Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 06/05/2020, 09:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 yang digagas mantan Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno mengklaim telah membagikan 20.000 paket sembako kepada warga Jabodetabek.

"Kurang lebih 20.000 (paket sembako) dari setengah bulan yang lalu," ujar Wakil Ketua Relawan Indonesia Bersatu Lawan Covid-19 Khayatulmakky ketika dihubungi, Selasa (5/4/2020).

Khayat, sapaannya, menyebut paket sembako tersebut diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Selain membagikan paket sembako, para relawan tersebut juga telah membagikan Alat Pelindung Diri (APD) dan menggelar rapid test massal.

Baca juga: Tanggapi #GoodbyeSandiagaUno, Sandiaga: Kita Harus Lupakan Perbedaan Masa Lalu...

"Kalau rapid test dan APD semua orang, lapisan masyarakat. Tapi paket sembako khusus untuk orang yang tidak mampu," kata Khayat.

Adapun pendistribusian paket sembako tersebut telah tersebar di sejumlah titik di Ibu Kota.

Antara lain Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta.

Kemudian Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Lalu Tangerang, Bogor, dan Bekasi.

Tak hanya bergerak di Jabodetabek, para relawan tersebut juga mulai melakukan aksi di sejumlah kota dan kabupaten di Jawa Tengah.

Baca juga: Duduk Perkara Sandiaga Uno Bersama Relawan Jokowi Mania Bagikan Sembako di Bantargebang

Khayat mengatakan, kegiatan di Jawa Tengah bekerja sama dengan sejumlah dokter, perawat, dan relawan setempat yang sama-sama memiliki tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.

"Kami mengajak dokter, perawat dan relawan setempat untuk bersatu memberikan edukasi kepada masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan dari gugus tugas, terutama dari relawan kami," katanya.

Polemik bergabung Relawan Jokowi Mania

Kendati demikian, keterlibatan Sandiaga dalam membantu warga terdampak mendapat sorotan.

Itu setelah dirinya bersama Relawan Jokowi Mania membagikan sembako kepada masyarakat di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (2/4/2020).

Bersama Relawan Jokowi Mania, Sandiaga membagikan 900 masker dan 300 paket sembako kepada warga.

Baca juga: Relawan Sandiaga Gelar Rapid Test Khusus Pekerja Migran di Soetta

Khayat mengatakan, Sandiaga sebelumnya telah mendapat tawaran dari Relawan Jokowi Mania untuk bersama-sama membagikan paket sembako untuk warga Bantargebang.

"Yang saya tahu dari informasi, keinginan dari Relawan Jokowi Mania yang disepakati oleh Pak Sandi," ujar Khayat.

Khayat menuturkan, kehadiran Sandiaga dalam acara tersebut juga tidak semata-mata hanya untuk membagikan paket sembako saja.

Namun, kehadiran Sandiaga sekaligus memberikan isyarat kepada masyarakat akan harapan untuk merajut kembali kebersamaan sebagai sesama anak bangsa untuk meredam penyebaran Covid-19.

Baca juga: Ini 5 Tips dari Sandiaga Uno untuk UMKM di Tengah Virus Corona

Menurut Khayat, tidak hanya Relawan Jokowi Mania yang hadir dalam acara tersebut.

Melainkan juga dihadiri pendukung Sandiaga pada Pilpres 2019 lalu.

"Jadi bagus menurut saya, artinya yang kemarin sempat tercerai-berai, yang kemarin sempat amburadul enggak karuan, ini kembali menyatu, untuk satu kata yakni hilangkan Covid-19," jelas Khayat.

Selain itu, lanjut Khayat, Sandiaga juga berpandangan bahwa dalam penanganan Covid-19, sudah sepatutnya melepas label dukungan seperti halnya pada Pilpres 2019.

