Masker Bedah dan N95 Diprediksi Kembali Langka jelang Puncak Kemarau

Kompas.com - 08/05/2020, 17:10 WIB
Ilustrasi masker. Image by Robert Pastryk from Pixabay.Ilustrasi masker.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Wiendra Waworuntu memprediksi, kelangkaan masker bedah dan N95 akan kembali terjadi jelang puncak kemarau tahun ini.

Pasalnya, puncak kemarau bisa menyebabkan pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak karhutla pun akan lebih membutuhkan masker.

Padahal, saat ini masker sangat dibutuhkan petugas medis dalam menghadapi pasien Covid-19, sehingga ketersediannya masih terbatas.

Baca juga: PSBB Jabar Banyak Dilanggar, Pedagang dan Pejalan Kaki Enggan Kenakan Masker

"Asap itu kan (butuh masker) N95, tapi sekarang di masa Covid hanya untuk petugas. Masker bedah juga untuk petugas," kata Wiendra dalam konferensi pers online bersama BNPB, Jumat (8/5/2020).

"Ini akan terjadi kelangkaan," lanjutnya.

Sebagaimana yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus.

Sementara itu, kata Wiendra, pandemi Covid-19 saat ini masih belum mencapai puncaknya.

Oleh karenanya, bukan tidak mungkin jika ke depan masker menjadi kembali langka karena puncak Covid-19 dan karhutla.

Baca juga: Tanpa Masker, Kemungkinan Pasien Covid-19 Tularkan Orang Lain 75 Persen

"Akan banyak yang menggunakan masker sementara seluru dunia juga berebut masker," kata Wiendra.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X