Pendaftaran Relawan Non-medis Covid-19 Ditutup hingga 3 Mei 2020

Kompas.com - 29/04/2020, 15:14 WIB
Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Andre Rahadian (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp. ANTARA FOTO/Dhemas ReviyantoKoordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Andre Rahadian (kanan) bersama Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto (kiri) menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020). Berdasarkan data hingga Kamis (26/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 893 orang di 27 provinsi se-Indonesia, dengan jumlah pasien sembuh mencapai 35 orang dan kasus meninggal dunia mencapai 78 orang. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pendaftaran relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 untuk bagian non-medis ditutup sementara hingga Minggu (3/5/2020).

Demikian disampaikan Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Andre Rahadian melalui siaran langsung di akun YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (29/4/2020).

“Untuk sementara mulai hari ini sampai hari Minggu ditutup dulu, dan akan kita buka lagi hari Senin pendaftaran untuk relawan non-medis,” ungkap Andre.

Baca juga: Hingga 29 April, 28.900 Orang Mendaftar sebagai Relawan Covid-19

Ia mengatakan, pihaknya akan memperbaiki mekanisme pendaftaran serta memperbarui klasifikasi.

Alasan lainnya adalah pihaknya masih membutuhkan relawan medis.

“Karena tadi kebutuhan lebih banyak di medis dan untuk non-medis kita akan lakukan klasifikasi ulang, kita perbaiki mekanisme pendaftaran,” ujarnya.

Harapannya, proses penerimaan relawan menjadi lebih terdata dan mereka dapat segera bertugas.

Menurut Andre, hingga Rabu hari ini, 28.900 orang sudah mendaftar sebagai relawan dari seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, relawan medis berjumlah 5.500 orang dan sisanya merupakan relawan non-medis.

Mengingat situasi saat ini adalah pandemi, Andre mengaku masih membutuhkan relawan medis. Apalagi, tak semua relawan yang mendaftar memenuhi kriteria untuk bertugas.

“Dari 5.500 yang sudah ada, setelah kita seleksi lagi, mungkin yang siap sampai saat ini ada 2.500-3.000, jadi enggak sesuai semua yang mendaftar,” ujarnya.

Baca juga: Pemprov DKI Coret Anggaran Rehab Lebih dari 100 Sekolah, Dialihkan untuk Covid-19

Menurutnya, para calon relawan yang tidak lolos seleksi dapat disebabkan tidak memenuhi ketentuan administrasi, misalnya surat izin keluarga. Surat tersebut dibutuhkan mengingat masa tugas relawan medis minimal satu bulan.

Bagi calon relawan medis, mereka juga harus lolos seleksi sertifikasi serta medical check-up.

Sementara itu, relawan non-medis juga harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu sebelum bertugas.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X