Jaga Stabilitas Pangan Saat Pandemi Covid-19, Pemerintah Operasikan ATM Beras

Kompas.com - 06/05/2020, 04:40 WIB
Anggota Kodim 0508/Depok membantu warga mendapatkan beras gratis dengan ATM Pertanian Sikomandan di Kodim 0508/Depok, Jawa Barat, Minggu (26/4/2020). Kementerian Pertanian menyediakan ATM beras gratis di sejumlah Kodim di wilayah Jabodetabek berkapasitas 1,5 ton beras per harinya untuk 1.000 warga sebagai upaya membantu masyarakat yang terkena terdampak COVID-19. ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHAAnggota Kodim 0508/Depok membantu warga mendapatkan beras gratis dengan ATM Pertanian Sikomandan di Kodim 0508/Depok, Jawa Barat, Minggu (26/4/2020). Kementerian Pertanian menyediakan ATM beras gratis di sejumlah Kodim di wilayah Jabodetabek berkapasitas 1,5 ton beras per harinya untuk 1.000 warga sebagai upaya membantu masyarakat yang terkena terdampak COVID-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengoperasikan ATM Beras bagi masyarakat dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama pandemi Covid-19.

Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ditjen Tanaman Pangan Kementan Gatut Sumbogodjati mengatakan, ATM Beras tersebut ditujukan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19.

"Dalam rangka menjaga stabilitas pangan selama pandemi Covid-19, pemerintah melalui Kementan bekerja sama dengan TNI dan mitra lainnya telah mengoperasikan ATM Beras yang ditujukan bagi masyarakat tidak mampu dan terdampak Covid-19," ujar Gatut, dikutip dari siaran pers BNPB, Rabu (6/5/2020).

Baca juga: ATM Beras dan Gerebek Sahur, Bantu Warga Terdampak Corona Selama Ramadhan

Ia mengatakan, ATM Beras tersebut ditempatkan di 10 lokasi, tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Pengoperasiannya ditempatkan di masing-masing Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) di wilayah Jabodetabek, meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Tangerang, Bekasi, Depok, Kabupaten Bogor dan Kota Bogor.

"Sampai saat ini kami masih membatasi di 10 Kodim di wilayah Jabodetabek," kata Gatut.

Gatut mengatakan, program ATM Beras tersebut telah berjalan sejak 24 April 2020, bertepatan dengan hari pertama bulan Ramadhan.

Baca juga: Bawaslu: Larangan dan Sanksi Kepala Daerah Politisasi Bansos Terkendala Regulasi

Targetnya, setiap kepala keluarga (KK) mendapatkan 1,5 kilogram dan batas maksimal penerimaan setiap harinya adalah 1.000 KK saja.

"Kementan telah menyiapkan stok beras hingga 155 ton untuk ATM Beras ini," kata Gatut.

Adapun yang bisa menggunakan ATM Beras tersebut adalah masyarakat yang terdaftar dalam program pemerintah.

Baca juga: Ombudsman Usul Bantuan Covid-19 Dinaikkan Jadi Rp 1.500.000 Per Bulan

Mereka akan mendapatkan kartu ATM dari Bank BNI yang dapat digunakan untuk mengambil beras melalui mesin ATM Beras yang ada.

Pengoperasian ATM Beras ini juga bertujuan agar masyarakat tetap menerapkan physical distancing dalam memenuhi kebutuhan pokoknya

Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19.

"Kenapa melalui ATM? Karena ini juga bermaksud untuk melakukan pendidikan kepada masyarakat, agar mereka memahami physical distancing," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni-Merak, Ketua Satgas Covid-19 Sampaikan 7 Arahan

Nasional
UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

UPDATE: 8.970.715 Orang Sudah Divaksin Covid-19 Dosis Kedua, 13.737.596 Dosis Pertama

Nasional
UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

UPDATE: Suspek Terkait Covid-19 di Indonesia Capai 81.809 Orang

Nasional
UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

UPDATE 16 Mei: Bertambah 126, Total Pasien Covid-19 yang Meninggal Dunia 48.093 Orang

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

UPDATE: Bertambah 3.790, Pasien Sembuh dari Covid-19 Mencapai 1.600.857

Nasional
UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 16 Mei: Ada 90.800 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

UPDATE: Bertambah 3.080, Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1.739.750

Nasional
Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Selasa 18 Mei, Buruh Akan Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina

Nasional
Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Menko PMK: Antisipasi Arus Balik Pemudik Bukan Hanya di DKI Jakarta

Nasional
Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Transformasi Digital pada Sistem Pertahanan dan Keamanan

Nasional
Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Anggota Komisi I DPR Dukung Upaya Pemerintah Bantu Selesaikan Agresi Israel ke Palestina

Nasional
Antisipasi Puncak Arus Balik, Ketua Satgas: Jangan Ada Pihak Ambil Kebijakan Berbeda

Antisipasi Puncak Arus Balik, Ketua Satgas: Jangan Ada Pihak Ambil Kebijakan Berbeda

Nasional
110 TKA China Disebut Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran, KSPI: Keadilan Tidak Ada

110 TKA China Disebut Masuk Indonesia di Hari Pertama Lebaran, KSPI: Keadilan Tidak Ada

Nasional
Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Distribusi dan Penggunaan Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 Dihentikan Sementara

Nasional
Guru Besar FH UGM Sebut Ada Pertentangan Hukum dalam TWK Pegawai KPK

Guru Besar FH UGM Sebut Ada Pertentangan Hukum dalam TWK Pegawai KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X