Kompas.com - 19/03/2020, 17:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Polri menegaskan akan sangat selektif dalam memberikan izin keramaian sebagai antisipasi penyebaran wabah virus corona.

"Terkait dengan izin, tentunya Polri sangat-sangat selektif," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes (Pol) Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis.

Sejauh ini, Asep menuturkan, pengajuan izin untuk acara yang melibatkan banyak orang sudah menurun drastis.

Namun, ia tidak merinci lebih jauh terkait jumlahnya.

Baca juga: Pemkot Bekasi Ikut Batasi Izin Keramaian, Bekasi Night Festival hingga Pesta Rakyat dan Budaya Ditunda

Menurut Asep, penurunan pengajuan izin tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat untuk menghindari keramaian. Sebab, kerumunan massa meningkatkan penularan virus corona.

"Sejauh ini pengajuan izin memang sudah mulai berkurang karena tentunya ada sebuah kesadaran dari masyarakat bahwa hal ini memang harus dihindari," ucap dia.

Baru-baru ini, acara Ijtima Ulama Dunia 2020 menjadi ramai diperbincangkan.

Berdasarkan informasi pada 18 Maret 2020 per 13.30 Wita, setidaknya sudah 8.694 peserta yang hadir. Terdiri atas 411 warga negara asing dan 8.283 orang warga Indonesia.

Acara yang semula direncanakan berlangsung pada 19-22 Maret 2020 tersebut telah resmi dibatalkan sebagai antisipasi penyebaran virus corona.

Baca juga: Tangsel Tak Batasi Izin Keramaian Pasca Virus Corona Masuk Indonesia, Ini Alasannya

Warga negara asing yang menjadi peserta akan dikarantina sambil menunggu jadwal kepulangan.

Acara yang juga melibatkan banyak orang dan menjadi perbincangan adalah misa penahbisan Uskup Keuskupan Ruteng di Gereja Katedral Ruteng, Kamis. Terdapat kurang lebih 1.500 umat Katolik yang hadir.

Misa itu tetap terselenggara meskipun sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Doni Monardo meminta Keuskupan Ruteng, Manggarai, NTT, menunda acara penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng untuk mencegah penularan virus corona.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.