Hingga Senin, RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Rawat 411 Pasien

Kompas.com - 30/03/2020, 16:28 WIB
Petugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAPetugas dengan alat pelindung diri berdiri di salah satu beranda di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Berdasarkan data yang dirilis pemerintah, hingga Selasa (24/3) pagi sebanyak 102 pasien ditangani di rumah sakit darurat itu, 71 orang diantaranya langsung dirawat. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, terjadi peningkatan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

"Rumah sakit Wisma Atlet yang sudah beroperasional dilaporkan pada hari ini (Senin, 30/3/2020) sudah merawat inap sebanyak 411 orang," kata Yuri dalam konferesi pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (30/3/2020).

Dalam sehari, jumlah pasien di rumah sakit darurat Wisma Atlet bertambah sebanyak 24 orang.

Baca juga: Dua Pasien di RSD Covid-19 Wisma Atlet Meninggal

Pada Minggu (29/3/2020) kemarin, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya Yudo Margono menyebut bahwa terdapat 387 pasien per pukul 08.00 WIB.

Yuri memastikan, pemerintah terus melakukan peningkatan layanan kesehatan untuk menangani Covid-19, termasuk menambah jumlah ruang isolasi pasien positif.

"RS rujukan nasional yang sudah kita siapkan telah bisa menambah sampai dengan saat ini ruang isolasi dengan tekanan negatif sebanyak 1967 ruang," ujar Yuri.

Baca juga: Dompet Dhuafa Produksi dan Distribusikan Bilik Disinfektan ke RSD Wisma Atlet

Yuri pun kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan physical distancing dengan jarak lebih dari 1 meter.

Selain itu, publik juga diminta tetap menghindari kerumunan untuk memutus mata rantai penularan virus.

"Mari bersama-sama kita mencoba untuk ssecara bersungguh-sungguh mengawali dari yang paling depan, yang paling hulu adalah kita berusaha untuk memutus rantai penularan di tengah masyarakat," kata Yuri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X