Sejak Januari, Satgas Pangan Tangani 15 Kasus Penimbunan Bahan Pangan

Kompas.com - 01/04/2020, 07:06 WIB
Direktur Tipideksus Bareskrim Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020). KOMPAS.com/Devina HalimDirektur Tipideksus Bareskrim Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang, di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri telah menangani 15 kasus penimbunan bahan pangan sejak 1 Januari hingga 27 Maret 2020.

“Di Polda Jateng dua kasus, Polda Kalteng dua kasus, Polda Kalsel tujuh kasus, dan Polda Sulbar empat kasus," kata Ketua Satgas Pangan Polri Brigjen (Pol) Daniel Tahi Monang ketika dikonfirmasi, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Wabah Covid-19, Satgas Pangan Minta Pembelian Sejumlah Bahan Pokok Dibatasi

Kasus-kasus yang ditangani Polda Jateng dan Kalteng sudah memasuki tahap penyidikan.

Kemudian, kasus di Polda Sulbar masih dalam tahap penyelidikan. Sementara, kasus di Kalsel dalam tahap penyelesaian perkara.

Polisi juga telah menyita bahan pokok dan bahan pangan lainnya terkait kasus-kasus tersebut.

Kendati demikitan, polisi belum melakukan penahanan karena menunggu proses penyelidikan.

“Belum (ada yang ditahan),” tuturnya.

Baca juga: Maklumat Kapolri Terkait Penimbunan Bahan Pangan Disebar ke Seluruh Polsek

Secara terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono mengatakan, Satgas Pangan bertugas mengawal distribusi sembako di tengah wabah Covid-19.

Argo menuturkan, Satgas Pangan turun ke lapangan untuk memastikan tidak ada kelangkaan bahan kebutuhan pokok.

“Nanti Satgas Pangan akan turun ke lapangan akan koordinasi dengan instansi lain sehingga tidak terjadi kelangkaan dan tidak terjadi kenaikan dari bahan pokok,” ujar Argo melalui siaran langsung di laman Facebook Divisi Humas Polri, Selasa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X