Jokowi: Rapid Test Corona Sudah Dimulai Sore Ini di Jakarta Selatan

Kompas.com - 20/03/2020, 15:33 WIB
Presiden Joko Widodo tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPresiden Joko Widodo tiba untuk menyampaikan keterangan pers terkait penangangan COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020). Presiden meminta agar masyarakat Indonesia bekerja, belajar dan beribadah di rumah serta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif agar penyebaran COVID-19 ini bisa dihambat dan diberhentikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pras.

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menyebut, rapid test atau tes cepat virus corona ( Covid-19) sudah mulai dilakukan pada Jumat (20/3/2020) ini.

Tes tersebut dilakukan terhadap sejumlah warga di Jakarta Selatan yang diduga terinfeksi virus corona karena melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

" Rapid test sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada kontak tracing pasien positif dan didatangkan dari rumah ke rumah," kata Presiden Jokowi lewat siaran live streaming di akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Jokowi Perintahkan Gelar Rapid Test Covid-19 Massal

Jakarta Selatan dipilih menjadi lokasi rapid test masal pertama karena banyak warga yang diketahui melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Menurut Kepala Negara, pemerintah memprioritaskan wilayah yang paling rawan.

"Indikasi yang paling rawan di Jakarta Selatan," kata Presiden Jokowi.

Juru bicara pemerintah untuk oenanganan Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan, rapid test adalah mekanisme pemeriksaan spesimen pasien terduga Covid-19 bukan menggunakan metode swab tenggorokan (mengambil cairan di tenggorokan), melainkan dengan sampel darah.

Metode ini disebut memiliki keunggulan. Salah satunya, tidak membutuhkan sarana prasarana pemeriksaan laboratorium pada bio security level II.

Baca juga: Apakah Indonesia Siap Menggelar Rapid Test Masal?

"Artinya tes ini bisa dilaksanakan di hampir seluruh RS di Indonesia," ujar Yuri.

Metode ini juga hasilnya lebih cepat diketahui.

Sampai Kamis (19/3/2020), kasus positif Covid-19 berjumlah 308 kasus. Dari jumlah tersebut, 25 meninggal dunia, dan 15 dinyatakan sembuh.

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak, mencapai 210 orang. Jumlah yang meninggal mencapai 17 orang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Pasien Positif Corona Mencapai 1.790 Orang, Masyarakat Diimbau Hati-hati saat Ibadah

Jumlah Pasien Positif Corona Mencapai 1.790 Orang, Masyarakat Diimbau Hati-hati saat Ibadah

Nasional
Saat Jokowi Putuskan Tak Melarang Mudik di Tengah Wabah Virus Corona

Saat Jokowi Putuskan Tak Melarang Mudik di Tengah Wabah Virus Corona

Nasional
Komnas Perlindungan Anak Akan Bantu Korban yang Diduga Dinikahi Syekh Puji

Komnas Perlindungan Anak Akan Bantu Korban yang Diduga Dinikahi Syekh Puji

Nasional
Komnas PA Sebut Syekh Puji Dapat Diancam Penjara Seumur Hidup karena Tergolong Residivis

Komnas PA Sebut Syekh Puji Dapat Diancam Penjara Seumur Hidup karena Tergolong Residivis

Nasional
Mencermati Tes Covid-19, Uji Spesimen yang Sedikit hingga Tingkat Positif yang Tinggi

Mencermati Tes Covid-19, Uji Spesimen yang Sedikit hingga Tingkat Positif yang Tinggi

Nasional
Pemerintah Ingatkan Perusahaan Tetap Beri THR di Tengah Wabah Covid-19

Pemerintah Ingatkan Perusahaan Tetap Beri THR di Tengah Wabah Covid-19

Nasional
Berdasarkan Data BIN, Juli 2020 Puncak Penyebaran Covid-19

Berdasarkan Data BIN, Juli 2020 Puncak Penyebaran Covid-19

Nasional
Mendagri Keluarkan Surat Edaran soal Pencegahan dan Penanganan Covid-19 bagi TKI, Begini Bunyinya

Mendagri Keluarkan Surat Edaran soal Pencegahan dan Penanganan Covid-19 bagi TKI, Begini Bunyinya

Nasional
IAKMI Nilai Kebijakan Social Distancing untuk Cegah Covid-19 Belum Berjalan dengan Baik

IAKMI Nilai Kebijakan Social Distancing untuk Cegah Covid-19 Belum Berjalan dengan Baik

Nasional
Evi Novida Minta Jokowi Cabut Keppres dan Kembalikan Jabatannya sebagai Komisioner KPU

Evi Novida Minta Jokowi Cabut Keppres dan Kembalikan Jabatannya sebagai Komisioner KPU

Nasional
TNI Mutasi 27 Perwira Tinggi, Salah Satunya Jadi Hakim Agung MA

TNI Mutasi 27 Perwira Tinggi, Salah Satunya Jadi Hakim Agung MA

Nasional
Gugus Tugas: 13 Dokter Meninggal Dunia Selama Wabah Covid-19

Gugus Tugas: 13 Dokter Meninggal Dunia Selama Wabah Covid-19

Nasional
Tetapkan 33 Tersangka Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer, Polisi Hanya Tahan 2 Tersangka

Tetapkan 33 Tersangka Kasus Penimbunan Masker dan Hand Sanitizer, Polisi Hanya Tahan 2 Tersangka

Nasional
Anggota DPR: Persoalan Covid-19 adalah Masalah Hidup dan Mati Bangsa Indonesia

Anggota DPR: Persoalan Covid-19 adalah Masalah Hidup dan Mati Bangsa Indonesia

Nasional
Megawati Minta Kader PDIP Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Wali Kota Hendi Siap Kawal

Megawati Minta Kader PDIP Memutus Rantai Penyebaran Covid-19, Wali Kota Hendi Siap Kawal

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X