Arief Poyuono Sebut Ada Kemungkinan Prabowo Tak Lagi Jadi Ketum Gerindra

Kompas.com - 13/03/2020, 19:24 WIB
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan panggung seusai menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww. ANATRA FOTO/SIGID KURNIAWANKetua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto meninggalkan panggung seusai menyampaikan pengarahan dalam peringatan HUT ke-12 Partai Gerindra di kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta Selatan, Kamis (6/2/2020). Kegiatan yang dihadiri oleh para kader Partai Gerindra tersebut mengangkat tema Setia Bergerak untuk Indonesia Raya.?ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengungkapkan adanya peluang bagi tokoh lain untuk menggantikan Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra periode 2020-2025.

"Ya sangat mungkin nanti ketua umumnya bukan Prabowo," ujar Arief saat ditemui di kawasan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Arief menjelaskan, berdasarkan AD/ART Gerindra, pemegang kekuasaan penuh partai adalah Ketua Dewan Pembina Partai.

Baca juga: Waketum Gerindra: 21 DPD Provinsi Rekomendasi Prabowo Jadi Ketum Lagi

Di mana, selain mengemban posisi Ketua Umum, Prabowo juga menduduki posisi Ketua Dewan Pembina Gerindra.

Dengan aturan tersebut, maka tak menutup kemungkinan Prabowo akan memberikan karpet merah bagi kader Gerindra untuk mengemban posisi Ketua Umum.

Sebab, kata dia, siapapun ketua umum Gerindra, Prabowo tetap menjadi pemegang penuh kekuasaan partai.

Mengingat, Menteri Pertahanan itu diyakini akan kembali mengisi posisi Ketua Dewan Pembina Partai pada Kongres Partai Gerindra yang akan berlangsung pada April 2020.

"Kekuasan partai di Gerindra ada di tangan ketua dewan pembina. Artinya walupun misalnya Pak Sandi atau Pak Dasco jadi ketua umum, kekuasan tertinggi ada tetap di tangan Pak Prabowo," katanya.

Baca juga: Gerindra Siapkan Kongres untuk Pemilihan Ketum, Sekjen Sebut Prabowo Calon Tunggal

Arief meyakini Prabowo legawa memberikan kesempatan bagi kader yang lebih muda untuk menduduki posisi ketua umum.

Alasannya, menurut Arief, Prabowo memiliki prinsip dalam melakukan regenerasi pimpinan partai dengan mewariskan sebuah posisi ke kader-kader muda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X