Baca juga: Hasil Rapid Test yang Digelar Relawan Sandiaga: 28 Orang Reaktif

"(Sandiaga) berpikir bagaimana membangun bangsa dan negara ini, khususnya mengenai penanganan covid-19," kata dia.

"Saya kira bagus pada saat bulan Ramadhan untuk menyatukan kembali, merajut kembali kebersamaan umat," tambah Khayat.

Trending di Twitter

Selain itu, Khayat juga angkat bicara terkait tagar #GoodByeSandiagaUno yang trending di Twitter pada Senin, (4/5/2020).

Tegar itu mencuat tak lepas dari keputusan Sandiaga yang bergabung dalam Relawan Jokowi Mania dalam agenda pembagian paket sembako kepada para pemulung di TPST Bantargebang.

"Itu terlalu terhanyut di dalam dukung mendukung 01 02, saya yakin yang dulu itu adalah pendukung 02 enggak menginginkan bergabung (dengan) 01," ujar Khayat.

Baca juga: Prilly Latuconsina sampai Sandiaga Uno Nyanyikan Semua Kan Berlalu Semangati Tenaga Medis Lawan Covid-19

Khayat menuturkan ada beberapa pihak yang tidak menginginkan Sandiaga sejalur dengan kelompok yang sebelumnya berlawanan dalam Pilpres 2019.

Menurut dia, tagar tersebut sebagai gambaran sikap sinisme terhadap Sandiaga yang telah mengambil keputusan untuk bersama-sama meredam penyebaran Covid-19.

Di sisi lain, Khayat menduga tagar tersebut sempat tranding juga tidak lepas dari ulah akun robot yang tak diketahui siapa penggunanya.

"Yang gerah hanya beberapa orang, tetapi mereka memiliki mesin, robot. Biasalah robot yang bicara enggak menginginkan Indonesia ini tenang, damai," kata dia.

Baca juga: Sandiaga Uno: Tenaga Kesehatan Akan Tumbang kalau Tak Diberikan Senjata

Khayat menyebut, Sandiaga memiliki pola pikir yang berbeda dengan orang lain.

Namun, pada dasarnya memiliki tujuan besar yang sama, yakni sama-sama membantu Indonesia menghilangkan pandemi Covid-19.

"Pak Sandiaga Uno memiliki pola pikir yang justru melebihi dari pada orang lain artinya mau merendahkan diri dalam rangka untuk kebersamaan umat, dalam rangka untuk membantu Indoensia kembali," terang dia.

Dikutip dari KompasTV, #GoodByeSandiagaUno menjadi trending di Twitter pada Senin, 4 Mei 2020 pagi.

Baca juga: Sandiaga Minta Pusat dan Daerah Tak Berdebat soal Lockdown

Hashtag ini menjadi trending karena Mantan Cawapres di Pilpres 2019 ini gabung dengan Ketua Relawan Jokowi Mania.

Sandiaga Uno membagikan sembako bersama Immanuel Ebenezer di TPA Bantargebang pada 2 Mei 2020.

Immanuel Ebenezer Selama ini dinilai banyak mengkritisi Alumni 212 dan Gubernur DKI Anies Baswedan.

Netizen twitter pun banyak berkomentar. Sebagian besar netizen (warganet) yang men-tweet tagar itu mempersoalkan kehadiran Sandiaga Uno dalam acara Immanuel Ebenezer bagikan sembako di Bantargebang, Bekasi.

Baca juga: Cerita Sandiaga yang Flu Sepulang dari Luar Negeri, Tak Tes Corona tetapi Tetap Jaga Jarak

Para warganet itu kemudian mengungkap sejumlah 'dosa' Immanuel Ebenezer terhadap Alumni 212 atau orang-orang yang selama ini mendukung Sandiaga Uno.

@BERuan9_QuTuB: Immanuel Ebenezer penghina Reuni 212, melecehkan ulama, dan memfitnah Anies Baswedan soal batu dalam ambulance.

