Glenn Fredly dan Jejak Langkahnya Perjuangkan Hak Asasi Manusia...

Kompas.com - 09/04/2020, 12:23 WIB
Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam konser Harmonia Titik Balik yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPenyanyi Glenn Fredly tampil dalam konser Harmonia Titik Balik yang digelar di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat, Kamis (14/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar duka begitu datang tiba-tiba saat penyanyi Glenn Fredly diketahui tutup usia di Rumah Sakit Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta Selatan pada Rabu (8/4/2020).

Glenn Fredly meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit meningitis yang diidapnya.

Musisi kelahiran Jakarta, 30 September 1975 ini memiliki perhatian terhadap permasalahan kemanusiaan, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup, khususnya di Indonesia bagian Timur.

Glenn juga kerap hadir dalam kegiatan atau kampanye sosial dan penggalangan dana.

Baca juga: Najwa Shihab Baru Tahu Glenn Fredly Sedang Sakit Kepala Saat Menyanyi untuk Konser Amal

Dia bahkan ikut mendatangi keluarga korban pelanggaran HAM untuk menyuarakan dukungan terhadap mereka dalam mencari keadilan.

"Bagi kami di Kontras, Glenn Fredly adalah sosok musisi yang sangat jelas keberpihakannya dan kontribusinya pada kemanusiaan dan hak asasi manusia," kata Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Aktivis Hak Asasi Manusia Haris Azhar juga mengatakan, Glenn merupakan artis yang paling sering mendatangi keluarga korban pelanggaran HAM.

"Seingat saya, artis yang paling sering datang isi acara dan mendatangi keluarga korban pelanggaran HAM adalah dia (Glenn)," kata Haris ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (9/4/2020).

Baca juga: Sosok Glenn Fredly di Mata Khofifah, Musisi Romantis, Ramah, dan Humoris

Berikut perjalanan Glenn Fredly dalam upaya memperjuangkan HAM dan Lingkungan Hidup semasa hidupnya:

1. Penuntasan kasus Munir

Yati mengatakan, Glenn semasa hidupnya memberikan dukungan untuk penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM yaitu Munir Said Thalib.

Glenn terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang digelar untuk menagih janji pemerintah dalam menyelesaikan kasus tersebut.

"Termasuk hadir dalam siaran pers mengenai peresmian Munirpad dan berpartisipasi saat Omah Munir didirikan," kata Yati.

Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional di istora Senayan Jakarta, Jumat (11/10/2019).KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Penyanyi Glenn Fredly tampil dalam Pekan Kebudayaan Nasional di istora Senayan Jakarta, Jumat (11/10/2019).

2. Kunjungi keluarga korban penghilangan paksa 1997/1998

Yati mengatakan, Glenn mendatangi dan memberikan dukungan kepada keluarga korban penghilangan paksa pada 1997/1998.

Dukungan tersebut langsung diberikan Glenn kepada orangtua korban penghilangan paksa yang masih menunggu kejelasan dari pemerintah.

"Dengan sukarela dan suka hati, ia bersama kami mengunjungi orangtua Bimo Petrus di Malang, Ucok Munandar Siahan di Depok. Ini untuk menunjukan dukungannya kepada keluarga korban," ujar Yati.

Baca juga: Aksi Kamisan: Panjang Umur Perjuangan Keluarga Korban!

3. Dukungan untuk jemaah GKI Yasmin

Menurut Yati, Glenn juga ikut memberikan dukungan kepada jemaah di GKI Yasmin, Bogor yang mendapat penghadangan dalam melakukan ibadah.

Vokalis yang pernah bergabung bersama grup Funk Section ini beberapa kali ikut jemaat GKI Yasmin menyuarakan aspirasinya di depan Istana Merdeka.

Glenn juga pernah merayakan Natal bersama jemaat dan bernyanyo bersama mereka.

Baca juga: Bima Arya Janji Tuntaskan Polemik GKI Yasmin Pertengahan 2020

4. Sekolah HAM

Lebih lanjut,Yati mengatakan, Glenn bersama sejumlah rekan musisinya ikut mengisi sekolah HAM Kontras (SEHAMA) melalui musik dan pandangannya terkait pentingnya masyarakat untuk menyuarakan HAM.

"Pentingnya keterlibatan anak muda dan masyarakat dalam promosi atau menyuarakan hak asasi manusia apapun latar belakangnya," kata Yati.

Penyanyi Glenn Fredly bernyanyi saat konser Musika Foresta di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (13/5/2017). Konser Musika Foresta ini bertujuan mengenalkan dan mendekatkan generasi muda kepada hutan-hutan di Indonesia melalui lagu dan kolaborasi para musisi Tanah Air.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Penyanyi Glenn Fredly bernyanyi saat konser Musika Foresta di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (13/5/2017). Konser Musika Foresta ini bertujuan mengenalkan dan mendekatkan generasi muda kepada hutan-hutan di Indonesia melalui lagu dan kolaborasi para musisi Tanah Air.

5. Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Bali

Berdasarkan catatan Kompas.com, Glenn merupakan salah satu artis yang menyuarakan penolakan reklamasi Teluk Benoa, di Bali.

Dalam acara Soundrenaline 2017, di Garuda Wisnu Kencana, Bali, Minggu (10/9/2017) malam, Glenn melontarkan teriakan solidaritas bagi mereka yang menolak reklamasi Teluk Benoa.

