Mendikbud: Krisis Covid-19 Menyadarkan bahwa Belajar Bisa di Mana Saja

Kompas.com - 02/05/2020, 17:26 WIB
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 secara virtual, Sabtu (2/5/2020) pagi. Nadiem mengikuti upacara secara terpisah melalui telekonferensi.
Dok Humas Kemendikbud. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim mengikuti upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2020 secara virtual, Sabtu (2/5/2020) pagi. Nadiem mengikuti upacara secara terpisah melalui telekonferensi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, krisis pandemi Covid-19 membawa beragam hikmah khususnya bagi dunia pendidikan.

Menurut Nadiem, pandemi Covid-19 telah menyadarkan para guru bahwa pembelajaran bisa terjadi di mana saja.

"Dari krisis ini kita dapat banyak hikmah dan pembelajaran yang bisa kita terapkan saat kondisi krisis dan setelahnya. Untuk pertama kali, guru-guru mengajar lewat online, menggunakan tools baru dan menyadari bahwa pembelajaran bisa terjadi di manapun," kata Nadiem dalam konferensi pers 'Belajar dari Covid-19' yang ditayangkan BNPB, Sabtu (2/5/2020).

Baca juga: Pandemi Covid-19, Kemendikbud Minta Guru Pilih Materi Belajar yang Esensial

Selain itu, Nadiem mengatakan, masa-masa ini juga menyadarkan para orangtua siswa tentang peran seorang guru dalam mengajar.

"Orangtua untuk pertama kalinya menyadari betapa sulitnya tugas guru, betapa sulitnya tantangan untuk bisa mengajar anak secara efektif dan menimbulkan empati kepada para guru yang mungkin sebelumnya belum ada," tutur Nadiem.

Ia pun mengingatkan bahwa pendidikan yang efektif tak akan berhasil tanpa peran guru, orangtua, dan siswa itu sendiri.

Nadiem menuturkan, guru, orangtua, dan siswa harus bekerja sama demi mencapai tujuan pendidikan yang efektif.

"Guru, siswa, dan orangtua menyadari bahwa pendidikan bukan hanya hal yang dilakukan di sekolah. Pendidikan yang efektif membutuhkan kolaborasi efektif dari tiga pihak ini," ucapnya.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Pimpin Upacara Hardiknas 2020 lewat Video Telekonferensi

"Tanpa ada kolaborasi, pendidikan yang efektif tidak mungkin terjadi," imbuh Nadiem.

Ia berharap segala pembelajaran yang didapatkan selama pandemi Covid-19 ini dapat terus dikembangkan bahkan hingga krisis berlalu.

Menurut Nadiem, pandemi Covid-19 dapat menjadi titik mulai bagi masyarakat menjadi lebih baik di masa mendatang.

"Tumbuhnya empati dan solidaritas saat pandemi ini merupakan suatu pembelajaran yang harus kita kembangkan tidak hanya saat krisis, tapi juga saat krisis berlalu," kata Nadiem.

"Belajar memang tidak selalu mudah. Kini saatnya kita berinovasi, bereksperimen, saatnya mendengarkan hati nurani kita dan belajar dari Covid-19 agar menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan," tutur dia.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Miftachul Akhyar Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025

Miftachul Akhyar Terpilih sebagai Ketua Umum MUI Periode 2020-2025

Nasional
Satgas: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan Bersama

Satgas: Lonjakan Kasus Baru Covid-19 Harus Jadi Peringatan Bersama

Nasional
Menko PMK Minta Fasilitas PON di Papua Tidak Disia-siakan

Menko PMK Minta Fasilitas PON di Papua Tidak Disia-siakan

Nasional
Djoko Tjandra Sebut Tommy Sumardi Besan mantan PM Malaysia Najib Razak

Djoko Tjandra Sebut Tommy Sumardi Besan mantan PM Malaysia Najib Razak

Nasional
Satgas Klaim Kesiapan Cold Chain untuk Distribusi Vaksin Covid-19 Capai 97 Persen

Satgas Klaim Kesiapan Cold Chain untuk Distribusi Vaksin Covid-19 Capai 97 Persen

Nasional
Kerangka Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Diperjelas

Kerangka Pelibatan TNI Atasi Terorisme Perlu Diperjelas

Nasional
Djoko Tjandra ke London dan Paris untuk Urus Red Notice atas Namanya di Interpol

Djoko Tjandra ke London dan Paris untuk Urus Red Notice atas Namanya di Interpol

Nasional
Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Kasus Raibnya Uang Winda Earl di Maybank, Pengakuan Tersangka hingga Dugaan Penerima Dana

Nasional
Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Surat untuk Puan Maharani: Bersusah Payah Kami Bersuara, tetapi Tidak Didengar...

Nasional
Berkat Mobile JKN, Ibu Rumah Tangga Ini Mudah Akses Layanan Kesehatan

Berkat Mobile JKN, Ibu Rumah Tangga Ini Mudah Akses Layanan Kesehatan

Nasional
Epidemiolog: Kasus Covid-19 Bertambah 4.000 Lebih Per Hari, Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Epidemiolog: Kasus Covid-19 Bertambah 4.000 Lebih Per Hari, Indonesia Belum Aman dari Pandemi

Nasional
Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Tiga RUU Belum Disepakati, Prolegnas Prioritas 2021 Diputuskan Hari Ini

Nasional
Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Pemerintah Finalisasi Pemetaan Daerah Prioritas Vaksin Covid-19

Nasional
Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Jelang Pilkada, Satgas Wanti-wanti Jangan Sampai Ada Kerumunan di TPS

Nasional
Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Dugaan Keterlibatan Pemberi Suap Lain Dalam Kasus Edhy Prabowo

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X