Penerapan PSBB secara Maksimal Dinilai Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Kompas.com - 03/05/2020, 12:11 WIB
Lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOLalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada akhir pekan, Sabtu (18/4/2020). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menerapkan pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) mulai 10 hingga 23 April 2020. Dampak dari adanya aturan ini, membuat kondisi dan situasi lalu lintas pada akhir pekan menjadi lengang dan sepi.
Penulis Dani Prabowo
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakar Epidemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan, pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) yang dilaksanakan secara maksimal oleh pemerintah dan masyarakat cukup efektif untuk menekan penyebaran Covid-19.

Ia pun mengacu pada pelaksanaan PSBB di DKI Jakarta yang telah dilaksanakan sejak 10 April lalu. Saat ini, hampir 60 persen warga di wilayah DKI Jakarta lebih banyak beraktivitas di rumah.

"Dan ketika 60 persen itu langsung landai dan turun cepat," kata Pandu dalam sebuah diskusi virtual di Jakarta, Minggu (3/5/2020).

"Itu pengalaman empiris, pengalaman Indonesia walaupun hanya di Jakarta, bahwa PSBB ini berdampak," ujar dia.

Baca juga: PSBB Jakarta Tahap 2: Pemudik Terancam Dilarang Balik ke Jakarta hingga 20 Juta Masker

Pandu mengaku telah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar penerapan PSBB ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan hingga 70-80 persen.

Sehingga, kurva penyebaran kian melandai dan masyarakat dapat segera terbebas dari Covid-19.

Di sisi lain, menurut Pandu Riono, masih ada daerah yang belum maksimal dalam penerapan PSBB. Sehingga, tidak sedikit masyarakat yang masih terlihat beraktivitas di luar rumah.

Berdasarkan hasil pemodelan terbaru yang dibuat, rata-rata masyarakat yang tetap di rumah selama pelaksanaan PSBB secara nasional masih sekitar 50 persen.

Baca juga: Ada Penurunan Kasus Covid-19, Anies: PSBB Jangan Kendor, Harus Lebih Ketat!

Namun, wilayah seperti Jawa Tengah, justru tingkat kepatuhan masyarakat untuk tetap di rumah masih di bawah 40 persen.

Sementara, Jawa Timur saat ini sudah mulai mencapai rata-rata persentase nasional.

"Kita harapkan mereka meningkatkan 10 persen saja. Jatim dan Jabar sudah mulai sampai 60 persen efeknya seperti DKI itu akan terjadi di beberapa wilayah lainnya," kata dia.

Ia pun berharap agar pelaksanaan PSBB dapat diinisiasi hingga ke tingkat masyarakat atau berbasis komunnitas. Pasalnya, dengan demikian implementasi dari kebijakan ini dapat berjalan dalam jangka panjang.

"Karena nanti ketika restriksi ini pelan-pelan dilepas, itu tetap kita bisa membuat norma baru, perilaku baru, yang membatasi seperti memakai masker, sehingga benar-benar sustain sehingga capai titik (penyebaran) yang terendah," ujar Pandu.

Baca juga: Anies soal PSBB: Minggu Pertama Mengasyikkan, Selanjutnya Mulai Terasa Beban



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 8 Maret: 6.894 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

UPDATE 8 Maret: 6.894 Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 32 Provinsi, DKI Jakarta Tertinggi

Nasional
UPDATE 8 Maret: Ada 145.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 8 Maret: Ada 145.628 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
UPDATE 8 Maret: Total 11.198.738 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

UPDATE 8 Maret: Total 11.198.738 Spesimen Covid-19 yang Diperiksa

Nasional
UPDATE 8 Maret: Ada 64.914 Suspek Terkait Covid-19

UPDATE 8 Maret: Ada 64.914 Suspek Terkait Covid-19

Nasional
Menkes: Tambah 4 Kasus Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7

Menkes: Tambah 4 Kasus Covid-19 dari Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Menengok Kesiapan Swasta Tangani Karhutla 2021

Menengok Kesiapan Swasta Tangani Karhutla 2021

BrandzView
Berlaku Mulai Besok, Perpanjangan PPKM Diharapkan Tekan Laju Penularan Covid-19

Berlaku Mulai Besok, Perpanjangan PPKM Diharapkan Tekan Laju Penularan Covid-19

Nasional
UPDATE 8 Maret: Bertambah 8.725, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.203.381 Orang

UPDATE 8 Maret: Bertambah 8.725, Pasien Covid-19 Sembuh Jadi 1.203.381 Orang

Nasional
UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 281 dalam Sehari, Total 37.547

UPDATE: Pasien Covid-19 Meninggal Bertambah 281 dalam Sehari, Total 37.547

Nasional
Saksi Ungkap Aliran 'Fee' dari Vendor Bansos Covid-19 ke Okum di BPK

Saksi Ungkap Aliran "Fee" dari Vendor Bansos Covid-19 ke Okum di BPK

Nasional
Pegang SK Kemenkumham, KPU: Sampai Saat Ini Demokrat Masih Dipimpin AHY

Pegang SK Kemenkumham, KPU: Sampai Saat Ini Demokrat Masih Dipimpin AHY

Nasional
UPDATE: Tambah 6.894, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.386.556 Orang

UPDATE: Tambah 6.894, Kasus Covid-19 Indonesia Capai 1.386.556 Orang

Nasional
Usai Datangi Kemenkumham, AHY Bersama Rombongan Temui Mahfud MD

Usai Datangi Kemenkumham, AHY Bersama Rombongan Temui Mahfud MD

Nasional
Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro 14 Hari, Berlaku 9-22 Maret 2021

Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro 14 Hari, Berlaku 9-22 Maret 2021

Nasional
Peringati Hari Perempuan Internasional, Wakil Ketua DPR Harap Perempuan Indonesia Berani Gapai Cita-cita

Peringati Hari Perempuan Internasional, Wakil Ketua DPR Harap Perempuan Indonesia Berani Gapai Cita-cita

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X