Firli Bahuri: OTT Bukan Gimmick Supaya KPK Terlihat Bekerja

Kompas.com - 21/03/2020, 09:42 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua KPK Firli Bahuri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri menyatakan, KPK terus bekerja meskipun belum ada lagi operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sejak awal Januari 2020 lalu.

Firli menegaskan, OTT yang dilakukan KPK bukanlah tujuan atau gimmick agar KPK terlihat bekerja, melainkan hanya salah satu cara KPK dalam menindak praktik korupsi.

"Perlu saya tegaskan, OTT itu bukan tujuan atau gimmick supaya KPK terlihat bekerja. OTT adalah salah satu alat penindakan. Belum ada OTT bukan berarti kami tidak bekerja melakukan pemberantasan korupsi dan mencegah kerugian negara," kata Firli dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: Ketua KPK Sebut Korupsi Saat Bencana seperti Wabah Corona Ancamannya Pidana Mati

Firli mengakui bahwa KPK saat ini tengah memperkuat pencegahan karena dinilai lebih konstruktif, efisien, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Menurut Firli, pemberantasan korupsi harus dilakukan secara terencana, terpadu, simultan antara pencegahan yang diawaki oleh Kedeputiaan Pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian Penindakan. 

"Jadi jangan diasumsikan  kalau pencegahan diperkuat maka penindakan akan melemah. Rekan-rekan yang bertugas di penindakan ( penyelidikan , penyidikan, penuntutan, eksekusi) saat ini tetap bekerja walau harus menghadapi resiko COVID-19," ujar Firli.

Baca juga: MPR Minta KPK Awasi Penggunaan Dana Rp 27 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Firli pun mengaku menerima dan memahami kritik dari sejumlah aktivis antikorupsi yang selama ini menagih adanya operasi tangkap tangan ataupun ditangkapnya para buronan KPK.

"Sejumlah survey yang menilai kepercayaan pada KPK mengalami penurunan tentunya akan kita jadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi kami untuk melakukan perbaikan," kata Firli lagi.

Seperti diketahui, KPK terakhir kali melakukan OTT ketika menangkap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu (8/1/2020) lalu.

Dalam OTT itu pun KPK juga gagal menangkap salah satu targetnya yaitu eks caleg PDI-P Harun Masiku yang hingga kini masih berstatus buron.

Baca juga: KPK Sudah Datangi 13 Titik untuk Cari Harun Masiku dan Nurhadi

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X