Kompas.com - 28/04/2020, 07:28 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020) KOMPAS.com/SINGGIH WIRYONOMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (27/2/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat bersemangat memutus penularan Covid-19.

Hal ini ia sampaikan saat menggelar konferensi pers secara daring perdana pasca-sembuh dari Covid-19, Senin (27/4/2020).

"Kita (pemerintah) ingin membuat semangat baru untuk melawan Covid-19. Covid-19 ini harus selesai. Presiden mengharapkan bisa selesai pada Juli," ujar Budi Karya.

Baca juga: Sembuh dari Covid-19, Menhub Budi Karya Ikut Rapat Kabinet

Menurut Budi, memutus rantai penularan Covid-19 tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja.

Budi mengajak masyarakat untuk mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), meniadakan mudik, hingga menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah persebaran Covid-19.

"Oleh karena itu, teman-teman kementerian kita harus dukung. Mei merupakan puncak, Juni menurun, Juli tidak berarti dan Agustus kita sudah bisa seperti sedia kala," tutur Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Sembuh, Menhub Budi Karya Siap Sumbang Plasma Darah untuk Pasien Covid-19

Sebelumnya, Budi mengungkapkan resep agar berhasil sembuh dari Covid-19.

Menurut Budi, semangat untuk sembuh membuat kondisinya membaik setelah sempat tak sadarkan diri selama 14 hari.

"Kalau semangat itu ya harus. Kalau enggak semangat nanti susah aku," ujar dia.

Selain menumbuhkan semangat secara pribadi, Budi Karya mengaku banyak berdiskusi dengan istri dan anaknya untuk perkembangan kondisinya.

Dia juga mengajak diskusi perawat yang rutin memberikannya obat.

Selain itu, selama dirawat Budi Karya juga menyaksikan berbagai hiburan lewat layar televisi.

"Saya menonton bola, saya nonton Barcelona, saja juga menonton Messi (Lionel Messi). Sesekali saya nonton acara musik," ungkapnya.

Baca juga: Kunci Sembuh Budi Karya dari Covid-19: Semangat dan Support Keluarga


Jika tidak sedang menonton acara hiburan, Budi Karya menyapa rekan-rekan menteri yang lain seperti Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

"Lalu karena saya arsitek, saya juga menggambar sketsa rumah buat anak saya. Intinya semangat untuk berkarya juga harus tetap ada, " katanya.

Menurut Budi, pasien Covid-19 perlu tetap bersosialisasi selama dirawat. Namun, dia menyarankan sosialisasi dilakukan secara daring supaya tetap aman bagi pasien dan orang di sekitarnya.

Budi Karya menuturkan, saat ini dirinya masih melanjutkan tahap pemulihan setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Menurut keterangan tim dokter, dirinya bisa kembali aktif bekerja pada 15 Mei mendatang.

Baca juga: Meski Lama Dirawat di RS, Budi Karya Mengaku Update Isu Perhubungan

Sebelum menggelar konferensi pers daring pada Senin sore, Budi Karya Sumadi telah mengikuti rapat kabinet pada Senin pagi.

Budi Karya dinyatakan positif tertular Covid-19 pada 16 Maret 2020. Dia tercatat sebagai pasien ke-76.

Sejak saat itu, posisinya digantikan oleh Luhut Binsar Pandjaitan selaku menteri perhubungan ad interim.

Baca juga: RSPAD: Budi Karya Sudah 2 Kali PCR, Hasilnya Negatif Covid-19

Kepastian tentang kondisi kesehatan Budi Karya disampaikan Wakil Kepala RS Kepresidenan RSPAD Gatot Subroto, Albertus Budi Sulistya dalam konferensi pers secara daring pada Senin (27/4/2020).

Budi Sulistya mengatakan, Budi Karya dirawat selama 17 hari di RSPAD.

"Jadi sejak 13 Maret hingga 31 Maret 2020. Dan sempat mengenakan alat bantu medis. Berkat semangat dan support keluarga dan tim (dokter) Tuhan yang maha esa berkenan memberikan pemulihan kepada beliau," ujar Budi Sulistya.

Dia pun mengungkapkan, Budi telah menjalani dua kali pemeriksaan PCR untuk memastikan kesembuhan dari Covid-19.

"Sampai saat ini sudah dua kali pemeriksaan PCR dan dinyatakan negatif Covid-19. Artinya dari kriteria kesembuhan, beliau surah negatif (dari Covid-19)," lanjut Budi Sulistya.

Baca juga: Budi Karya Tak Sadarkan Diri 14 Hari setelah Ketahuan Positif Covid-19

Dia pun mengungkapkan saat ini Budi Karya masih dalam tahap pemulihan.

Meski begitu, menurut dia, Budi Karya sudah bisa bekerja dari rumah.

"Beliau sudah bisa work from home. Di samping itu beliau juga masih dalam kontrol dengan tim dokter," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas 'Hacker' Brasil

Saat Situs Badan Siber dan Sandi Negara Diretas 'Hacker' Brasil

Nasional
5 Fakta Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga Dirut INKA Minta Maaf

5 Fakta Tabrakan LRT di Cibubur, Diduga Human Error hingga Dirut INKA Minta Maaf

Nasional
Mensesneg Era SBY, Sudi Silalahi, Tutup Usia

Mensesneg Era SBY, Sudi Silalahi, Tutup Usia

Nasional
Menlu: Pandemi Belum Berakhir, Kasus Covid-19 Global Kembali Naik

Menlu: Pandemi Belum Berakhir, Kasus Covid-19 Global Kembali Naik

Nasional
Personel ILO TNI Terima Tanda Kehormatan dari Filipina

Personel ILO TNI Terima Tanda Kehormatan dari Filipina

Nasional
[POPULER NASIONAL] Eks Jubir Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk Kuwait | Eks Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk AS

[POPULER NASIONAL] Eks Jubir Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk Kuwait | Eks Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi Jadi Dubes RI untuk AS

Nasional
Semangat Persatuan, Senjata Tercanggih untuk Pertahanan Negara

Semangat Persatuan, Senjata Tercanggih untuk Pertahanan Negara

Nasional
Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Penggunaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang 'Scanning'

Luhut Ungkap Modus Pelanggaran Penggunaan PeduliLindungi, 1 Rombongan Cuma 1 Orang yang "Scanning"

Nasional
Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Dirut PT INKA Pastikan Pengujian LRT Jabodebek Tetap Berjalan Usai Peristiwa Tabrakan

Nasional
Soal Kemenag 'Hadiah' untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Soal Kemenag "Hadiah" untuk NU, Politisi PKB Minta Menteri Yaqut Perbaiki Komunikasi

Nasional
Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol 'RFS'

Pakar: Rachel Vennya Bisa Dikenakan Sanksi Denda Terkait Nopol "RFS"

Nasional
Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Azis Syamsuddin Bantah 3 Saksi Lain, Hakim: Ada yang Beri Keterangan Palsu

Nasional
Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Tabrakan LRT Jabodetabek, Dirut PT INKA: Masinis Alami Luka Ringan

Nasional
Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan 'Human Error'

Dirut PT INKA Ungkap Kronologi Tabrakan LRT di Cibubur, Duga Disebabkan "Human Error"

Nasional
Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Hakim Pertanyakan Alasan Azis Syamsuddin Pinjamkan Rp 200 Juta ke Eks Penyidik KPK

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.