Dan kini papah @sandiuno bersama nya? Fix... #GoodbyeSandiagaUno #GoodbyeSandiagaUno

@demoSoCRAZY: Sy yakin banyak yg sakit hati melihat @sandiuno colab dgn si penghina Umat Islam si Immanuel Ebenezer ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Prabowo Minta Kader Gerindra Mengerti Keberanian Jokowi Ambil Keputusan Krusial

Prabowo Minta Kader Gerindra Mengerti Keberanian Jokowi Ambil Keputusan Krusial

Nasional
Prabowo: Ada yang Kadang Kurang Menghargai Pemimpinnya Sendiri, Tak Akui Kehebatan Bangsa...

Prabowo: Ada yang Kadang Kurang Menghargai Pemimpinnya Sendiri, Tak Akui Kehebatan Bangsa...

Nasional
Eks Napi Kasus Berita Bohong Ferdinand Hutahaean Gabung Gerindra, Sebelumnya Kader Demokrat

Eks Napi Kasus Berita Bohong Ferdinand Hutahaean Gabung Gerindra, Sebelumnya Kader Demokrat

Nasional
Jokowi: Lautan Kita Besar Sekali, tapi Potensinya Belum Diapa-apakan

Jokowi: Lautan Kita Besar Sekali, tapi Potensinya Belum Diapa-apakan

Nasional
Survei Litbang 'Kompas': Responden Nilai NU Telah Bekerja Optimal di 3 Bidang Ini

Survei Litbang "Kompas": Responden Nilai NU Telah Bekerja Optimal di 3 Bidang Ini

Nasional
Singgung Keputusannya Gabung dengan Pemerintahan Jokowi, Prabowo: Saat Itu Ada yang Tak Dukung

Singgung Keputusannya Gabung dengan Pemerintahan Jokowi, Prabowo: Saat Itu Ada yang Tak Dukung

Nasional
Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hasil Hisab: 1 Ramadhan Jatuh pada 23 Maret 2023

Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Hasil Hisab: 1 Ramadhan Jatuh pada 23 Maret 2023

Nasional
Muncul Kasus Baru Gagal Ginjal pada Anak, DPR Panggil Kemenkes dan BPOM Pekan Ini

Muncul Kasus Baru Gagal Ginjal pada Anak, DPR Panggil Kemenkes dan BPOM Pekan Ini

Nasional
Respons Sandiaga soal Perjanjian Utang Piutang dengan Anies saat Pilkada DKI 2017

Respons Sandiaga soal Perjanjian Utang Piutang dengan Anies saat Pilkada DKI 2017

Nasional
DPR Setujui Rancangan Peraturan KPU soal Dapil Pileg 2024

DPR Setujui Rancangan Peraturan KPU soal Dapil Pileg 2024

Nasional
Prabowo ke Para Kader Gerindra: Kalau Tak Bisa Percaya ke Pimpinan, Mundur

Prabowo ke Para Kader Gerindra: Kalau Tak Bisa Percaya ke Pimpinan, Mundur

Nasional
Jokowi Minta Kasus Jiwasraya hingga Indosurya Tak Terulang, Masyarakat Harus Dilindungi

Jokowi Minta Kasus Jiwasraya hingga Indosurya Tak Terulang, Masyarakat Harus Dilindungi

Nasional
Anggota DPR Tegaskan Tak Ada Pembicaraan Penundaan Pemilu di Komisi II

Anggota DPR Tegaskan Tak Ada Pembicaraan Penundaan Pemilu di Komisi II

Nasional
Soal Perjanjiannya dengan Anies dan Sandiaga, Prabowo Pilih Diam

Soal Perjanjiannya dengan Anies dan Sandiaga, Prabowo Pilih Diam

Nasional
Prabowo Puji Kepemimpinan Jokowi yang Berani Melawan Tekanan

Prabowo Puji Kepemimpinan Jokowi yang Berani Melawan Tekanan

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.