Kompas.com - 30/03/2020, 12:11 WIB
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWakil Menteri Agama Zainut Tauhid Saadi saat diperkenalkan Presiden RI, Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Joko Widodo melantik 12 orang wakil menteri Kabinet Indonesia Maju.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan, pihaknya siap membantu penyediaan kebutuhan rumah sakit darurat khusus pasien Covid-19.

Sebagaimana arahan Menteri Agama Fachrul Razi, Kemenag akan menyiapkan asrama haji sebagai alternatif rumah sakit darurat.

"Sesuai arahan Menteri Agama, bahwa Kemenag siap untuk mem-backup kebutuhan RS darurat dalam menghadapi wabah virus corona dengan menyediakan asrama haji sebagai alternatif pilihan," kata Zainut melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Asrama Haji dan Islamic Center Disiapkan sebagai RS Rujukan Alternatif Isolasi Pasien Covid-19 di Bekasi

Menurut Zainut Tauhid, difungsikannya asrama haji sebagai rumah sakit darurat Covid-19 harus disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Selain itu, teknis pelaksanaannya tetap dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 dan pemerintah daerah setempat.

Zainut mengatakan, salah satu yang sudah berjalan adalah difungsikannya gedung utama asrama haji Pondok Gede Jakarta sebagai fasilitas perawatan pasien dalam pemantauan (PDP).

Langkah ini diambil usai melihat banyaknya pasien Covid-19 yang dirawat di Runah Sakit Haji Pondok Gede.

Baca juga: Update 30 Maret: 411 Pasien Dirawat di RS Darurat Covid-19

Di asrama tersebut, setidaknya disediakan 70 kamar untuk merawat pasien PDP.

"Dirawat sambil menunggu kepastian akan hasil tes Covid-19 mereka dan ketika sudah dinyatakan positif akan dikirim ke rumah sakit rujukan," ujar Zainut.

Zainut menyebutkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh Kanwil untuk mendapatkan masukan tentang kawasan yang sangat membutuhkan bantuan penanganan wabah virus corona.

Di samping itu, Kementerian Agama juga menindaklanjuti amanat Presiden Joko Widodo yang meminta agar setiap kementetian dan lembaga melakukan revisi anggaran untuk penanggulangan pandemi virus corona.

"Lebih dari Rp 300 miliar anggaran telah direlokasi untuk membantu penganan wabah virus corona. Anggaran itu dihimpun dari sejumlah pos perjalanan dinas di luar dan dalam negeri serta kegiatan reguler," kata Zainut.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X