Wabah Covid-19, Kapolri Minta Jajarannya Jadikan Penahanan Opsi Terakhir

Kompas.com - 02/04/2020, 19:29 WIB
Kapolri, Jenderal Polisi Idham Azis saat pelepasan tim evakuasi warga negara Indonesia yang bekerja di kapal Diamond Princess di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/2/2020). Pemerintah mengevakuasi 68 WNI di Kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang, terkait merebaknya virus corona . KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOKapolri, Jenderal Polisi Idham Azis saat pelepasan tim evakuasi warga negara Indonesia yang bekerja di kapal Diamond Princess di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (28/2/2020). Pemerintah mengevakuasi 68 WNI di Kapal Diamond Princess yang kini berada di Yokohama, Jepang, terkait merebaknya virus corona .
Penulis Devina Halim
|
Editor Krisiandi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis memerintahkan jajarannya agar menjadikan penahanan sebagai opsi terakhir di tengah wabah Covid-19.

Tak hanya itu, Idham juga meminta jajarannya selektif dalam menangani suatu tindak pidana.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Asep Adi Saputra melalui siaran langsung di akun Instagram Divisi Humas Polri, Kamis (2/4/2020).

“Sudah ada petunjuk dari Pak Kapolri bahwa jajaran kepolisian dalam melakukan penanganan tindak pidana ini sangat selektif. Dan secara khusus yang berhubungan dengan penentuan penahanan dalam sebuah proses penyidikan itu dijadikan sebagai upaya terakhir,” ungkap Asep.

Baca juga: Pemerintah: Relawan Kesehatan Bantu Tracing 7.193 Spesimen Covid-19

Menurut Asep, Kapolri meminta jajarannya mempertimbangkan sifat tindak pidana tersebut serta situasi terkini. Namun, Asep tidak merinci lebih lanjut kebijakan tersebut.

Asep mengatakan, hal itu dilakukan untuk meminimalisasi kepadatan di rumah tahanan kepolisian.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, para tahanan juga dapat menerapkan physical distancing sebagai salah satu langkah mencegah penyebaran Covid-19.

“Agar tidak terjadi kepadatan jumlah tahanan yang berada di rutan kepolisian. Ini juga bertujuan untuk kita dapat melaksanakan physical distancing secara konsisten,” ujar dia.

Polri pun telah meniadakan sementara kunjungan terhadap tahanan di kantor polisi imbas wabah Covid-19.

Baca juga: Pemprov DKI Buat Laboratorium untuk Percepat Tes Covid-19

“Kepolisian sudah menutup sementara kunjungan tahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono melalui telekonferensi, Rabu (1/4/2020).

Namun, Argo tak menjelaskan lebih lanjut sampai kapan kunjungan tersebut akan ditiadakan.

Sebagai gantinya, polisi menyediakan layanan video call. Mekanisme lebih lanjut terkait kunjungan virtual tersebut akan diatur oleh penjaga tahanan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X