"Mari Jaga Kampung Halaman Tetap Sehat dengan Tidak Mudik"

Kompas.com - 01/04/2020, 18:26 WIB
Warga melintas di depan poster bertajuk Desain Poster untuk Indonesia Bersama Lawan Corona yang dipajang di halaman Roemah Rakyat, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). Desain poster yang juga dipamerkan di sosial media tersebut dibuat sebagai media informasi, edukasi, sekaligus pemantik spirit kebersamaan untuk bangsa Indonesia bersatu padu melawan virus COVID-19. ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp. ANTARA FOTO/Maulana SuryaWarga melintas di depan poster bertajuk Desain Poster untuk Indonesia Bersama Lawan Corona yang dipajang di halaman Roemah Rakyat, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2020). Desain poster yang juga dipamerkan di sosial media tersebut dibuat sebagai media informasi, edukasi, sekaligus pemantik spirit kebersamaan untuk bangsa Indonesia bersatu padu melawan virus COVID-19. ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona Achmad Yurianto kembali meminta masyarakat yang merantau untuk tak pulang ke kampung halaman.

Hal ini demi mencegah terjadinya penularan Covid-19 yang masih mewabah.

Yuri pun meminta supaya para perantau berkomitmen untuk menjaga kampungnya tetap sehat.

Baca juga: Meski Transportasi Dibatasi, Ratusan Warga Kepulauan Seribu Masih Hilir Mudik

"Kita tahu bahwa Ramadhan sebentar lagi kita akan hadapi. Sudah barang tentu bahwa kita rindu untuk bisa pulang kampung halaman," kata Yuri di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020).

"Namun, yang paling penting, mari kita jaga kampung halaman kita tetap sehat. Oleh karena itu, sebaiknya tidak melakukan perjalanan jauh, sebaiknya tidak melakukan mudik," lanjutnya.

Yuri menjelaskan bahwa virus corona dapat berpindah karena dibawa oleh manusia.

Penularan terjadi karena droplet (percikan air liur) orang yang sakit berpindah ke orang yang sehat.

Oleh sebab itu, pergerakan manusia dalam jumlah banyak dari satu daerah ke daerah lain atau mudik sangat berisiko menularkan virus.

Baca juga: Mudik ke Wonogiri karena Corona, Suami Pergoki Istri Selingkuh dengan Pak Kades

Untuk itu, Yuri meminta supaya semua pihak berperan aktif dalam memutus mata rantai penularan Covid-19.

Tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang tua dan kampung halaman.

"Mari lindungi orang-orang tua kita, orang-orang yang rentan karena memiliki penyakit dasar sebelumnya agar tidak tertular. Karena dampaknya akan menjadi semakin berat untuk mereka," ujar Yuri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

UPDATE 30 Mei: Pemerintah Telah Periksa 311.906 Spesimen Terkait Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

UPDATE 30 Mei: Bertambah 53, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 1.573 Orang

Nasional
Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Bertambah 523, Kini Ada 7.015 Orang Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

UPDATE 30 Mei: Bertambah 557, Kasus Covid-19 Capai 25.773

Nasional
LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

LAN Lakukan Penyederhanaan Birokrasi untuk Hadapi New Normal

Nasional
UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

UPDATE 30 Mei: WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Tambah 15 Orang, Kasus Perdana di Chile

Nasional
Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Dompet Dhuafa: Di Tengah Pandemi, Antusias Kemanusiaan Masyarakat Indonesia dalam Tren Positif

Nasional
Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan 'New Normal'

Pemerintah Dinilai Terlalu Paksakan Penerapan "New Normal"

Nasional
Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 66, Kini Jadi 619 Orang

Nasional
Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Ramadhan 2020, Dompet Dhuafa Berhasil Himpun Dana Rp 105 Miliar

Nasional
Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Bela Risma soal Mobil PCR, PDI-P Berharap Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Nasional
Kualitas SDM Jadi Kunci Sukses Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Kualitas SDM Jadi Kunci Sukses Program Kesejahteraan Sosial Kemensos

Nasional
KawalBansos.ID Terima 510 Aduan Terkait Bansos Covid-19, Terbanyak dari Jawa Barat

KawalBansos.ID Terima 510 Aduan Terkait Bansos Covid-19, Terbanyak dari Jawa Barat

Nasional
'New Normal' Mulai 5 Juni, ASN Diminta Tetap Patuhi Jam Kerja

"New Normal" Mulai 5 Juni, ASN Diminta Tetap Patuhi Jam Kerja

Nasional
Partai Golkar Dukung Pemberlakuan New Normal

Partai Golkar Dukung Pemberlakuan New Normal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X