Gugus Tugas Corona: APD Paling Dibutuhkan Saat Ini

Kompas.com - 22/03/2020, 19:11 WIB
Ilustrasi Covid-19 ShutterstockIlustrasi Covid-19

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, dalam penanganan virus corona saat ini, yang paling dibutuhkan adalah alat pelindung diri ( APD).

Selain itu, yang juga tak kalah penting ialah ketersediaan perangkat alat untuk melakukan uji laboratorium.

"Prioritas saat ini adalah APD, perangkat uji laboratorium yakni reagen RT- PCR, viral transfer media (alat untuk mengirim sampel virus), rapid diagnosys test (kit tes cepat) dan nassal swab (alat untuk mengambil spesimen)," kata Wiku di Gedung Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Stok APD Menipis, Staf Medis di Inggris dan Spanyol Pakai Kantong Sampah untuk Baju Pelindung

Selain APD dan perangkat alat, ventilator juga dibutuhkan dalam perawatan pasien Covid-19.
Alat ini penting untuk membantu pernapasan pasien yang mengalami gejala sesak napas.

Menurut Wiku, reagen RT-PCR pun sebenarnya juga diperlukan, supaya seluruh laboratorium dapat melakukan pemeriksaan dan deteksi virus corona.

"Sebenarnya laboratorium di Indonesia yang memiliki RT-PCR jumlanya cukup banyak dan itu apabila disediakan dengan reagen yang tepat akan mampu melakukan pemeriksaan lebih cepat," ujar dia.

Sejauh ini, Tim Pakar dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang terdiri dari beberapa tim ahli juga telah merumuskan sejumlah pedoman pencegahan untuk masyarakat serta penanganan medis di fasilitas kesehatan.

Baca juga: Kekurangan APD, Tim Medis di RS Toraja Terpaksa Gunakan Jas Hujan dan Sepatu Boots

Pedoman yang dimaksud berisi tentang komunikasi informasi serta edukasi masyarakat tanpa tatap muka, pedoman tata kelola rujukan pasien dan calon pasien, tata kelola rapid test di laboratorium, tata kelola pasien di rumah sakit, tata kelola karantina dan isolasi, hingg tata kelola penanganan pasien meninggal.

Diberitakan, pemerintah mengumumkan, total pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 hingga Minggu (22/3/2020), sebanyak 514 orang.

"Sampai hari ini, pukul 12.00 WIB, ada penambahan 64 orang. Sehingga total 514 orang," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers, Minggu sore.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Staf Khusus Presiden: Penggugat Jokowi Harusnya Bantu Pemerintah, Bukan Menambah Beban

Staf Khusus Presiden: Penggugat Jokowi Harusnya Bantu Pemerintah, Bukan Menambah Beban

Nasional
Firli Sebut Usulan Kenaikan Gaji Pimpinan KPK Diajukan pada Era Agus Rahardjo

Firli Sebut Usulan Kenaikan Gaji Pimpinan KPK Diajukan pada Era Agus Rahardjo

Nasional
Kritik atas Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor di Tengah Wabah Covid-19

Kritik atas Wacana Yasonna Bebaskan Koruptor di Tengah Wabah Covid-19

Nasional
Mampukah Indonesia Mengantisipasi Puncak Penyebaran Covid-19?

Mampukah Indonesia Mengantisipasi Puncak Penyebaran Covid-19?

Nasional
Pelibatan Publik dalam Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Diragukan

Pelibatan Publik dalam Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja Diragukan

Nasional
Jumlah Pasien Positif Corona Mencapai 1.790 Orang, Masyarakat Diimbau Hati-hati saat Ibadah

Jumlah Pasien Positif Corona Mencapai 1.790 Orang, Masyarakat Diimbau Hati-hati saat Ibadah

Nasional
Saat Jokowi Putuskan Tak Melarang Mudik di Tengah Wabah Virus Corona

Saat Jokowi Putuskan Tak Melarang Mudik di Tengah Wabah Virus Corona

Nasional
Komnas Perlindungan Anak Akan Bantu Korban yang Diduga Dinikahi Syekh Puji

Komnas Perlindungan Anak Akan Bantu Korban yang Diduga Dinikahi Syekh Puji

Nasional
Komnas PA Sebut Syekh Puji Dapat Diancam Penjara Seumur Hidup karena Tergolong Residivis

Komnas PA Sebut Syekh Puji Dapat Diancam Penjara Seumur Hidup karena Tergolong Residivis

Nasional
Mencermati Tes Covid-19, Uji Spesimen yang Sedikit hingga Tingkat Positif yang Tinggi

Mencermati Tes Covid-19, Uji Spesimen yang Sedikit hingga Tingkat Positif yang Tinggi

Nasional
Pemerintah Ingatkan Perusahaan Tetap Beri THR di Tengah Wabah Covid-19

Pemerintah Ingatkan Perusahaan Tetap Beri THR di Tengah Wabah Covid-19

Nasional
Berdasarkan Data BIN, Juli 2020 Puncak Penyebaran Covid-19

Berdasarkan Data BIN, Juli 2020 Puncak Penyebaran Covid-19

Nasional
Mendagri Keluarkan Surat Edaran soal Pencegahan dan Penanganan Covid-19 bagi TKI, Begini Bunyinya

Mendagri Keluarkan Surat Edaran soal Pencegahan dan Penanganan Covid-19 bagi TKI, Begini Bunyinya

Nasional
IAKMI Nilai Kebijakan Social Distancing untuk Cegah Covid-19 Belum Berjalan dengan Baik

IAKMI Nilai Kebijakan Social Distancing untuk Cegah Covid-19 Belum Berjalan dengan Baik

Nasional
Evi Novida Minta Jokowi Cabut Keppres dan Kembalikan Jabatannya sebagai Komisioner KPU

Evi Novida Minta Jokowi Cabut Keppres dan Kembalikan Jabatannya sebagai Komisioner KPU

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X