Jadi RS Darurat Covid-19, Wisma Atlet Dilengkapi Ruang Relaksasi untuk Tenaga Medis dan Pasien

Kompas.com - 22/03/2020, 12:57 WIB
Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Untuk penanganan virus corona pemerintah tengah menyiapkan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran sebagai lokasi karantina, observasi dan isolasi ODP Covid-19. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOWisma Atlet di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020). Untuk penanganan virus corona pemerintah tengah menyiapkan pemanfaatan Wisma Atlet Kemayoran sebagai lokasi karantina, observasi dan isolasi ODP Covid-19.
Penulis Dani Prabowo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wisma Atlet Kemayoran yang akan menjadi rumah sakit darurat untuk menangani pasien Covid-19 akan dilengkapi dengan fasilitas relaksasi.

Fasilitas itu nantinya dapat dimanfaatkan tenaga medis yang telah menyelesaikan tugasnya dalam menangani pasien.

Di samping itu, dapat juga digunakan bagi para pasien yang jenuh menjalani perawatan di ruangan.

"Disiapkan ruang khusus untuk relaksasi sehingga apabila mereka sudah (selesai) operasionalnya sekian jam, maka relaksasi disediakan tempat," kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto usai meninjau kesiapan di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Selasa Depan, Pemprov Jabar Gelar Rapid Test Covid-19 di Stadion Patriot Bekasi

Ia mengatakan, ada empat tower di Wisma Atlet yang disiapkan pemerintah untuk menangani Covid-19. Tower satu akan difungsikan sebagai lokasi kerja Gugus Tugas Penanganan Covid-19.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara tower tiga digunakan sebagai gedung pendukung tenaga medis, baik itu dari TNI, Polri, BUMN, rumah sakit swasta maupun kelompok relawan yang memiliki kemampuan tenaga medis.

Sedangkan tower enam dan tujuh akan difungsikan sebagai rumah sakit darurat itu. Khusus kedua tower ini juga dilengkapi dengan ruang laboratorium dan ruang radiologi.

Baca juga: Dibuka Pendaftaran Relawan Penanganan Covid-19, Mahasiswa Tingkat Akhir Bisa Daftar

"Apabila pasien sudah masuk dan setelah dilaksanakan pemeriksaan, maka di tower enam dan tujuh disiapkan ruang isolasi. Semuanya dilengkapi AC bertekanan negatif," ujarnya.

Secara keseluruhan, ia menambahkan, ada 2.500 kamar tidur yang disiapkan untuk menampung pasien Covid-19. Saat ini, seluruh peralatan medis yang dibutuhkan telah lengkap dan diharapkan rumah sakit darurat ini dapat segera beroperasi.

"Nanti tentunya (pasien) akan diklasifikasi mana yang masuk ruang isolasi, mana yang masuk ruang observasi," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polri Dalami Video Viral Oknum Polisi Minta Durian untuk Ganti Tilang

Polri Dalami Video Viral Oknum Polisi Minta Durian untuk Ganti Tilang

Nasional
KPI Jadikan Rekomendasi Komnas HAM sebagai Acuan Pembuatan Aturan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

KPI Jadikan Rekomendasi Komnas HAM sebagai Acuan Pembuatan Aturan Penanganan Perundungan dan Kekerasan Seksual

Nasional
Polri Belum Terima Informasi Resmi soal Reuni 212 di Masjid Az Zikra Bogor

Polri Belum Terima Informasi Resmi soal Reuni 212 di Masjid Az Zikra Bogor

Nasional
Pemerintah-DPR Didorong Kaji Ulang Isi UU Cipta Kerja, Pastikan Tak Ada yang Bertentangan dengan UUD 1945

Pemerintah-DPR Didorong Kaji Ulang Isi UU Cipta Kerja, Pastikan Tak Ada yang Bertentangan dengan UUD 1945

Nasional
Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Saksi Komnas HAM Beberkan Proses Penyelidikan

Nasional
11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game 'Free Fire' Tersebar di Sumatera hingga Papua

11 Anak Perempuan Korban Predator Seks Lewat Game "Free Fire" Tersebar di Sumatera hingga Papua

Nasional
Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Ketua Komisi VIII Sebut Arab Saudi Prioritaskan Jemaah Indonesia untuk Berangkat Haji

Nasional
Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Selesai Resmikan Bendungan, Jokowi Ikut Tanam Padi Bareng Petani di Trenggalek

Nasional
Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Tiga Skenario Gelombang Ketiga Kasus Covid-19 di Indonesia

Nasional
Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Korban Predator Seksual di Game Free Fire Dipaksa Video Call Seks dengan Imbalan Diamond

Nasional
KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

KPK: 6.310 Barang Gratifikasi Jadi Milik Negara, Nilainya Rp 171 Miliar

Nasional
Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Jokowi: Stok Beras Baik, Kita Belum Impor Sama Sekali

Nasional
Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan 'Kemenag Hadiah untuk NU' oleh Anggota DPR

Menag Yaqut Dicecar soal Pernyataan "Kemenag Hadiah untuk NU" oleh Anggota DPR

Nasional
Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Saksi Komnas HAM: 4 Laskar FPI Dibunuh di Luar Proses Hukum, Aparat Tidak Berupaya Mencegah

Nasional
Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Predator Seksual Anak Bermodus Game Online Free Fire Ditangkap Polisi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.