Pandemi Covid-19, Kemendikbud Minta Guru Pilih Materi Belajar yang Esensial

Kompas.com - 02/05/2020, 12:16 WIB
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. ANTARA FOTO/SAIFUL BAHRISeorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI.


JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan empat kebijakan kegiatan belajar mengajar bagi siswa di masa pandemi Covid-19. Salah satunya, guru diminta tidak kaku dalam menerapkan target pencapaian kurikulum.

Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad, meminta agar para guru dapat mengarahkan materi-materi pembelajaran yang esensial bagi anak untuk belajar di rumah.

Baca juga: Selain Pemotongan, Jokowi Tambah Anggaran Kemenkes-Kemendikbud dan Belanja Pemerintah Pusat

"Yang paling penting pembelajaran harus terjadi di rumah, tanpa para guru menarget pencapaian kurikulum. Jadi jangan memindah sekolah ke rumah, pilih materi-materi esensial yang perlu dilakukan oleh anak-anak kita di rumah," kata Hamid dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Berikutnya, Hamid mengatakan, Kemendikbud mendorong agar para siswa diberikan pendidikan kecakapan hidup sesuai dengan kondisi yang tengah dihadapi.

Terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Beri anak-anak pendidikan kecakapan hidup yang sifatnya kontekstual sesuai dengan kondisi rumah masing-masing, terutama pengertian tentang Covid-19 ini," tutur Hamid.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Rekrut Relawan Tenaga Medis, Kemendikbud Diminta Koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid-19

"Harus dijelaskan kepada anak-anak, karakteristiknya seperti apa, bagaimana menghindarinya agar jangan sampai terjangkit," imbuhnya.

Hamid meminta pembelajar di rumah mesti sesuai dengan kondisi masing-masing siswa, termasuk soal keterbatasan akses yang dihadapi siswa di beberapa daerah.

Selain itu, ia menekankan penilaian terhadap siswa di masa pembelajaran saat ini tidak melulu bersifat kuantitatif.

"Tugas-tugas tidak harus dinilai seperti biasa, tapi penilaiain lebih bersifat kualitatif dan memberikan motivasi," ucapnya.

Baca juga: Kemendikbud: 3.000 Ormas dan 12.000 Relawan Daftar Organisasi Penggerak

Menurut Hamid, persoalan keterbatasan akses ini merupakan realitas bagi sebagian siswa di daerah yang tidak memiliki infrastruktur mendukung.

Ia berharap para guru dapat melakukan inovasi dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar.

"Para guru tentu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing. Inilah saatnya para guru melakukan inovasi pembelajaran di tiap daerah," tutur Hamid.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lebih dari 28.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Gotong Royong, Bagaimana yang Belum Daftar?

Lebih dari 28.000 Perusahaan Daftar Vaksinasi Gotong Royong, Bagaimana yang Belum Daftar?

Nasional
Pengamat: Infrastruktur untuk Sepeda Wajib Dibangun jika Mau Ciptakan Kota Layak Huni

Pengamat: Infrastruktur untuk Sepeda Wajib Dibangun jika Mau Ciptakan Kota Layak Huni

Nasional
Keterangan Terdakwa Korupsi Benih Lobster Tak Konsisten, Hakim: Lihat Mata Saya, Mana Yang Benar

Keterangan Terdakwa Korupsi Benih Lobster Tak Konsisten, Hakim: Lihat Mata Saya, Mana Yang Benar

Nasional
Kasus Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi

Kasus Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 4 Saksi

Nasional
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Paling Banyak Ibu Rumah Tangga, Tak Tahu Tertular dari Mana

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Paling Banyak Ibu Rumah Tangga, Tak Tahu Tertular dari Mana

Nasional
Dewas Diminta Periksa Pimpinan dan Sekjen KPK jika Kembali Tak Penuhi Pemanggilan Komnas HAM

Dewas Diminta Periksa Pimpinan dan Sekjen KPK jika Kembali Tak Penuhi Pemanggilan Komnas HAM

Nasional
Penjelasan BMKG soal Gempa Magnitudo 6,1 di Maluku Tengah

Penjelasan BMKG soal Gempa Magnitudo 6,1 di Maluku Tengah

Nasional
Komnas HAM Sudah Periksa Dinas Psikologi TNI AD soal TWK Pegawai KPK

Komnas HAM Sudah Periksa Dinas Psikologi TNI AD soal TWK Pegawai KPK

Nasional
Sebagai Negara Besar dan Kaya, Pengamat Militer Sebut Indonesia Butuh Pertahanan Kuat

Sebagai Negara Besar dan Kaya, Pengamat Militer Sebut Indonesia Butuh Pertahanan Kuat

Nasional
Ketua DPR Minta Semua Komponen Bangsa Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Ketua DPR Minta Semua Komponen Bangsa Fokus Tangani Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Puji Sikap Jenderal Polisi Penuhi Panggilan Komnas HAM, Arsul: Mudah-mudahan Dicontoh Penegak Hukum Lain

Puji Sikap Jenderal Polisi Penuhi Panggilan Komnas HAM, Arsul: Mudah-mudahan Dicontoh Penegak Hukum Lain

Nasional
Covid-19 Melonjak Jelang Libur Sekolah, Satgas: Jangan Nekat Liburan Tanpa Perencanaan Matang

Covid-19 Melonjak Jelang Libur Sekolah, Satgas: Jangan Nekat Liburan Tanpa Perencanaan Matang

Nasional
Jubir Satgas: Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Berkhasiat

Jubir Satgas: Pemerintah Jamin Vaksin Covid-19 Aman dan Berkhasiat

Nasional
KPU Mulai Susun Regulasi untuk Pemilu 2024

KPU Mulai Susun Regulasi untuk Pemilu 2024

Nasional
Klaster Keluarga Meningkat, Satgas Covid-19 Imbau Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan dengan Sangat Hati-hati

Klaster Keluarga Meningkat, Satgas Covid-19 Imbau Sekolah Tatap Muka Dilaksanakan dengan Sangat Hati-hati

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X