Setibanya di Bandara, Jemaah Umrah dari Saudi Tak Dikarantina, tetapi Dicek Kesehatan

Kompas.com - 08/04/2020, 20:44 WIB
Rombongan Amir saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). Rombongan jemaah umrah asal Lampung ini berangkat ke Arab Saudi saat pemerintah setempat memutuskan untuk menutup akses ke negara itu karena virus corona. (Foto: Amirudin Sormin/Facebook) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYARombongan Amir saat tiba di Bandara King Abdul Aziz, Arab Saudi, Kamis (27/2/2020). Rombongan jemaah umrah asal Lampung ini berangkat ke Arab Saudi saat pemerintah setempat memutuskan untuk menutup akses ke negara itu karena virus corona. (Foto: Amirudin Sormin/Facebook)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Agama mengaku telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, untuk menyambut kepulangan 58 jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan di Saudi Arabia.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim mengatakan, setibanya di bandara, para jemaah akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh KKP.

Pemeriksaan itu misalnya pengecekan suhu tubuh sebanyak minimal tiga kali menggunakan alat tembak dan thermal screening.

“Akan dilakukan juga wawancara kesehatan menyangkut riwayat kesehatan dan kontak fisik selama di Arab Saudi, termasuk keluhan adanya demam, batuk, suhu tinggi, dan sesak napas,” kata Arfi melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Baca juga: Rabu Besok, 58 Jemaah Umrah RI yang Tertahan di Saudi Pulang ke Tanah Air

Arfi mengatakan, setelah pemeriksaan, KKP akan memberikan status clear screening bagi mereka yang dinilai lulus pemeriksaan kesehatan.

Sementara itu, bagi mereka yang mengalami gejala Covid-19, akan dirujuk ke rumah sakit.

Jemaah umrah yang statusnya clear screening selanjutnya didata identitasnya dan diminta melakukan isolasi diri selama 14 hari.

KKP akan mengirimkan data identitas jemaah tersebut ke dinas kesehatan kabupaten/ kota tempat domisili mereka untuk dilakukan proses pemantauan kesehatan.

“Tidak ada karantina bagi jemaah, mengingat di Bandara Soetta tidak ada tempat karantina,” ujar Arfi.

Sebanyak 58 jemaah umrah asal Indonesia yang sempat tertahan kepulangannya di Saudi Arabia, akan diterbangkan ke Tanah Air.

Mereka dijadwalkan terbang ke Indonesia pada 9 April 2020.

Baca juga: Satu PDP di Bondowoso Positif Corona, Pernah Menjalankan Umrah

Adapun para jemaah ini tertahan karena adanya kebijakan lockdown yang diberlakukan Pemerintah Saudi selama pandemi Covid-19.

"Setelah melalui proses registrasi, terdata hingga saat ini ada 58 jemaah umrah Indonesia yang akan ikut program pemulangan yang digagas Deputi Umrah Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi," kata Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (8/4/2020).

Endang mengatakan, seluruh biaya pemulangan ditanggung oleh Pemerintah Arab Saudi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X