Hingga 5 Mei, Total 30.193 Kendaraan Disuruh Putar Balik karena Nekat Mudik

Kompas.com - 06/05/2020, 12:00 WIB
Nampak mobil yang berisi pemudik diputar balik ke daerah asal saat terjaring dalam operasi gabungan di titik check point Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, Selasa (5/5/2020) siang. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWINampak mobil yang berisi pemudik diputar balik ke daerah asal saat terjaring dalam operasi gabungan di titik check point Jalan Basuki Rahmat, Kota Madiun, Selasa (5/5/2020) siang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Total kendaraan yang diminta putar balik karena masih nekat mudik berjumlah 30.193 kendaraan hingga Selasa (5/5/2020).

“Hingga hari ke-12 Operasi Ketupat 2020, total keseluruhan kendaraan pemudik yang diputar balik 30.193 kendaraan,” kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Benyamin ketika dihubungi Kompas.com, Rabu (6/5/2020).

Rinciannya, sebanyak 12.537 kendaraan di antaranya mengarah keluar wilayah Jabodetabek.

Kemudian, sebanyak 6.015 kendaraan yang nekat mudik bertolak dari Jawa Timur, 4.179 kendaraan dari Jawa Barat, 3.620 kendaraan dari Banten.

Baca juga: Nekat Mudik ke Madiun, Ratusan Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

Pemulangan kendaraan yang nekat mudik tersebut juga dilakukan oleh Polda Jawa Tengah (2.170 kendaraan), Polda Lampung (818 kendaraan), dan Polda DIY (314 kendaraan).

Pada hari ke-12, Korlantas Polri mencatat penurunan jumlah kendaraan yang cukup signifikan dibanding hari sebelumnya.

Total 2.100 kendaraan pemudik yang dipulangkan pada Selasa kemarin. Jika dibandingkan dengan data pada Senin (4/5/2020) kemarin, sebanyak 2.365 kendaraan pemudik yang disuruh berputar arah.

Mayoritas kendaraan yang dipulangkan masih didominasi oleh kendaraan pribadi.

Baca juga: Kendaraan dari Jadetabek Paling Banyak yang Diminta Putar Balik

“Total pada hari ke-12, sebanyak 1.008 kendaraan pribadi, 362 kendaraan umum, 730 sepeda motor sehingga jumlahnya 2.100 kendaraan,” ujar Benyamin.

Diberitakan, pemerintah telah resmi mengeluarkan aturan soal pelarangan mudik. Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020.

Pelarangan mudik itu berlaku mulai 24 April pukul 00.00 WIB hingga 31 Mei 2020.

Selama 24 April hingga 7 Mei 2020, masyarakat yang masih nekat mudik hanya akan dikenakan sanksi pemulangan.

Setelah 7 Mei 2020, masyarakat yang melanggar ketentuan mudik tersebut akan terancam penjara selama satu tahun dan denda Rp 100 juta.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X