"Salam merdeka teman-teman semua! Mana suara tolak reklamasi Teluk Benoa? Mana suaranya?!" seru Glenn.

Baca juga: Ditanya Soal Reklamasi Teluk Benoa, Jokowi Balik Bertanya

Diketahui, wacana reklamasi Teluk Benoa di Bali bergulir pada era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Ketika itu, SBY menerbitkan Perpres Nomor 51 tahun 2014 yang merubah Teluk Benoa yang sebelumnya kawasan konservasi perairan menjadi zona budi daya yang dapat di reklamasi.

Namun, wacana tersebut mendapat penolakan dari elemen masyarakat dan Gubernur Bali ketika itu I Wayan Koster.

6. Pencetus Voice Of The East

Sementara itu, Aktivis HAM Haris Azhar mengatakan, Glenn merupakan pencetus dari kampanye sosial Voice Of The East atau VOTE pada 2011 yang lalu.

Haris menceritakan, ia dan Glenn berdiskusi terkait kondisi masyarakat di Indonesia bagian Timur.

Glenn, kata dia, ketika itu, ingin menyuarakan kondisi buruk yang terjadi di Indonesia Timur dalam suatu kampanye besar.

"Terus dia (Glenn) mencetuskan bagaimana kalau kita bikin kampanye yang holistik, soal kondisi Indonesia timur, nah dia kan dari sana Indonesia timur, dengan tanda kutip kita mesti bersuara. Negeri ini banyak ngambil dari Indonesia timur tetapi kondisi Indonesia timurnya jelek," kata Haris.

Baca juga: Jokowi Sampaikan Dukacita atas Berpulangnya Glenn Fredly

Musisi Glenn Fredly tampil dalam acara Bentara Pentas Musik bertajuk Wuiiih Day, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Kamis (16/2/2012).KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZES Musisi Glenn Fredly tampil dalam acara Bentara Pentas Musik bertajuk Wuiiih Day, di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah, Kamis (16/2/2012).
Haris mengatakan, berangkat dari diskusinya dengan Glenn, dan dibantu organisasi seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) dan Kontras, maka dibentuk Voice Of The East (VOTE).

"Dia bukan artis yang pakai bedak, enggak. Dia yang bantu telepon artis-artis untuk bikin konser gede di Yogyakarta," ujarnya.

Haris mengatakan, ia membantu Glenn menggelar konser Voice Of The East di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada 2012 yang lalu. Bahkan, acara tersebut ikut dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

"Jadi ya dia bukan artis isap jempol saja. Di setiap rapat VOTE dia yang memimpin luar biasa dia, lebih banyak kegiatan-kegiatan isu publik terkait masalah lingkungan hidup, hak asasi manusia, dia suportif banget," tuturnya.

Lebih lanjut, Haris mengatakan, setelah konser VOTE digelar, Glenn menyuarakan isu-isu Indonesia Timur melalui film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014) bersama sutradara Angga Dwimas Sasongko.

"Kalau VOTE akhirnya kita lanjutkan di Kontras bikin riset soal komunitas masyarakat adat di Papua, pakai nama VOTE itu. Kalau Glenn bikin film yang Beta Maluku itu dengan Angga Dwi Sasongko mengembangkan masing-masing VOTE," ujar Haris Azhar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kementerian PAN-RB Siapkan Penerimaan 189.000 Pegawai Pemda di Seluruh Indonesia

Kementerian PAN-RB Siapkan Penerimaan 189.000 Pegawai Pemda di Seluruh Indonesia

Nasional
ICW Menentang Rencana KPK Terbitkan SP3

ICW Menentang Rencana KPK Terbitkan SP3

Nasional
Kasus Pengadaan Alkes Unair, Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Rp 14,1 Miliar

Kasus Pengadaan Alkes Unair, Mantan Pejabat Kemenkes Didakwa Rugikan Negara Rp 14,1 Miliar

Nasional
KPK: Terungkapnya Kasus Suap di Ditjen Pajak Berasal dari Laporan Masyarakat

KPK: Terungkapnya Kasus Suap di Ditjen Pajak Berasal dari Laporan Masyarakat

Nasional
KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

KPK: Pencegahan Pejabat Ditjen Pajak ke Luar Negeri Terkait Dugaan Suap

Nasional
Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Jokowi: Angka Kematian Pasien Covid-19 di Indonesia Masih Lebih Tinggi Dibanding Rata-rata Dunia

Nasional
Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Jokowi Minta Kasus Aktif Covid-19 Turun Tanpa Kurangi Testing Harian

Nasional
Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Januari hingga Juni, Jokowi Targetkan 40 Juta Orang Divaksinasi

Nasional
ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

ICJR: Kita Mengkhianati Akal Sehat jika UU ITE Tak Direvisi

Nasional
Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Jokowi Minta Masyarakat Tak Khawatir dengan Mutasi Virus Corona B.1.1.7

Nasional
Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Jokowi: 4,6 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Tiba di Indonesia Maret Ini

Nasional
Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Satu Tahun Pandemi, Kejagung Lakukan Lebih dari 500.000 Sidang Online

Nasional
Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Jemaah Haji 2021 Wajib Vaksin, Kemenag dan Kemenkes Diminta Koordinasi

Nasional
Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Istana Bantah Wapres Ma'ruf Amin Tak Dilibatkan dalam Susun Aturan Investasi Miras

Nasional
Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Polri Akan Tindak Polisi di Sumut yang Tembakkan Pistol di Warung Tuak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X