upaya saat vaksin Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona, belum ditemukan.

"Kita harus menyesuaikan diri dalam pola hidup kita agar bisa memutus mata rantai dan bisa beraktivitas seperti biasanya," ujar Wiku dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: Sambil Menunggu Vaksin Covid-19, Indonesia Diminta Tingkatkan Diplomasi

Wiku menyatakan, semua masyarakat kini bisa berhadapan dengan virus corona seiring belum ditemukannya vaksin tersebut.

Sebagai antisipasinya, masyarakat juga diminta tetap disiplin dan waspada terhadap virus tersebut.

"Tapi prinsip yang utama adalah harus bisa menyesuaikan pola hidup," kata Wiku.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara normal, kata dia, semua harus beradaptasi baik beraktivitas sosial, bekerja, hingga harus mengurangi kontak fisik dengan orang.

Baca juga: Negara Berkembang Diprediksi Sulit Mendapatkan Vaksin Covid-19

Menurut dia, upaya itu merupakan langkah memperbaiki kehidupan dan perilaku di tengah pandemi.

"Transformasi ini adalah untuk menata kehidupan dan perilaku baru ketika pandemi yang kemudian akan dibawa terus kedepannya sampai ditemukannya vaksi Covid-19." kata Wiku.

Diberitakan, penelitian pengembangan vaksin virus corona yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan kini telah memasuki uji klinis.

Akan tetapi, Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) telah memperingatkan bahwa kecil kemungkinan untuk memiliki vaksin tersebut sebelum akhir 2021.

Baca juga: Belum Ada Vaksin Covid-19, Pemerintah Didesak Optimalisasi PSBB

Pengembangan dan distribusi massal vaksin secara luas dipandang sebagai cara yang paling mungkin untuk mengendalikan Covid-19.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.