Luhut Sebut Investasi UEA untuk Ibu Kota Baru Tetap Berjalan, tetapi...

Kompas.com - 21/04/2020, 19:48 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konfrensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan konfrensi video menjawab pertanyaan awak media melalui akun Youtube Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Senin (16/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan mengaku sempat menerima telepon dari Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab (UEA) Suhail Mohamed Faran Al Mazrouei tiga hari lalu.

Menurut Luhut, Suhail menanyakan terkait investasi UEA di Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund untuk pendanaan ibu kota baru.

"Menteri Suhail ini sebagai counterpart saya, nah di situ dia menanyakan lagi, 'Mr.Luhut ini ibu kota yang baru Sovereign Wealth Fund (SWH) bagaimana, relevan kita jalan enggak?'," kata Luhut dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR, Selasa (21/4/2020).

Baca juga: Luhut Soal Larangan Mudik: Sudah Cukup Kita Ambil Risiko

Luhut mengatakan, inventasi melalui Sovereign Wealth Fund tersebut masih bisa terus berjalan.

Namun, ia menyampaikan, saat ini Pemerintah Indonesia masih fokus dalam menangani pandemi Covid-19.

"Saya bilang ya jalan saja karena SWH bukan hanya untuk ibu kota saja, tapi itu juga untuk infrastruktur tempatnya pak Basuki (Menteri PUPR), Ya saya bilang sama dia, kami masih konsentrasi penuh kepada Covid-19," ujar dia. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Luhut juga mengatakan, setelah pandemi Covid-19 berakhir, Pemerintah Indonesia akan mendiskusikan lebih lanjut terkait hal tersebut.

"Nah saya setuju, tapi kan kita harus bicara. Karena setelah Covid-19 ini, akan terjadi perubahan-perubahan struktur bisnis di dunia ini. Karena itu kita semua kerjakan pak," ucap dia. 

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ) juga memberikan sumbangan berupa alat pelindung diri (APD) kepada Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Luhut: Boro-boro Pikir Ibu Kota Baru, Kami Fokus ke Virus Corona

Adapun Uni Emirat Arab (UEA) dan Indonesia sepakat meneken kerja sama investasi senilai 6,8 miliar dollar AS atau setara Rp 314,9 triliun.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.