Tantangan Mitigasi Covid-19 di Tengah Masyarakat Komunal, Agamis, Namun Pragmatis

Kompas.com - 01/04/2020, 10:14 WIB
Petugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas pemakaman membawa peti jenazah pasien suspect virus corona atau Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus corona (Covid-19) yang meninggal dunia, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur. Jenazah yang dapat dimakamkan di sana, yakni yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan berstatus positif terjangkit virus corona.

DEMI efektivitas mitigasi pencegahan penyebaran virus corona, pemerintah dan pihak yang berwenang hendaknya mempertimbangkan karakter masyarakat Indonesia: komunal, agamis, namun pragmatis.

Kebijakan dan langkah di luar sana, jika diterapkan di sini, mungkin memerlukan beberapa penyelerasan. Catatan ini mencoba menyinggung ketiga istilah tersebut dan konsekuensinya dalam tindakan apa saja yang mungkin lebih jitu.

Masyarakat komunal

Dasar masyarakat tradisional Indonesia rata-rata adalah komunal, yaitu kebersamaan dalam kelompok. Suku dominan di pulau paling terpadat penduduknya adalah Jawa, Sunda, dan Madura. 

Baca juga: Tolak Pemakaman Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Diduga Positif Covid-19, Warga: Jangan Dikubur di Sini...

Mereka ini masih memandang pentingnya berkelompok dalam bentuk perkumpulan kecil atas dasar bahasa dan tradisi daerah.

Satu dekade terakhir bahkan kita saksikan menjamurnya perkumpulan trah (garis keturunan), yang diisi arisan, pengajian, atau sekadar bercerita bersama dalam satu ikatan keluarga besar.

Mudik kampung hari Lebaran sehabis Ramadan bisa menjadi ukuran. Berkumpul dengan saudara dan tetangga sudah mentradisi.

Bagi masyarakat kita, kebersamaan adalah bentuk kebahagiaan. Reuni tidak hanya sebatas pertemuan kembali alumni sekolah, tetapi juga termasuk reuni keluarga.

Sanak kadang yang sudah berpencar mencari karir dan kehidupan di kota-kota lain berharap untuk berbagi cerita bersama kembali tentang nenek moyang masa lalu dan melipatgandanya anak cucu sekarang.

Baca juga: Mereka yang Urung Pulang Kampung karena Virus Corona...

Suku-suku lain di Nusantara juga menunjukkan sifat komunalnya, seperti Batak, Minang, Aceh, Bugis, Banjar, dan lain-lain.

Masyarakat tradisional semacam itu konon dahulu kala berbasis cocok tanam dalam mengolah tanah. Wajar, ikatan antara alam dan manusia terbukti masih kokoh. Daerah kelahiran menjadi dasar utama dalam ikatan hati dan pikiran.

Sifat komunalitas ini merupakan tantangan utama dalam ajakan menjaga jarak, pemerintah dan petugas hendaknya mempertimbangkan solusi bagaimana berkomunikasi dengan kelompok tidak hanya dengan individu.

Jika berbicara tentang keselamatan dari ancaman virus corona, hendaknya menyinggung esensi komunitas. Jika masyarakat yang sudah migrasi ke kota besar seperti Jakarta, tentu jati diri individu berlaku dan individualisme sudah sedikit banyak merasuk.

Namun, saat hari tenang sepekan ini, beberapa warga Jakarta ada yang pulang kampung ke daerah masing-masing. Keamanan komunitas kampung asal hendaknya disinggung dalam upaya mitigasi.

Komunitas terkecil di desa seperti RT, RW, atau level kelurahan perlu mitigasi terstruktur dan berulang-ulang.

Bahaya penularan virus corona baru ini dalam pertemuan di berbagai level di masyarakat hendaknya mulai dijelaskan secara proporsional dan mudah dimengerti.

Baca juga: Luhut Tak Menduga, Banyak Masyarakat yang Sudah Mudik

 

Di masyarakat yang lebih tradisional di luar Jawa, kepala suku dan kepala adat tentu menjadi penting perannya dalam upaya penerangan perlunya menjaga jarak.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Loyalis Tommy Tak Terima Kemenkumham Sahkan Partai Berkarya Kubu Muchdi Pr

Nasional
Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Menkes: Pencegahan Stunting Tetap Prioritas Saat Pandemi Covid-19

Nasional
Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Pertengahan Agustus, Vaksin Covid-19 Diujicoba pada 1.620 Subjek

Nasional
KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

KPK Masih Dalami Aliran Uang ke Mantan Sekretaris MA Nurhadi

Nasional
Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Periksa Mantan Anggota DPRD, KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang oleh Pejabat Kota Banjar

Nasional
KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

KSAU dan KSAL Terima Bintang Angkatan Kelas Utama dari Panglima TNI

Nasional
Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Pakar Hukum Pidana: KPK Dapat Ambil Alih Kasus Pelarian Djoko Tjandra

Nasional
BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

BKN Sebut 17.000 Formasi CPNS Berpotensi Kosong

Nasional
Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Masyarakat Diingatkan untuk Bahu-membahu Atasi Pandemi Covid-19

Nasional
Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Ombudsman Temukan Napi Asimilasi yang Hilang Kontak dan Alamat Tak Sesuai

Nasional
KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

KPK Periksa Mantan Pejabat Kemensetneg Terkait Kasus PT Dirgantara Indonesia

Nasional
Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Wujudkan Birokrasi Profesional, Mensos Minta ASN Kemensos Terus Berinovasi

Nasional
Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Ombudsman Temukan Potensi Malaadministrasi Terkait Penyimpanan Benda Sitaan Negara

Nasional
Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Jaksa Agung Sebut Rotasi 4 Pejabat Kejagung Tak Terkait Kasus Tertentu

Nasional
KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

KPK Eksekusi Eks Direktur Pemasaran PTPN III ke Lapas Surabaya

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X