363 WNI Pemegang Visa Jangka Pendek Belum Dapat Kembali ke Tanah Air

Kompas.com - 06/05/2020, 19:56 WIB
Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah KemluPlt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang melanda sejumlah negara turut membuat warga negara Indonesia ( WNI) yang memegang visa jangka pendek sulit untuk kembali ke Tanah Air.

Sebab, sejumlah negara telah memberlakukan kebijakan untuk memperketat akses penerbangan dari dan menuju negara mereka guna mencegah penyebaran yang lebih luas.

Baca juga: Kemlu: 705 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 344 Orang Sembuh

Kementerian Luar Negeri mencatat, setidaknya ada 1.160 WNI yang memegang visa jangka pendek dan tertunda kepulangannya dari luar negeri.

"Dari angka tersebut, 797 orang sudah kembali ke Indonesia dan 363 orang belum kembali ke Indonesia," kata Plt Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah saat menyampaikan keterangan di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

Ia mengatajan, perwakilan Indonesia di luar negeri terus berupaya untuk membantu proses pemulangan para WNI non-residence ke Tanah Air.

"Dengan demikian, terdapat 363 orang yang masih harus kita fasilitasi kepulangannya ke Tanah Air," ujar dia. 

Baca juga: UPDATE: 703 WNI Positif Covid-19 di Luar Negari, 314 Sembuh

Untuk diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, saat ini sudah lebih dari 215 negara yang memiliki kasus positif Covid-19.

Adapun jumlah kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 3.517.345 orang. Amerika Serikat masih menjadi negara dengan angka kasus terkonfirmasi tertinggi yakni sebanyak 1.154.985 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fraksi PKS Minta Perpres Soal Investasi Miras Dibatalkan, Dinilai Cederai Nilai Pancasila

Fraksi PKS Minta Perpres Soal Investasi Miras Dibatalkan, Dinilai Cederai Nilai Pancasila

Nasional
Video Beredar di Medsos, Jhoni Allen Tuding SBY Tak Berkeringat Dirikan Demokrat

Video Beredar di Medsos, Jhoni Allen Tuding SBY Tak Berkeringat Dirikan Demokrat

Nasional
Proteksi Penyebaran Covid-19, Mendagri Ingatkan Petugas Damkar Tetap Patuhi Prokes

Proteksi Penyebaran Covid-19, Mendagri Ingatkan Petugas Damkar Tetap Patuhi Prokes

Nasional
Dewan Juri BHACA 2017 Usul Pencabutan Penghargaan untuk Nurdin Abdullah

Dewan Juri BHACA 2017 Usul Pencabutan Penghargaan untuk Nurdin Abdullah

Nasional
Menpan RB: Total Kebutuhan ASN untuk 2021 Sebanyak 1,3 Juta Orang

Menpan RB: Total Kebutuhan ASN untuk 2021 Sebanyak 1,3 Juta Orang

Nasional
Wacana Revisi UU ITE, Gerindra: Yang Perlu Dihapus Itu 'Karet'-nya, Bukan Pasalnya

Wacana Revisi UU ITE, Gerindra: Yang Perlu Dihapus Itu "Karet"-nya, Bukan Pasalnya

Nasional
Soal Vaksinasi Mandiri, IDI Minta Pemerintah Perhatikan Pekerja yang Bukan Karyawan

Soal Vaksinasi Mandiri, IDI Minta Pemerintah Perhatikan Pekerja yang Bukan Karyawan

Nasional
Tak Menyangka Nurdin Abdullah Tersangka, PAN: Dia Memiliki Visi dan Integritas saat Pimpin Bantaeng

Tak Menyangka Nurdin Abdullah Tersangka, PAN: Dia Memiliki Visi dan Integritas saat Pimpin Bantaeng

Nasional
Pandemi, Mendagri Minta Petugas Pemadam Kebakaran Beradaptasi Saat Bertugas

Pandemi, Mendagri Minta Petugas Pemadam Kebakaran Beradaptasi Saat Bertugas

Nasional
Nurdin Abdullah Tersangka KPK, Ini Sikap PKS selaku Partai Pengusung

Nurdin Abdullah Tersangka KPK, Ini Sikap PKS selaku Partai Pengusung

Nasional
Tim Kajian UU ITE Minta Pendapat Dandhy Laksono, Ahmad Dhani, hingga Bintang Emon

Tim Kajian UU ITE Minta Pendapat Dandhy Laksono, Ahmad Dhani, hingga Bintang Emon

Nasional
Ahmad Syaikhu Ingatkan Kader Susun Program yang Berdampak pada Capaian Kemenangan Elektoral

Ahmad Syaikhu Ingatkan Kader Susun Program yang Berdampak pada Capaian Kemenangan Elektoral

Nasional
Usai Meresmikan, Jokowi Langsung Mencoba KRL Lintas Yogya-Solo

Usai Meresmikan, Jokowi Langsung Mencoba KRL Lintas Yogya-Solo

Nasional
 Jokowi Ingin Seluruh Transportasi Massal di Indonesia Ramah Lingkungan

Jokowi Ingin Seluruh Transportasi Massal di Indonesia Ramah Lingkungan

Nasional
Singgung Kerumunan di NTT, Presiden PKS: Keselamatan Rakyat Tampak Tak Jadi Prioritas Utama

Singgung Kerumunan di NTT, Presiden PKS: Keselamatan Rakyat Tampak Tak Jadi Prioritas Utama

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X