Survei SMRC Sebut Warga Jawa Barat Kurang Kesadaran akan Bahaya Covid-19

Kompas.com - 17/04/2020, 11:09 WIB
Sejumlah penumpang bersiap menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penumpang kereta api menuju Jakarta diatur untuk menjaga jarak fisik dan jumlah penumpang dibatasi. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSejumlah penumpang bersiap menaiki Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Pada hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penumpang kereta api menuju Jakarta diatur untuk menjaga jarak fisik dan jumlah penumpang dibatasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dibandingkan dengan provinsi lain, warga Jawa Barat dinilai memiliki kesadaran yang paling rendah terhadap bahaya wabah Covid-19 yang disebabkan virus corona.

Hal ini mengacu pada temuan lembaga penelitian Saiful Mujani Research and Consulting ( SMRC) tentang wabah Covid-19 yang dirilis Jumat (17/4/2020).

"Secara umum warga di Jawa Barat terlihat memiliki kesadaran yang paling rendah akan bahaya penyakit ini dibanding wilayah lain," kata peneliti SMRC Sirajuddin Abbas melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Survei SMRC: 11 Persen Warga Tetap Ingin Mudik Saat Wabah Covid-19, Mayoritas dari DKI

Abbas menjelaskan, temuan ini disimpulkan atas sejumlah indikator.

Saat ditanya mengenai pengetahuan soal Covid-19, 100 persen responden dari Jawa Barat mengaku tahu akan penyakit yang disebabkan virus corona tersebut.

Namun, hanya 77 persen responden dari Jawa Barat yang percaya bahwa Covid-19 mengancam nyawa.

Sebagai perbandingan, persentase responden yang percaya Covid-19 mengancam nyawa berdasarkan wilayah sebagai berikut: DKI Jakarta ada 92 persen, Jawa Tengah ada 91 persen, Jawa Timur sebesar 96 persen.

Kemudian, Banten ada 89 persen, Sulawesi Selatan mencapai 99 persen, dan provinsi lainnya 95 persen.

Baca juga: Survei SMRC: 77 Persen Masyarakat Indonesia Merasa Terancam Ekonominya karena Covid-19

Dalam hal penilaian masyarakat terhadap aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) misalnya, hanya 86 persen warga Jawa Barat yang setuju bahwa PSBB dapat mencegah penyebaran Covid-19.

Padahal, persentase nasional yang menilai PSBB dapat mencegah penyebaran Covid-19 mencapai 87,6 persen.

Selain itu, Jawa Barat juga menjadi provinsi yang warganya paling sedikit memberi dukungan atas pemberlakuan sanksi PSBB.

Sebab, hanya 29 persen warga Jawa Barat yang setuju jika pelanggar PSBB diberi sanksi. Sementara presentase nasional mencapai 39 persen.

"Warga Jawa Barat juga paling rendah dukungannya terhadap aturan-aturan dalam PSBB," ujar Abbas.

Baca juga: Ridwan Kamil Kirimkan Surat Pengajuan PSBB untuk 5 Wilayah Bandung Raya

Petugas kesehatan tengah melakukan rapid tes di Bandung beberapa waktu lalu.Humas Pemprov Jabar Petugas kesehatan tengah melakukan rapid tes di Bandung beberapa waktu lalu.
Atas temuan ini, pemerintah diminta lebih intensif memberikan edukasi mengenai wabah Covid-19 kepada warga Jawa Barat.

"Edukasi yang lebih intensif tentang bahaya Covid-19 dan penerapan PSBB perlu dilakukan terhadap warga di Jawa Barat," kata Abbas.

Untuk diketahui, SMRC merupakan lembaga riset dan konsultasi yang didirikan oleh Saiful Mujani.

Penelitian mengenai wabah Covid-19 ini dilakukan untuk mengetahui pengalaman warga berhadapan dengan corona yang menyita perhatian dunia termasuk Indonesia.

Baca juga: Keyakinan Jokowi soal Covid-19 yang sampai Akhir Tahun...

Survei bertujuan untuk menggali bagaimana sikap warga terhadap Covid-19, terhadap kebijakan-kebijakan terkait yang sudah dibuat pemerintah, dan bagaimana kehidupan sosial ekonomi warga di tengah-tengah wabah.

Survei dilakukan pada 9 sampai 12 April 2020 terhadap 1.200 responden yang diwawancarai melalui telepon yang dipilih secara acak, dengan margin of error 2,9 persen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X