Taati MUI dan Anies, Masjid Istana Tiadakan Shalat Jumat

Kompas.com - 20/03/2020, 10:06 WIB
Istana Kepresidenan terus melakukan pengetatan prosedur untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di lingkungan Istana.   Di Istana Kepresidenan Jakarta, mulai Senin (16/3/2020) hari ini mulai diberlakukan penyemprotan disinfektan bagi pengunjung. IstimewaIstana Kepresidenan terus melakukan pengetatan prosedur untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19 di lingkungan Istana. Di Istana Kepresidenan Jakarta, mulai Senin (16/3/2020) hari ini mulai diberlakukan penyemprotan disinfektan bagi pengunjung.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Masjid Baiturrahim di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, meniadakan kegiatan shalat Jumat, pada Jumat (20/3/2020) hari ini.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, ditiadakannya shalat Jumat ini untuk mencegah penyebaran virus corona Covid-19.

"Betul (shalat Jumat ditiadakan)," kata Heru kepada Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Heru menambahkan, ditiadakannya ibadah shalat Jumat ini juga sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia serta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Mentaati himbauan MUI dan himbauan gubernur DKI Jakarta," kata dia.

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Shalat Jumat di Masjid Istiqlal Ditiadakan Selama Dua Pekan

Di kalangan pegawai Istana juga sudah disampaikan pengumuman dari pengurus masjid Baiturrahim soal shalat Jumat yang ditiadakan. Berikut bunyi pengumuman itu:

Pengumuman Sholat Jum'at

Menindaklanjuti Fatwa Majlis Ulama Indonesia dan arahan Bapak Kasetpres, dalam upaya mencegah Penyebaran Virus Covid-19, dengan hormat kami informasikan bahwa pelaksanaan Ibadah Sholat Jumat pada tanggal 20 Maret 2020 di Masjid Baiturrahim Istana Kepresidenan Jakarta DITIADAKAN. Sebagai penggantinya, sesuai Fatwa MUI untuk semua pejabat dan pegawai yg bertugas bekerja di kantor, diharapkan dapat melaksanakan Sholat Dhuhur di Ruangan masing-masing. Demikian informasi ini kami sampaikan.

Pengurus Mesjid Baiturrahim

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta sepakat untuk meniadakan kegiatan-kegiatan peribadatan di tempat-tempat ibadah selama dua pekan.

 Baca juga: Shalat Jumat Ditiadakan 2 Pekan, Dewan Masjid DKI: Alihkan Jadi Shalat Dzuhur

Tujuannya untuk mencegah penularan virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) penyebab covid-19 makin meluas.

"Kami menyepakati bahwa kegiatan-kegiatan peribadatan yang diselenggarakan secara bersama-sama di rumah-rumah ibadah, kami menyepakati untuk ditunda hingga kondisi memungkinkan," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta yang disiarkan akun Facebook Pemprov DKI, Kamis (19/3/2020).

DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak. Dari 308 kasus di tanah air,

jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 210 orang. Jumlah yang meninggal mencapai 17 orang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X