Kompas.com - 30/04/2020, 16:32 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo disela Seminar Nasional BNPB bertajuk Reformasi Kebijakan dan Strategi Pemulihan Sosial Ekonomi Pasca Bencana pada Era Revolusi Industri 4.0 di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariKepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo disela Seminar Nasional BNPB bertajuk Reformasi Kebijakan dan Strategi Pemulihan Sosial Ekonomi Pasca Bencana pada Era Revolusi Industri 4.0 di Hotel Millenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapid test terhadap 850 pegawainya sendiri pada Rabu kemarin dan Kamis (30/4/2020) ini.

Hasilnya, sebanyak delapan pegawai BNPB dinyatakan reaktif.

"Pegawai yang dinyatakan memiliki indikasi terinfeksi virus setelah melalui dua kali pengujian," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo, dikutip dari siaran pers, Kamis (30/4/2020).

"Mereka tidak menunjukkan sakit atau bergejala," lanjut dia.

Baca juga: BNPB Tegaskan Tak Keluarkan Izin Mudik Selama Wabah Virus Corona

Kedelapan pegawai BNPB tersebut pun diminta untuk menerapkan isolasi mandiri di Lantai II Gedung Graha BNPB.

Dalam waktu dekat, mereka akan menjalani dua kali tes swab di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, untuk memastikan apakah terjangkit virus corona (Covid-19) atau tidak.

Hasil tes swab mereka akan keluar tiga hingga lima hari kemudian.

"Setelah dilakukan pengambilan sampel, para pegawai diantar ke rumah dengan ketentuan isolasi mandiri dan pemantauan dari puskesmas setempat. Prosedur ini dimaksudkan sebagai pemantauan aktif, termasuk kepada anggota keluarga yang lain," kata Agus.

Baca juga: BNPB: Bahaya kalau OTG Covid-19 sampai Pulang ke Kampung

Agus mengatakan, apabila hasil tes swab para pegawai tersebut positif Covid-19, maka mereka akan dikarantina di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran.

Kepala Sumber Daya Manusia BNPB Kheriawan menjelaskan, hasil rapid test positif belum tentu menunjukkan positif Covid-19 sehingga tes lanjutan berupa tes swab harus dilakukan.

"Jadi tindakan isolasi mandiri bisa dilakukan di rumah dengan menjaga jarak dengan anggota keluarga yang lain atau jika rumah kecil maka peserta yang positif ini dicarikan ruang atau rumah Covid yang disedikan kabupaten/kota di daerah masing-masing sambil menunggu hasil swab," ujar Kheriawan.

Baca juga: Soal Mudik dan Pulang Kampung, Ini Perbedaannya Menurut BNPB

Selain menggelar rapid test, BNPB juga melakukan berbagai upaya pencegahan Covid-19 di lingkungan kerja mereka, antara lain dengan memberikan vitamin, masker, hand sanitizer serta suplemen herbal kepada para pegawainya.

Inisiatif pelaksanaan rapid test tersebut merupakan bentuk screening awal BNPB terhadap pegawainya dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Pasalnya, BNPB yang membawahi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 merupakan garda terdepan dalam upaya penanganan dan pencegahan penyakit tersebut.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X