Pemerintah Sebut Pemda Tak Punya Fasilitas Lakukan Tes Spesimen Virus Corona

Kompas.com - 13/03/2020, 11:12 WIB
Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj. Hafidz Mubarak ASekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona memberikan keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (6/3/2020). Dalam keterangan persnya Achmad Yurianto menyampaikan sebanyak empat orang dinyatakan suspect virus Corona karena telah melakukan kontak langsung dengan warga Depok yang positif sebelumnya dan mengalami gejala-gejala awal seperti Influenza yang kini tengah diobservasi dan menunggu hasil pasti dari pemeriksan laboratorium. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto memastikan pemerintah daerah tak memiliki fasilitas memadai untuk melakukan tes spesimen virus corona.

Ia mengatakan, tes spesimen virus corona hanya bisa dilakukan di tempat yang memiliki standar keamanan pemeriksaan virus.

Hal itu disampaikan Yuri menanggapi permintaan sejumlab pemda untuk dilibatkan melakukan tes spesimen untuk mempercepat pemeriksaan.

Baca juga: Tak Buka Sebaran Virus Corona per Daerah, Pemerintah Sebut Tak Perlu

"Tidak ada 1 pun rumah sakit (daerah) yang memiliki BSL (bio security level) tipe 2. BSL tipe 2 adalah lab riset. Maka tidak mungkin dilaksanakan rumah sakit. Yang sekarang kita bicarakan bagaimana dengan lab riset yang dimiliki perguruan tinggi," kata Yuri di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

"Beberapa proses sedang jalan. Tenaga dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit bantu di Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan," ujar Yuri lagi.

Ia menyatakan, saat ini laboratorium dengan standar BSL 2 hanya dimiliki Kementerian Kesehatan, Lembaga Penelitian Eijkman di bawah naungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, dan laboratorium Universitas Airlangga.

Baca juga: Cegah Corona, Mendagri Imbau Kepala Daerah Susun Strategi Khusus

Karenanya, saat ini pemeriksaan spesimen berada di Kementerian Kesehatan dan hasilnya tetap akan disampaikan ke dinas kesehatan pemda sebagai bekal data untuk menelusuri orang yang positif Covid-19 dan kontak dekatnya.

"Karena saat dia manipulasi virus harus berada pada kontak adaptasi yang tidak boleh keluar, tidak boleh menular pada yang mengerjakan ini, jadi di dalam kaca pakai sarung tangan dan sebagainya, jadi harus safety, bio safety," lanjut dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X