Lanskap Politik Indonesia dalam Kurungan Covid-19

Kompas.com - 06/04/2020, 13:08 WIB
Anggota DPR mengikuti Rapat Paripurna masa persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Rapat mengagendakan pembahasan tindak lanjut RUU KUHP dan RUU Permasyarakatan. ANTARA FOTO/Raqilla/pus/foc.
ANTARA FOTO/RAQILLAAnggota DPR mengikuti Rapat Paripurna masa persidangan III Tahun Sidang 2019-2020 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (2/4/2020). Rapat mengagendakan pembahasan tindak lanjut RUU KUHP dan RUU Permasyarakatan. ANTARA FOTO/Raqilla/pus/foc.

POLITIK adalah tentang who gets what, when, how, demikian ungkapan yang sangat dikenal dalam dunia politik. Definisi ini disampaikan oleh Harold Laswell, seorang ilmuwan politik Amerika, dalam salah satu bukunya yang terkenal di tahun 1936, dengan judul yang sama.

Berbicara tentang politik, berarti berbicara tentang siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana.

Untuk mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana, tentunya setiap parpol mesti memahami lanskap politik terkini di lingkungan tempatnya berada.

Begitu juga dengan partai politik di Indonesia. Pemahaman mengenai lanskap politik Indonesia terkini, menjadi dasar bagi setiap parpol dalam memilih jalan yang akan ditempuh untuk merebut kepercayaan masyarakat.

Menarik untuk menelaah, seperti apa lanskap politik Indonesia terkini, termasuk krisis Covid-19 yang menjadi bagian di dalamnya saat ini.

Peta politik parlemen

Lanskap politik Indonesia terkini yang pertama adalah perubahan peta politik di parlemen pasca Pileg 2019.

Saat ini ada sembilan partai politik parlemen. Enam parpol merupakan pendukung pemerintah, yaitu PDI-P, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, dan PPP. Adapun yang di luar pemerintahan ada tiga parpol, yaitu Demokrat, PKS, dan PAN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Koalisi parpol di dalam pemerintahan memiliki 427 kursi atau 74 persen, sedangkan parpol di luar pemerintahan memiliki 148 kursi atau setara dengan 26 persen kursi parlemen.

Secara matematis, parpol di luar pemerintahan, memiliki keterbatasan ruang gerak karena program dan anggaran pemerintah lebih condong seirama dengan program para parpol pendukung, dan begitu juga sebaliknya.

Dengan kata lain, butuh kemampuan ekstra untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang berbeda dengan kebijakan pemerintah. Apalagi tiga parpol di luar pemerintahan, saat ini masih memiliki posisi masing-masing.

PAN diprediksi memilih pendekatan soft dan cenderung mendekat ke pemerintah. Terpilih kembalinya Zulkifli Hasan dan keluarnya Amien Rais yang sangat kritis terhadap pemerintahan Jokowi dari struktur DPP PAN 2020-2025 bisa dianggap sebagai "kode keras" ingin mengambil hati pemerintah.

Adapun PKS cenderung mengambil jarak dari pemerintahan. Langkah PKS ini sangat strategis untuk menjaga pemilih mereka di 2019 lalu, yang notabene tidak memilih Joko Widodo.

Posisi tersebut sekaligus mengintip peluang mengambil ceruk pemilih Gerindra yang kecewa karena Gerindra bergabung dengan pemerintahan.

Untuk Demokrat, masih ditunggu bagaimana memosisikan dirinya dan menentukan pola relasi dengan pemerintah, koalisi parpol pendukung pemerintah, dan sesama parpol di luar pemerintahan pasca pergantian tampuk kepemimpinan ke Agus Harimurti Yudhoyono.

Di satu sisi, harus ada strong point dan strong value yang ditawarkan Demokrat dan bermanfaat serta berbeda dibandingkan dengan parpol-parpol pendukung pemerintah, sehingga Pemerintah merasa perlu mendengarkan masukan-masukan Demokrat.

Di sisi lain, Demokrat juga harus hadir menyuarakan aspirasi dan memberikan solusi untuk masyarakat yang terbatas aksesnya atau kurang terakomodir dalam kebijakan dan program pemerintah.

