UPDATE 25 April: Pemerintah Periksa 67.828 Spesimen dari 52.541 Orang Terkait Covid-19

Kompas.com - 25/04/2020, 16:58 WIB
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin (20/4/2020) DOKUMENTASI BNPBJuru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Senin (20/4/2020)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah sudah memeriksa 67.828 spesimen dari 52.541 orang terkait virus corona (Covid-19).

Hal itu diungkapkan langsung oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto saat konferensi persnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

" Spesimen yang diperiksa akumulasi sudah menjadi 67.000 lebih. Kasus yang diperiksa sudah 52.000 lebih," kata Yuri.

Baca juga: UPDATE 25 April: Jumlah Pasien Sembuh dari Covid-19 Capai 1.042

Adapun, satu kasus atau orang dapat diambil lebih dari satu jenis spesimen.

Pemeriksaan tersebut dilakukan di 45 laboratorium. Dari pemeriksaan tersebut, 8.607 orang dinyatakan positif dan 43.934 orang dinyatakan negatif Covid-19.

Jumlah pasien sembuh kini ada 1.042 orang dan pasien meninggal dunia berjumlah 720 orang.

Saat ini juga masih ada orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 206.911 orang.

Baca juga: UPDATE 25 April: ODP Covid-19 Jadi 206.911, PDP 19.084

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) ada sebanyak 19.084 orang.

Kasus positif Covid-19 kini juga sudah merambah seluruh provinsi di Indonesia.

Kendati demikian, lanjut Yuri, bukan berarti seluruh kabupaten atau kota di Indonesia sudah terdampak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X