Pekerja Indonesia di Sabah dan Sarawak Tak Tahu Rencana Akan Dipulangkan

Kompas.com - 07/04/2020, 12:32 WIB
Tim gabungan dari Dinas Kesehatan Nunukan dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif Raider 600 Modang saat memeriksa suhu tubuh WNI yang melintas melalui pintu keluar masuk Nunukan di Pelabuhan Liem Hu Djung, Selasa (31/3/2020). IstimewaTim gabungan dari Dinas Kesehatan Nunukan dan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif Raider 600 Modang saat memeriksa suhu tubuh WNI yang melintas melalui pintu keluar masuk Nunukan di Pelabuhan Liem Hu Djung, Selasa (31/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Para pekerja migran Indonesia yang bekerja di Sabah dan Sarawak mengaku belum tahu informasi terkait rencana penjemputan yang dilakukan Pemerintah Indonesia akibat wabah Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang pekerja migran resmi yang bekerja di sebuah pertambangan batu di Sarawak, Malaysia, Mujianto.

"Yang ada di Sabah dan Sarawak belum tahu beritanya (informasinya)," ujar Mujianto ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Baca juga: Nestapa TKI Ilegal Indonesia Bertahan Saat Lockdown di Malaysia: Tak Digaji sampai Terpaksa Makan Tikus

Mujianto mengatakan, informasi penjemputan yang diterimanya baru sekadar untuk pekerja migran yang berada di semenanjung Malaysia.

Mujianto mengungkapkan, sejumlah pekerja migran mengaku ingin dijemput dan dapat kembali ke kampung halamannya masing-masing, baik itu pekerja migran legal maupun ilegal.

"Sebagian ada yang menunggu sampai ada kerja lagi, sebagian ada yang ingin pulang juga," kata dia.

Baca juga: Pulang dari Malaysia Lewat Jalur Tikus, 20 TKI Ilegal Diamankan di Sumatera Utara

Diberitakan sebelumnya, sebanyak tiga KRI Landing Platform Rock (LPD) disiagakan di Batam, Kepulauan Riau, guna mengangkut kepulangan 20.000 pekerja migran di Malaysia.

"Kemarin sudah disampaikan dari Kemenko Maritim, bahwasanya akan ada 20.000 personel (pekerja migran dari Malaysia)," ujar Yudo di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (3/4/2020).

Yudo menjelaskan, ketiga KRI itu disiagakan untuk mengangkut pekerja migran dengan tujuan Pulau Jawa dan Kota Makassar.

Baca juga: Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Dia mengatakan, penempatan tiga KRI itu di Batam dengan alasan agar bisa langsung bergerak apabila sudah ada keputusan waktu penjemputan.

"Jadi sewaktu-waktu digunakan untuk mengangkut personel, khususnya yang ke Jawa sudah siap semuanya di Batam," ujar Yudo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X