Istana Ganti Aplikasi Video Conference, Rapat Jokowi Sempat Tersendat

Kompas.com - 15/04/2020, 11:02 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi Covid-19 dan pelemahan ekonomi. ANTARA FOTO/Biro Pers - Lukas/hma/hp. ANTARA FOTO/Biro Pers-LukasPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (kanan) mengikuti KTT ASEAN Plus Three secara virtual dari Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (14/4/2020). Dalam KTT tersebut Presiden Jokowi mendorong adanya penguatan kerja sama negara ASEAN Plus Three (APT) untuk menciptakan resiliensi terhadap tantangan pandemi Covid-19 dan pelemahan ekonomi. ANTARA FOTO/Biro Pers - Lukas/hma/hp.
Penulis Ihsanuddin
|
Editor Bayu Galih

JAKARTA, KOMPAS.com - Istana Kepresidenan mengganti aplikasi yang digunakan untuk rapat virtual Presiden Joko Widodo dan para menteri.

Akibat penggantian aplikasi ini, rapat virtual yang digelar pada Rabu (15/4/2020) sempat tersendat.

Awalnya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan kepada Presiden bahwa rapat kali ini menggunakan aplikasi video conference yang berbeda dari sebelumnya.

"Bapak Presiden perlu kami laporkan sebelum ratas dimulai, hari ini kita menggunakan aplikasi yang berbeda dengan yang lalu," kata Pramono.

Baca juga: Keamanan Data Negara dan Rencana Pemerintah Bikin Aplikasi Rapat Virtual seperti Zoom

Sebelumnya, Istana menggunakan aplikasi Zoom untuk rapat virtual. Namun, Pramono Anung tak menyebutkan aplikasi baru yang digunakan.

Kali ini, tampilan antarmuka aplikasi juga tak ditampilkan lagi.

Layanan live streaming yang disiarkan Istana Kepresidenan hanya menampilkan Presiden Jokowi yang duduk di ruang kerjanya.

Pramono menyebutkan, pergantian aplikasi ini atas koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Nasional.

"Karena aplikasi yang lalu, begitu dipakai oleh sidang kabinet, semuanya mengunakan aplikasi yang sama. Maka atas koordinasi dengan BSSN kita akan memakai aplikasi-aplikasi yang bergantian supaya tidak bisa dilacak oleh siapa pun," kata dia.

Baca juga: Pemerintah Kaji Pembuatan Aplikasi Rapat Virtual Seperti Zoom

Setelah memberi penjelasan soal aplikasi baru ini, Pramono pun mempersilakan Presiden membuka rapat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X