Hatta Ali Tak Pakai Hak Suaranya Pilih Calon Ketua MA Periode 2020-2025

Kompas.com - 06/04/2020, 11:49 WIB
Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali Memimpin Proses Pemilihan Ketua MA Periode 2020-2025 di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (6/4/2020) KOMPAS.com/SANIA MASHABIKetua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali Memimpin Proses Pemilihan Ketua MA Periode 2020-2025 di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (6/4/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali tidak menggunakan haknya untuk memilih calon Ketua MA periode 2020-2025.

Alasannya, untuk menjaga objektivitas menjelang massa pensiun pada 7 April 2020 dan akan resmi turun dari jabatannya sebagai Ketua MA pada 1 Mei 2020.

"Pada kesempatan ini saya tidak menggunakan hak pilih saya mengingatkan terhitung tanggal 1 Mei 2020 saya sudah memasuki masa pensiun," kata Hatta di Gedung MA, Jakarta, Senin (6/4/2020).

Baca juga: Pemilihan Ketua MA Digelar dengan Konsep Physical Distancing

Hatta mengaku mendukung semua calon ketua. Ia pun meminta agar namanya segera dicoret dari daftar pemilih.

"Oleh karena itu kurang lebih sisa tiga minggu, di samping itu untuk menunjukan objektivitas saya bahwa saya mendukung seluruh calon yang terpilih," ujarnya.

"Dengan meminta maaf kepada seluruh peserta sidang paripurna dan ketua panitia beserta anggota untuk saya dicoret, untuk melaksanakan hak pilihnya," ucap Hatta Ali.

Diketahui, saat ini proses pemilihan ketua MA masih berlangsung. Jumlah hakim yang datang total 47 orang.

Baca juga: Senin Ini, MA Gelar Pemilihan Ketua untuk Gantikan Hatta Ali

Jumlah hakim tersebut telah kuorum untuk melakukan pemilihan Ketua MA. 47 hakim tersebut memiliki hak untuk memilih dan dipilih.

Pemilihan dilakukan dengan cara mengisi kertas suara yang sudah berisi nama-nama hakim.

Kertas tersebut kemudian harus dicontreng dan dimasukan ke dalam kotak suara yang sudah disiapkan.

Suara terbanyak dengan perolehan suara setengah ditambah satu dari jumlah pemilik suara maka ia yang terpilih sebagai Ketua MA periode 2020-2025.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Virolog: Vaksin Covid-19 Sulit Diterima Publik jika Belum Lolos Uji Klinis Fase 3

Nasional
Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Mahfud: Dokter Harus Berpihak pada Kelangsungan Hidup Manusia

Nasional
Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Ini Lima Langkah Efektif Cegah Covid-19 di Pesantren dari Epidemiolog

Nasional
Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Di HUT IDI, Mahfud Tegaskan Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Harus Bersamaan

Nasional
Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Pusat Keramaian Sumedang Dipantau CCTV, Warga Tak Pakai Masker Langsung Ditindak

Nasional
Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

Tanpa Harus Keluar Rumah, Layanan BPJS Kesehatan Bisa Diakses lewat Pandawa

BrandzView
Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sengaja Tak Tes Covid-19 agar Tetap di Zona Hijau

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

HUT IDI, Presiden Jokowi Sebut Masyarakat Rasakan Ketangguhan Para Dokter Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

UPDATE 24 Oktober: Kasus Baru Covid-19 Tersebar di 34 Provinsi, Paling Tinggi Jakarta dengan 1.062

Nasional
Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Pada HUT IDI, Jokowi Sampaikan Dukacita untuk Dokter yang Gugur karena Covid-19

Nasional
HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

HUT IDI, Presiden Jokowi: Covid-19 Jadi Momentum Transformasi Sistem Kesehatan

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

UPDATE 24 Oktober: Ada 63.556 Kasus Aktif Covid-19

Nasional
Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Hingga 24 Oktober, Pemerintah Telah Periksa 4.293.347 Spesimen dari 2.711.239 Orang Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

UPDATE 24 Oktober: Kasus Suspek Covid-19 Capai 166.380

Nasional
UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

UPDATE 24 Oktober: Tambah 4.119, Pasien Covid-19 Sembuh Kini Ada 309.219 Orang

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X