Dubes Indonesia: Masyarakat Turki Selalu Patuh Kebijakan Pemerintah Terkait Covid-19

Kompas.com - 25/04/2020, 12:35 WIB
Petugas medis mengenakan pakaian pelindung mengawal perempuan yang diduga terinfeksi virus corona di Istanbul, Turki, pada 12 April 2020. AFP/OZAN KOSEPetugas medis mengenakan pakaian pelindung mengawal perempuan yang diduga terinfeksi virus corona di Istanbul, Turki, pada 12 April 2020.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Indonesia untuk Turki, Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, ada hal yang berbeda dari penanganan virus corona (Covid-19).

Salah satu yang menjadi pembeda, menurut dia, adalah semua masyarakat Turki selalu menaati kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Lalu awalnya membantah isu yang beredar bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan masih meminta masyarakatnya untuk shalat di masjid.

"Faktanya adalah tanggal 10 (Maret) kasus pertama diumumkan, tanggal 13 itu sudah di keluarkan fatwa untuk tidak lagi melaksanakan shalat Jumat. Jadi dilarang untuk melakukan salat jamaah di masjid," kata Lalu dalam diskusi online, Sabtu (25/4/2020).

Baca juga: Ini Isi Perbincangan Jokowi dan Trump soal Penanganan Covid-19

Lalu mengatakan, masjid di Turki hanya dibuka untuk shalat bagi para wisatawan yang ingin beribadah saja.

Ia menegaskan, semua warga Turki menaati kebijakan yang dibuat pemerintahnya.

"Saya kira itu yang pembeda utama antara situasi di Indonesia dengan di Turki adalah, apapun yang disampaikan oleh pemerintah masyarakat mengikuti," ujarnya

Lalu mengungkapkan pemerintah Turki tidak memberlakukan atau menutup pintu keluar masuk Turki secara total atau lockdown.

Baca juga: UPDATE Covid-19 24 April: 8.211 Kasus Positif, Pasien Sembuh Capai 1.000 Orang

Namun, pemerintah Turki baru akan memulai lockdown secara parsial, di mana kebijakan tersebut hanya akan berlaku pada akhir pekan.

"Dan ini cukup efektif saya kira. Sekarang kasusnya sudah melandai. Pemerintah menargetkan sekitar tanggal 20 Mei ini sudah sampai tahap stabil, dan butuh waktu sampai Juni untuk melakukan recovery awal," ucapnya.

Diketahui, saat ini pemerintah Indonesia juga tengah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa daerah.

Warga diminta bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah. Warga diimbau tidak keluar rumah jika tidak mendesak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Jokowi: Pemerintah Dukung Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Jokowi: Pemerintah Dukung Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi

Nasional
Jokowi Ingatkan Menterinya Hati-hati Belanjakan APBN 2021

Jokowi Ingatkan Menterinya Hati-hati Belanjakan APBN 2021

Nasional
Latihan di Laut Natuna Selatan, TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan 1 Pesawat

Latihan di Laut Natuna Selatan, TNI AL Kerahkan 9 Kapal Perang dan 1 Pesawat

Nasional
Jokowi Minta Menteri Sosial Segera Salurkan Bansos Awal Januari 2021

Jokowi Minta Menteri Sosial Segera Salurkan Bansos Awal Januari 2021

Nasional
Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra Tunggu Penjelasan Valid KPK

Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Gerindra Tunggu Penjelasan Valid KPK

Nasional
Pimpinan DPR Tetapkan Arwani Thomafi Jadi Wakil Ketua Komisi V

Pimpinan DPR Tetapkan Arwani Thomafi Jadi Wakil Ketua Komisi V

Nasional
Wapres: Ada 91,3 Juta Penduduk Belum Manfaatkan Teknologi Finansial

Wapres: Ada 91,3 Juta Penduduk Belum Manfaatkan Teknologi Finansial

Nasional
Menaker: Bantuan Subsidi Upah Gelombang II Masih Proses Penyaluran

Menaker: Bantuan Subsidi Upah Gelombang II Masih Proses Penyaluran

Nasional
Jokowi: APBN 2021 Harus Segera Dimanfaatkan untuk Menggerakkan Ekonomi

Jokowi: APBN 2021 Harus Segera Dimanfaatkan untuk Menggerakkan Ekonomi

Nasional
Kemenlu: Dialog Lintas Agama Diharapkan Beri Citra Positif Diplomasi Indonesia

Kemenlu: Dialog Lintas Agama Diharapkan Beri Citra Positif Diplomasi Indonesia

Nasional
Kuasa Hukum Tommy Sumardi Bantah Kliennya Bawa Nama Kabareskrim dan Aziz Syamsuddin

Kuasa Hukum Tommy Sumardi Bantah Kliennya Bawa Nama Kabareskrim dan Aziz Syamsuddin

Nasional
Wapres Ingatkan Pelaku Industri 'Fintech' Perkuat Keamanan Pelayanan bagi Masyarakat

Wapres Ingatkan Pelaku Industri "Fintech" Perkuat Keamanan Pelayanan bagi Masyarakat

Nasional
Jokowi: Pandemi Covid-19 Belum Usai, tapi Kita Akan Pulih dengan Vaksin

Jokowi: Pandemi Covid-19 Belum Usai, tapi Kita Akan Pulih dengan Vaksin

Nasional
Peringatan Hari Guru, Komisi X Minta Agenda Menyejahterakan Guru Tak Ditunda

Peringatan Hari Guru, Komisi X Minta Agenda Menyejahterakan Guru Tak Ditunda

Nasional
Jokowi Sebut APBN 2021 Difokuskan untuk Penanganan Covid-19

Jokowi Sebut APBN 2021 Difokuskan untuk Penanganan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X