Kompas.com - 23/04/2020, 14:35 WIB
Massa yang tergabung dari ASN, warga, personel polisi dan TNI melakukan aksi kampanye pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bandung di Alun Alun Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2020). Aksi tersebut guna mengedukasi dan sosialisasi kepada warga dan pedagang terkait kebijakan penerapan PSBB di Bandung Raya yang dimulai pada Rabu, 22 April 2020 sebagai bentuk memutus penyebaran Covid-19. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIMassa yang tergabung dari ASN, warga, personel polisi dan TNI melakukan aksi kampanye pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kota Bandung di Alun Alun Ujungberung, Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2020). Aksi tersebut guna mengedukasi dan sosialisasi kepada warga dan pedagang terkait kebijakan penerapan PSBB di Bandung Raya yang dimulai pada Rabu, 22 April 2020 sebagai bentuk memutus penyebaran Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com - Survei yang dilakukan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) dan Indo Barometer menunjukkan, 32,8 persen responden menilai masyarakat belum mematuhi ketentuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Survei dengan 400 responden di tujuh provinsi tersebut dilakukan selama 9-15 April 2020.

“Mayoritas responden (65 persen) menilai bahwa pelaksanaan PSBB seperti peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan dan pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum telah dipatuhi publik,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari melalui keterangan tertulis, Kamis (23/4/2020).

Baca juga: Survei: Sebagian Besar Warga Menolak PSBB karena Sulit Cari Nafkah

“Namun, cukup besar responden (32,8 persen) yang menilai bahwa pelaksanaan PSBB belum dipatuhi oleh masyarakat,” sambung dia.

Sementara itu, sebanyak 2,3 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.

Alasan terbesar responden menilai ketentuan PSBB belum dilakukan masyarakat adalah karena tuntutan ekonomi (51 persen).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian, diikuti dengan masih banyak warga berkerumun (17,2 persen), masih banyak warga pergi bekerja (11,7 persen), belum ada bantuan (9 persen).

Baca juga: Survei RRI dan Indo Barometer: 11,8 Persen Responden Masih Ingin Mudik

Alasan lainnya yaitu, masih banyak warga Muslim melaksanakan shalat Jumat (5,5 persen), kesadaran masyarakat masih rendah (3,4 persen), dan kurang sosialisasi (2,1 persen).

Maka dari itu, Qodari menilai, pemerintah perlu lebih tegas dalam menerapkan PSBB.

“Artinya aparat pemerintah perlu lebih tegas dan menyeluruh dalam mengimplementasikan PSBB. Cara dan teknik implementasi di negara lain layak dicari untuk menjadi contoh,” ungkapnya.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Vaksinasi Dosis Ketiga Ditarget 2022, Sasar Lansia dan Kelompok Defisiensi Imunitas

Nasional
Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Waspadai Potensi Lonjakan Kasus Covid-19

Nasional
Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Ketua DPR Minta BSSN Segera Berbenah Pasca-peretasan

Nasional
Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Jokowi: Kemitraan ASEAN dan Korsel Harus Fokus pada Ekonomi Hijau dan Digital

Nasional
Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Situs Judi dan Pornografi Online belum Ditutup, Polisi Masih Lakukan Pengembangan

Nasional
Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Di KTT, Jokowi Sebut ASEAN Tak Ingin Terjebak Rivalitas dengan China

Nasional
Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Dewas Proses Laporan Novel terhadap Lili Pintauli Terkait Dugaan Pelanggaran Etik

Nasional
Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Pemerintah Diminta Kaji Lagi Rencana PCR Jadi Syarat Semua Moda Transportasi

Nasional
Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Wamenkes Minta Masyarakat Tak Larut dalam Euforia Penurunan Kasus Covid-19

Nasional
Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

Saksi Polisi Ungkap Alasan Tidak Bawa Borgol Saat Kejar Anggota Laskar FPI

Nasional
Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

Jokowi Minta Harga PCR Turun Jadi Rp 300.000, Ini Kata Gakeslab

Nasional
Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

Prabowo Serahkan 2 Kapal Angkut Tank Buatan Dalam Negeri ke TNI AL

Nasional
Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

Ketua DPR Minta Harga Tes PCR Tak Lebih Mahal dari Tarif Tiket

Nasional
Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi 'Online' dengan 'Host' Wanita Seksi

Empat Tersangka Tarik Pelanggan Judi "Online" dengan "Host" Wanita Seksi

Nasional
Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

Jokowi Dinilai Bisa Pertimbangkan Johan Budi dan Febri Diansyah sebagai Jubir

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.