Jokowi Ingatkan Jajarannya soal Keterbukaan Informasi Seputar Covid-19

Kompas.com - 20/04/2020, 11:52 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberi imbauan kepada masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2. Kedisiplinan merupakan kunci mengatasi pandemi virus corona. Presiden mengemukakan itu dalam video yang diunggah Sekretariat Presdien ke akun Youtube, Sabtu (18/4/2020). YoutubePresiden Joko Widodo saat memberi imbauan kepada masyarakat agar disiplin mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2. Kedisiplinan merupakan kunci mengatasi pandemi virus corona. Presiden mengemukakan itu dalam video yang diunggah Sekretariat Presdien ke akun Youtube, Sabtu (18/4/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan jajarannya untuk membuka segala informasi yang berkaitan dengan penanganan virus corona (Covid-19).

"Mengenai komunikasi yang terbuka, sistem data dan informasi yang terbuka kepada semua pihak," kata Jokowi saat rapat terbatas dengan menteri dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, lewat konferensi video, Senin (20/4/2020).

Presiden Jokowi mengatakan, ia tak ingin lagi pemerintah dianggap menutup-nutupi berbagai hal yang terkait penanganan Covid-19.

Baca juga: KSP: Keterbukaan Informasi Covid-19 Harus Diukur agar Tak Timbulkan Kepanikan

Sebab, ia menegaskan bahwa sejak awal memang tak ada hal yang ditutup-tutupi.

"Jangan ada yang menganggap lagi kita menutupi. Tidak ada sejak awal kita menutupi masalah-masalah yang ada," kata dia.

Catatan pemberitaan Kompas.com pada 13 Maret 2020 lalu, Presiden Jokowi pernah mengakui bahwa pemerintah merahasiakan sejumlah informasi soal penanganan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Presiden Jokowi Minta PSBB Dievaluasi Total

Kepala Negara saat itu menyebut, tidak semua informasi memang bisa disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan kepanikan.

"Saya sampaikan penanganan pandemi Covid-19 terus menjadi perhatian kita. Memang ada yang kita sampaikan dan ada yang tidak kita sampaikan," ujar Presiden Jokowi, kala itu.

"Karena kita tidak ingin menimbulkan keresahan dan kepanikan di tengah masyarakat," lanjut dia.

Namun belakangan, Presiden Jokowi memang seringkali meminta berbagai informasi untuk dibuka ke publik.

Baca juga: Ahli Peringatkan, Informasi Hoaks Corona Bisa Berakibat Korban Nyawa

Termasuk terkait data Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Indonesia.

Jumlah pasien positif virus corona di Indonesia sendiri hingga Minggu (20/4/2020) kemarin, berjumlah 6.575 kasus.

Dari jumlah itu, 582 pasien meninggal dan 686 pasien dinyatakan sembuh.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Target Testing 400.000 Per Hari Belum TerCapai, Ini Kata Kemenkes

Target Testing 400.000 Per Hari Belum TerCapai, Ini Kata Kemenkes

Nasional
Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Di Depan Anggota DPRD Jambi, Firli Bahuri Bicara soal Kesejahteraan Umum

Nasional
Oktober, Warga Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa Pedulilindungi

Oktober, Warga Tak Punya Smartphone Bisa Naik Pesawat atau KA Tanpa Pedulilindungi

Nasional
Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Hari Ini, Jokowi Dijadwalkan Tanam Mangrove Bersama Warga Riau dan Kepri

Nasional
Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Jubir Presiden: RI Salah Satu Negara Terbaik Tangani Covid-19

Nasional
Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Ini Hasil Evaluasi PPKM 21-27 September dari Pemerintah

Nasional
UPDATE: 4.209.403 Kasus Covid-19 dan Klaim Kondisi Membaik

UPDATE: 4.209.403 Kasus Covid-19 dan Klaim Kondisi Membaik

Nasional
Menanti Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin

Menanti Wakil Ketua DPR Pengganti Azis Syamsuddin

Nasional
Risma Kerahkan Tim Kumpulkan Manusia 'Silver' untuk Dibekali Keterampilan Kerja

Risma Kerahkan Tim Kumpulkan Manusia "Silver" untuk Dibekali Keterampilan Kerja

Nasional
Pemerintah Diminta Tak Gegabah Izinkan Kegiatan Berskala Besar

Pemerintah Diminta Tak Gegabah Izinkan Kegiatan Berskala Besar

Nasional
Merosotnya Kepercayaan Publik pada KPK...

Merosotnya Kepercayaan Publik pada KPK...

Nasional
Yang Perlu Diketahui soal Varian Baru Covid-19 Bernama R.1

Yang Perlu Diketahui soal Varian Baru Covid-19 Bernama R.1

Nasional
[POPULER NASIONAL] Varian Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 1.040 Kasus | Jokowi Ajak Masyarakat Sambut Pandemi Jadi Endemi

[POPULER NASIONAL] Varian Baru Covid-19 di Jakarta Tembus 1.040 Kasus | Jokowi Ajak Masyarakat Sambut Pandemi Jadi Endemi

Nasional
Kepuasan atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg:Tak Begitu Jauh dengan Perhitungan Kami

Kepuasan atas Kinerja Jokowi Turun, Stafsus Mensesneg:Tak Begitu Jauh dengan Perhitungan Kami

Nasional
Wakil Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kenalkan Stepanus Robin ke Azis Syamsuddin

Wakil Kasatreskrim Polrestabes Semarang Kenalkan Stepanus Robin ke Azis Syamsuddin

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.