Dampak Wabah Corona, Pemerintah Akan Berikan Bantuan bagi Masyarakat Berpenghasilan Tak Tetap di Sektor Informal

Kompas.com - 24/03/2020, 19:42 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.
 ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAWakil Presiden Maruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan memberikan bantuan bagi masyarakat yang berpenghasilan tidak tetap dan bekerja di sektor informal.

Bantuan ini merupakan salah satu jaring pengaman sosial (social safety net) dari pemerintah atas dampak wabah virus corona.

"Pemerintah sudah melakukan inventarisasi dan cakupan besaran jumlah bantuan yang akan diberikan dan sektor-sektor mana nanti yang sedang diinventarisir," kata Ma'ruf dalam video conference-nya dengan wartawan, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Jokowi: Tukang Ojek, Sopir Taksi Tak Perlu Khawatir, Cicilan Ditangguhkan 1 Tahun

Inventarisasi itu dilakukan untuk menghitung besaran jumlah bantuan yang akan diberikan serta implikasinya terhadap anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Apabila inventarisasi itu bisa selesai dalam beberapa hari ini dan diputuskan pelaksanaannya, kata Ma'ruf, maka pemerintah akan mengupayakan agar bantuan tersebut bisa dijalankan pada bulan April.

"Ini kan kita perkirakan pertama 3 bulan, masa pemberian bantuan itu. Tiga bulan kita lihat (dulu), sudah tiga bulan (dievaluasi lagi). Jadi kita harap April sudah bisa dijalankan sebenarnya," kata dia.

Baca juga: Jokowi Minta Pemda Beri Bantuan Sosial ke Warga Terdampak Covid-19

Selain itu, pemerintah juga memberikan bansos berupa bantuan sembako yang pembayarannya dipercepat.

Nilai bantuan sembako Kemensos untuk KPM ditingkatkan dari semula Rp 150.000 menjadi Rp 200.000.

Ma'ruf mengatakan, bantuan tersebu akan mulai disalurkan pada bulan April dan sudah bisa langsung dilaksanakan karena data dan kebijakannya sudah ada.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X