Gerakan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena kalau sekedar kencang ke pemerintah, ada PKS yang dianggap jauh lebih kencang, dan posisinya, clear and loud, jauh dari pemerintah.

Hanya, mendekati Pemilu 2024, lanskap politik ini dapat saja berubah. Parpol-parpol pendukung pemerintah bisa saja tidak selalu sepakat lagi, karena memiliki kepentingan untuk pemilu 2024.

Bagaimanapun, Presiden Joko Widodo tidak dapat maju lagi di 2024, sehingga persaingan menjadi sangat terbuka, bagi kader-kader terbaik dari sembilan parpol parlemen.

Positioning yang tepat menjelang pemilu, bisa membuka jalan menarik simpati pemilih yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya.

Polarisasi

Lanskap politik kedua adalah mengentalnya budaya politik polarisasi. Jika Anda memiliki pilihan atau pemikiran yang sama dengan saya, Anda adalah teman saya. Jika sebaliknya, Anda adalah lawan saya. Pola pikir ekstrem ini mendekati konsep identifikasi diri menurut WG Sumner, in-group dan out-group.

Sekarang, di beberapa elemen masyarakat ada kecenderungan memetakan orang-orang di sekelilingnya, berdasarkan pilihan politik. Ada in-group, dan ada out-group.

Saya pendukung pemerintah, sedangkan teman saya sesama pendukung pemerintah (in-group), apa pun sarannya, pasti punya niat baik untuk pemerintah.

Yang bukan pendukung pemerintah atau berada di luar pemerintah (out-group), apa pun sarannya, pasti punya niat menjelek-jelekkan pemerintah, dan punya niat untuk menjatuhkan pemerintah.

Ada kecenderungan menguatnya prasangka kepada kelompok yang berbeda pandangan. Menganggap pihak yang satu kutub dengannya sebagai sesama patriot, pembela bangsa dan negara. Di sisi lain, menganggap pihak lain sebagai musuh, pengkhianat, yang berusaha menghancurkan negara ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NASIONAL] Respons Budi Arie Usai Dilaporkan ke Polisi | Kasus Covid-19 Bertambah 37.284

[POPULER NASIONAL] Respons Budi Arie Usai Dilaporkan ke Polisi | Kasus Covid-19 Bertambah 37.284

Nasional
Tersangka Korupsi Asabri Ilham Wardhana Siregar Meninggal

Tersangka Korupsi Asabri Ilham Wardhana Siregar Meninggal

Nasional
UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

UPDATE: Total 3,4 Juta Kasus Covid-19 di Indonesia, Angka Kematian Masih Tinggi

Nasional
Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Obat Regkirona Diklaim Bisa Turunkan Risiko Kematian Pasien Covid-19 hingga 72 Persen

Nasional
Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Dorong Produktivitas Milenial, Kemnaker Gelar Ngopi Daring Nasional

Nasional
Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Kemensos Salurkan 95 Persen Bansos Tunai di DKI Jakarta

Nasional
Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Jokowi Kirim 5.000 Paket Bansos ke Sorong Usai Warga Geruduk Kantor Dinsos

Nasional
Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Sariamin Ismail, Pujangga Perempuan Pertama Indonesia Pemilik Banyak Nama Samaran yang Jadi Google Doodle 31 Juli 2021

Nasional
Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Ketua DPR Minta Vaksinasi Covid-19 Merata di Seluruh Indonesia

Nasional
Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Mahfud: Permasalahan Bansos Sudah Lama Terjadi, Baru Terasa Saat Pandemi

Nasional
Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Jubir PAN Minta Kader Penggugat Zulkifli Hasan Rp 100 Miliar Introspeksi Diri

Nasional
UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

UPDATE 31 Juli: Ada 278.618 Kasus Suspek Covid-19 di Indonesia

Nasional
Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Rakornas Virtual, PPP Umumkan Pembentukan Relawan Vaksin Covid-19

Nasional
UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

UPDATE: Sebaran 1.808 Kasus Kematian Covid-19, Jawa Timur Tertinggi

Nasional
Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Di Rakornas, Ketum PPP Minta Seluruh Kader Salurkan Bansos hingga Fasilitasi Warga Positif Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X