Update 15 April: 5.136 Kasus Positif Covid-19, 800 RS Rujukan Dioperasikan, hingga Produksi 16.000 APD

Kompas.com - 16/04/2020, 05:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah mengumumkan bahwa masih terjadi penularan virus corona yang menyebabkan wabah Covid-19 di Tanah Air.

Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah sejak Selasa (14/4/2020) pukul 12.00 WIB hingga Rabu (15/4/2020) pukul 12.00, ada penambahan 297 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Dengan demikian, secara akumulasi ada 5.136 kasus Covid-19 di Indonesia sejak kasus perdana diumumkan pada 2 Maret 2020 silam.

Baca juga: UPDATE: Data Sebaran 5.136 Kasus Covid-19 di 34 Provinsi

Hal ini diungkapkan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Rabu sore.

"Secara keseluruhan kasus positif yang kita dapat hari ini adalah 297 pasien sehingga total terkonfirmasi positif akumulatif menjadi 5.136 orang," ujar Achmad Yurianto.

Jumlah ini didapatkan berdasarkan jumlah pasien yang sudah diperiksa spesimennya, yaitu 33.001 orang.

Hasil itu juga memperlihatkan bahwa 27.865 orang negatif virus corona.

Adapun total spesimen yang diperiksa hingga 1 April 2020 pukul 12.00 WIB diketahui ada 36.431. Maksudnya, satu orang bisa diambil lebih dari satu kali pemeriksaan.

Dalam periode yang sama, Yuri juga mengumumkan bahwa ada penambahan 20 pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh.

Ini menyebabkan total pasien yang dinyatakan negatif virus corona berdasarkan dua kali pemeriksaan ada 446 kasus.

Namun, Yuri mengungkapkan kabar duka dengan adanya 10 pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: UPDATE: Tambah 20 Orang, Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 446

Ada 469 pasien yang tutup usia setelah dinyatakan positif virus corona hingga kemarin siang.

"Seperti yang kita saksikan bersama, dari data yang kita sajikan bahwa penularan masih terjadi, penyebaran penyakit masih terjadi," ujar Yurianto.

Pemerintah pun mengajak masyarakat untuk saling bantu dan saling mengingatkan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Ia berharap langkah ini bisa menekan jumlah penderita Covid-19 di Tanah Air.

"Mari kita bahu membahu untuk saling membantu. Saling menjaga untuk memastikan tidak ada lagi penularan," ujar Yuri.

"Tidak ada lagi yang menular dan tidak ada lagi kelompok rentan masyarakat yang tertular," kata dia.

Selain itu, Yuri berharap pasien yang melakukan isolasi diri di rumah atau secara kelompok di tingkat RW atau kelurahan dapat berjalan baik dengan bantuan masyarakat.

Masyarakat diharapkan tidak melakukan diskriminasi terhadap pasien Covid-19 yang menjalani pemeriksaan di rumah, rumah sakit, juga yang sudah sembuh.

"Jangan diskriminasi pasien Covid-19 yang sudah sembuh, yang telah kembali ke rumah," ujar dia.

Baca juga: PGI Ingatkan Masyarakat Tak Diskriminasi Orang yang Terpapar Covid-19


Jawa Timur catat penambahan kematian tertinggi 

Jawa Timur mencatat penambahan kasus kematian tertinggi dengan 4 pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Dengan begitu, total pasien yang meninggal dunia di Jatim hingga kemarin siang mencapai 45 orang.

Kemudian, di Banten, tercatat terdapat 2 pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan penambahan tersebut, total pasien meninggal dunia di Banten sebanyak 25 orang.

Selanjutnya, di Jawa Tengah terdapat 1 pasien Covid-19 meninggal dunia. Secara keseluruhan, di Jawa Tengah ada 27 orang yang meninggal dunia.

Berikutnya, Kalimantan Selatan dengan 1 pasien Covid-19 meninggal dunia sehingga total 6 orang meninggal dunia hingga kemarin siang.

Baca juga: Update: 4.241 Orang Terinfeksi Covid-19, Jumlah Tambahan Kasus Terbanyak di Jawa Timur

Lalu, di Kalimantan Tengah terdapat 1 pasien Covid-19 meninggal dunia. Totalnya, 2 orang meninggal dunia di sana.

Terakhir, di Lampung, ada 1 pasien Covid-19 meninggal dunia sehingga 5 orang yang meninggal dunia hingga kemarin siang. 

Adapun kasus meninggal dunia tertinggi terjadi di DKI dengan 242 orang. Kemudian, Jawa Barat 52 orang, dan Jawa Timur 45 orang.

Operasikan 800 rumah sakit rujukan

Achmad Yurianto mengatakan, ada lebih dari 800 rumah sakit rujukan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah menangani pasien Covid-19.

"Sudah lebih dari 800 rumah sakit. Baik milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, milik BUMN, milik TNI-Polri, milik swasta," ujar Yuri.

Dari jumlah rumah sakit rujukan yang sudah dioperasionalkan, tersedia 4.000 lebih tempat tidur.

Yuri menyebut, rumah sakit rujukan tersebut juga memiliki fasilitas berupa ruang isolasi tekanan negatif dan telah disiapkan ventilator.

Dengan begitu, pasien yang mengalami kondisi sedang-berat bisa mendapatkan layanan terbaik.

Selain itu, pemerintah sudah mengoperasikan dua rumah sakit dadakan, yakni Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta dan RSD Covid-19 Pulau Galang, Batam, Kepulauan Riau.

Baca juga: RSD Covid-19 Pulau Galang Dijaga 423 Personel Komando Tugas Gabungan Terpadu

"Ini bentuk kesungguhan kita di dalam menangani Covid-19 ini," kata Yuri. 

Produksi 16.000 APD

Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah memiliki target mampu memproduksi 16.000 alat perlindungan diri (APD) setiap hari. 

Target tersebut dipatok guna mendukung peran petugas medis yang tersebar di pelosok Tanah Air.

Yuri mengatakan, dalam memproduksi APD tersebut, pemerintah akan menggunakan bahan baku lokal dengan standar terbaik untuk memberikan perlindungan maksimal bagi tenaga medis.

Menurut dia, produksi APD itu juga sudah mendapat dukungan langsung dari Asosiasi Perstektilan Indonesia (API) dan sudah lolos tes uji di Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian.

Baca juga: Jokowi Minta Izin Impor Bahan Baku APD Dipermudah

Menurut dia, produksi APD buatan dalam negeri juga telah mendapat pengakuan dari badan kesehatan dunia (WHO).

"Diakui standarnya oleh badan kesehatan dunia," kata dia. 

Yuri mengatakan, target produksi tersebut juga menegaskan bahwa pemerintah telah berupaya ekstra membuat petugas medis dapat bekerja dengan rasa aman.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.