Orangtua Diminta Beri Contoh ke Anak Terkait Aktivitas Pencegahan Covid-19

Kompas.com - 11/04/2020, 16:07 WIB
Sejumlah siswa sekolah menengah pertama di Surabaya memanfaatkan wastafel yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya untuk cuci tangan, Jumat (6/3/2020). Dok. Pemkot SurabayaSejumlah siswa sekolah menengah pertama di Surabaya memanfaatkan wastafel yang disediakan Pemerintah Kota Surabaya untuk cuci tangan, Jumat (6/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku UNICEF Rizky Ika Syafitri mengatakan, orangtua harus memberikan contoh mengenai aktivitas pencegahan Covid-19 seperti, mencuci tangan dengan sabun hingga tak keluar rumah.

Sebab, anak-anak meniru apa yang dilakukan orang dewasa dalam hal ini orangtua di rumah.

"Saya ingatkan orangtua di rumah untuk jadi role model untuk anak-anak, karena anak-anak mencontoh meniru orang dewasa lakukan," kata Kiki dalam konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu (11/4/2020).

Baca juga: UNICEF: Menurut Anak-anak, Physical Distancing Belum Dilakukan dengan Baik

Kiki mengatakan, kegiatan pencegahan penularan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, pasti akan ditiru oleh anak-anak.

"Yang kita lakukan anak akan melihat itu atau ketika berpergian, pakai hand sanitizer, anak-anak akan melihat itu, atau terpaksa keluar rumah anak-anak akan mengikuti itu," ujarnya.

Lebih lanjut, Kiki mendorong, setiap orangtua bersikap ramah dan menjaga soliditas terhadap anak-anak di tengah masa sulit pandemi Covid-19 ini, sehingga anak-anak memahami informasi pencegahan virus corona dengan baik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Berbagai Jenis Vaksin yang Diperlukan oleh Anak-anak

"Dan yang lain, be kind, jaga solidaritas di masa sulit ini, pasti bisa kita hadapi kalau ini dilakukan secara bersama-sama dan anak-anak mulai berubah dengan mengetahui informasi pencegahan Covid-19," pungkasnya.

Sebelumnya, berdasarkan survei jejak yang dilakukan UNICEF pada Maret 2020, hampir 60 persen anak-anak menyatakan penerapan physical distancing di Indonesia belum dilakukan dengan baik.

Survei tersebut menggunakan platform yang dikelola UNICEF yaitu Youreport yang berisi 100.000 anak-anak dan remaja Indonesia berusia 16-18 tahun.

Baca juga: Selama Pandemi Corona, Kak Seto Sebut RT RW Harus Kreatif Cegah Anak-anak Beraktivitas di Luar Rumah

"Surveinya untuk melihat apakah yang kita lakukan selama ini punya dampak untuk anak-anak, dari segi pengetahuan tentang pencegahan, pengetahuan tentang gejala dan pengetahuan tentang gejala cuci tangan," kata Kiki dalam konferensi pers di Graha BNPB, Sabtu (11/4/2020).

"Dan apakah orang-orang di sekitar mereka sudah menjaga jarak satu meter? Sayangnya, menurut pengamatan mereka 60 persen menjawab belum, maka jaga jarak pesannya harus diperkuat," sambungnya.

Baca juga: 7 Cara Menjaga Anak-anak Tetap Sehat Selama Pandemi Virus Corona

Kiki mengatakan, dalam survei jejak pendapat, menunjukkan sebanyak 40 persen anak-anak masih keluar rumah untuk kepentingan lain yang tidak darurat.

Oleh karenanya, menurut dia, pesan larangan berpergian dan larangan berkumpul harus diperkuat.

"Kita juga bertanya apakah dalam tujuh hari terakhir, anak-anak ini keluar rumah untuk kepentingan lain selain membeli makanan, atau berobat, dan 40 persen menjawab iya, larangan berkumpul, larangan untuk tidak bepergian atau di rumah saja, pesan itu perlu diperkuat," ujarnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Mengenang Salim Kancil, Aktivis yang Dibunuh karena Menolak Tambang Pasir

Nasional
[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

[POPULER NASIONAL] KPK Tahan Azis Syamsuddin | Profil Azis Syamsuddin

Nasional
Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Ganjil-genap Margonda Depok Tak Berlaku untuk Roda 2, Ini Penjelasan Dishub

Nasional
Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Tinjau Vaksinasi di Tanah Sereal, Ketua DPR Ajak Warga Gotong Royong Terapkan Prokes

Nasional
Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Jokowi Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun ke-61 untuk Karangtaruna

Nasional
Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Alex Noerdin dan Azis Syamsuddin Tersangka Korupsi, Golkar: Kami Prihatin...

Nasional
Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Mendag: Aplikasi PeduliLindungi Segera Diuji Coba di 6 Pasar Rakyat

Nasional
Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Stafsus Presiden: Pembangunan Jalan Trans Papua Capai 3.446 Kilometer

Nasional
UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

UPDATE 25 September: 133 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta, 3 Pasien Meninggal

Nasional
Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Wapres: Pemerintah Fokus ke 4 Bidang untuk Bangun Ekonomi Syariah

Nasional
Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Pemerintah Sesalkan dan Kutuk Keras Pelaku Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar

Nasional
 UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

UPDATE: 257.803 Spesimen Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate dengan PCR 4,06 Persen

Nasional
Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Sederet Fakta Penangkapan Azis Syamsuddin...

Nasional
UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

UPDATE: Sebaran 2.137 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di Jawa Tengah

Nasional
Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Jadi Tersangka KPK, Azis Syamsuddin Dinonaktifkan dari Golkar

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.