Dampak Covid-19, Pemerintah Prediksi Jumlah Penduduk Miskin Meningkat Jadi 12 Persen

Kompas.com - 08/05/2020, 17:12 WIB
Warga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada Maret 2019 adalah 3,47 persen atau sebesar 365,55 ribu orang. Saat ini pemerintah DKI Jakarta melakukan pilot project di beberapa wilayah dengan mengutamakan program KJP, Kesehatan, dan Pendidikan yang ditargetkan dapat mengurangi kemiskinan. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga beraktivitas di pemukiman padat penduduk di bantaran Sungai Ciliwung, Manggarai, Jakarta, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, persentase penduduk miskin DKI Jakarta pada Maret 2019 adalah 3,47 persen atau sebesar 365,55 ribu orang. Saat ini pemerintah DKI Jakarta melakukan pilot project di beberapa wilayah dengan mengutamakan program KJP, Kesehatan, dan Pendidikan yang ditargetkan dapat mengurangi kemiskinan.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kemungkinan jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 10 hingga 12 persen karena pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kalau perkiraan atau proyeksi, akan ada kenaikan (menjadi) 10 hingga 12 persen," kata Muhadjir dalam video conference dari Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Menko PMK: Banyak Penduduk yang Miskin Kagetan akibat Covid-19

Adapun data terakhir Badan Pusat Statistik pada September 2019 menunjukkan jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 24,97 juta orang atau 9,22 persen.

Artinya, diperkirakan akan ada kenaikan 1 sampai 3 persen.

"Mereka adalah penduduk kita yang sebelumnya tidak miskin, namun sekarang jatuh miskin. Atau yang saya sebut miskin kagetan akibat dampak dari Covid-19," ucap Muhadjir.

Baca juga: Akibat Corona, Jumlah Penduduk Miskin RI Bisa Capai 37,9 Juta Orang

Muhadjir menyebut, meningkatnya jumlah warga miskin ini karena banyaknya masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat penerapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar di sejumlah daerah.

Ia pun memastikan saat ini pemerintah terus mendata kelompok masyarakat tersebut untuk turut dimasukkan dalam penerima bantuan sosial.

"Kita sedang dalam proses menghimpun data-data langsung dari bawah melalui RT RW untuk kita himpun dan kita olah menjadi bagian dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," tutur dia.

Baca juga: Menko PMK Sebut Banyak Masyarakat Mendadak Miskin Gara-gara Covid-19

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X