Siap Diproduksi Massal, Ventilator Buatan UI Lulus Uji Produk di BPFK

Kompas.com - 04/05/2020, 10:01 WIB
Universitas Indonesia ShutterstockUniversitas Indonesia

"Jadi hanya perlu dibantu diberi oksigen ke paru-paru dengan tekanan positif. Setiap napas dimulai dan dihentikan oleh pasien sendiri dengan volume tidal dan laju pernapasan yang ditentukan oleh mekanisme pernapasan mereka," ucap Basari.

Sedangkan, mode CMV digunakan untuk pasien hilang kesadaran dengan gejala pneumonia yang mengalami kesulitan pernapasan.

Pasien dalam kondisi tersebut perlu dikontrol oleh mesin (time-triggered) sehingga membutuhkan ventilator dalam penanganannya.

Berdasarkan data Maret 2020, jumlah ventilator di Indonesia sebanyak 8.413. Jumlah itu tersebar di 2.867 rumah sakit.

Jawa Barat merupakan provinsi paling banyak terdapat ventilator. Di provinsi itu, terdapat 1.215 unit yang tersebar di 364 rumah sakit.

DKI Jakarta terbanyak kedua dengan 1.071 unit ventilator yang tersebar di 190 rumah sakit.

Baca juga: Ventilator Karya ITB-Unpad Lolos Uji, Siap Diproduksi dan Dibagikan Gratis

Sementara itu, Rektor UI Ari Kuncoro mengatakan, biaya pembuatan COVENT-20 lebih rendah dibandingkan ventilator transport komersial yang tersedia saat ini.

Pasalnya, COVENT-20 juga memiliki ventilasi multimode, hemat energi dengan baterai lithium-ion, bentuknya ringkas dan sederhana.

"Sehingga pengoperasiannya mudah dan menggunakan filter bakteri sehingga aman digunakan untuk pasien," kata dia.

Baca juga: Ventilator Buatan Warga Selesai Dirakit, Bisa Diproduksi Massal jika Diterima Kemenkes

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X