Dewas Sebut Direktur TVRI Ikut Memprovokasi Konflik Internal

Kompas.com - 16/04/2020, 15:27 WIB
Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama.
ANTARA FOTO/PUSPA PERWITASARIKetua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik TVRI Arief Hidayat (kanan) bersama anggota Maryuni Kabul Budiono (tengah) dan Made Ayu Dwie Mahenny (kiri) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/1/2020). Rapat tersebut untuk mendapat kejelasan dari Dewan Pengawas TVRI tentang perkembangan penyelesaian masalah pemberhentian Direktur Utama LPP TVRI Helmy Yahya. FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari/ama.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengawas (Dewas) TVRI Arief Hidayat Thamrin mengatakan, direktur TVRI ikut melakukan provokasi dalam konflik internal antar karyawan di LPP TVRI.

Arief juga menyampaikan, bukti-bukti provokasi berupa foto-foto dari media sosial dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR melalui konferensi video, Kamis (16/4/2020).

"Kemudian karyawan juga sangat prihatin dan sudah terjadi konflik yang cukup frontal, buktinya sebagai berikut ada beberapa data yang kami sampaikan sebagai berikut," kata Arief.

Arief mengatakan, terdapat foto-foto dan tulisan yang bersifat persekusi yang ditujukan untuk Dewas TVRI yang dilakukan beberapa karyawan.

Baca juga: Dewas TVRI Sebut 3 Direktur Ingin Helmy Yahya Kembali Jadi Dirut

Ia pun merasa khawatir atas kondisi internal yang penuh dengan ancaman tersebut

"Selanjutnya, adalah di WhatsApp group cukup ramai istilah Dewas harus diiris lehernya, asah badik siap perang, kemudian gambar senjata badik kemudian bahkan antar karyawan saling mengancam," ujarnya.

Arief juga mengatakan, direktur TVRI juga ikut melakukan provokasi dan menyemangati para karyawan.

Menurut dia, tak semestinya direktur melakukan provokasi tersebut.

Baca juga: Dewan Pengawas Ungkap Alasan Pemberhentian 3 Direktur TVRI

"Kemudian dua gambar ini hanya menyampaikan bahwa Direksi juga ikut dalam hal ini, dimana kadang-kadang ikut menyemangati, ikut ada provokasi dan juga ada aktif di komite penyelamat, sehingga ini adalah bagian yang kita melihat tidak semenstinya diambil langkah oleh direksi," ucapnya.

Lebih lanjut, Arief mengatakan, saat ini Dewas tengah melakukan banyak konsultasi dan koordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan Kemenkominfo.

"Lalu kami konsultasi dengan watimpres dan kepala KSP, sehingga paling tidak kami ingin tahu dan ingin mendapatkan input atau konsultasi apa yang baiknya di TVRI dengan mandat yg ada di Dewas," pungkasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X