Yurianto: Jangan Sampai Lansia Tertular Covid-19, Dampaknya Lebih Berat

Kompas.com - 02/04/2020, 17:59 WIB
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan  meninggal dunia mencapai 87 orang.  ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz
NOVA WAHYUDIJuru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto bersiap menyampaikan keterangan pers di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (27/3/2020). Berdasarkan data hingga Jumat (27/3/2020) pukul 12.00, jumlah kasus positif COVID-19 mencapai 1.046 orang di 27 provinsi se-Indonesia dengan jumlah pasien sembuh mencapai 46 orang dan meninggal dunia mencapai 87 orang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/nz

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengingatkan para warga lanjut usia (lansia) lebih rentan tertular virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Apabila tertular, akibat yang dirasakan lansia lebih berbahaya jika dibandingkan mereka yang berusia lebih muda.

"Mari kita pastikan bahwa di tengah-tengah kita ada saudara yang rentan terkena penyakit ini dan kemudian menjadi berat yakni para lansia, " ujar Yuri dalam konferensi pers di Graha BNPB, Kamis (2/4/2020).

Baca juga: Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

Terlebih, lanjut Yuri jika lansia tersebut telah mengidap penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat menjaga lansia agar tidak tertular Covid-19.

"Jangan sampai mereka tertular penyakit ini. Karena dampaknya akan lebih berat dibandingkan dengan yang muda atau yang imunitasnya masih baik, " tutur Yuri.

Adapun cara yang bisa dilakukan yakni mematuhi anjuran pemerintah soal menjaga jarak saat berkontak sosial.

Jaga jarak disarankan paling tidak sejauh dua meter.

"Ini bukan berarti menghentikan komunikasi sosial, namun atur jarak fisik," ungkap Yuri.

Dia juga kembali mengingatkan agar masyarakat rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X