3 Pasien Sembuh dari Covid-19, Harapan Indonesia di Tengah Pandemi Global

Kompas.com - 13/03/2020, 05:58 WIB
Tim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) memberikan sosialisasi enam langkah tata cara cuci tangan yang benar menggunakan cairan antiseptic di ruang tunggu pasien rawat jalan, RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Edukasi cuci tangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis demi mencegah penularan penyakit melalui tangan, khususnya berkaitan dengan pencegahan dini terhadap virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKOTim PKRS (Promosi Kesehatan Rumah Sakit) memberikan sosialisasi enam langkah tata cara cuci tangan yang benar menggunakan cairan antiseptic di ruang tunggu pasien rawat jalan, RSUD dr Iskak, Tulungagung, Jawa Timur, Rabu (4/3/2020). Edukasi cuci tangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup bersih dan higienis demi mencegah penularan penyakit melalui tangan, khususnya berkaitan dengan pencegahan dini terhadap virus Corona (COVID-19).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga pasien Covid-19 di Indonesia dinyatakan sembuh di tengah penetapan virus corona sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO).

Ketiga pasien itu, pasien 06, 14, dan 19, sebelumnya dirawat di RSUP Persahabatan. Pasien 06 dan 14 merupakan kelompok pasien pertama yang sembuh. Disusul pasien 19.

"Ada tiga pasien yang secara teknis sudah membaik, tidak ada keluhan sama sekali. Secara laboratorium, dua kali kita melakukan pemeriksaan, hasilnya negatif. Maka, diputuskan bahwa ketiga pasien ini dinyatakan sembuh dan tidak membutuhkan lagi perawatan," kata Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto di RSUP Persahabatan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Ini yang Harus Dilakukan 3 Pasien Covid-19 Setelah Dinyatakan Sembuh

Adapun ketiga pasien ini, yakni kasus 06 berjenis kelamin laki-laki usia 39 tahun, kasus 14 berjenis kelamin laki-laki usia 50 tahun, dan kasus 19 berjenis kelamin laki-laki usia 49 tahun.

Yuri pun optimistis beberapa pasien lainnya juga akan segera sembuh seperti pasien 06, 14, dan 19.

Setelah diperbolehkan pulang, menurut Yuri, para pasien itu kemudian diedukasi. Salah satu hal yang perlu dipastikan adalah agar mereka memantau kondisi diri sendiri.

"Saat pulang yang bersangkutan masih harus menjalani self monitoring. Dia harus memantau dirinya sendiri," kata Yuri.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Sembuh Dianjurkan Istirahat di Rumah Selama 14 Hari

Selain itu, yang perlu dilakukan tiga orang yang kini dibolehkan pulang adalah mereka harus menggunakan masker saat berada di rumah.

"Hindari kontak dekat dengan keluarga tanpa menggunakan masker," ujar Yuri,

"Tidak berbagi alat minum dan makan dengan yang lain, beristirahat di rumah, dan mencukupi asupan gizi dengan baik," ujar Yuri.

Selain itu, tiga orang ini akan mendapatkan rujuk balik dari puskesmas terdekat. Nantinya, surat rujuk balik itu akan meminta puskesmas untuk melakukan pemantauan terhadap mereka.

"Dimohon agar puskesmas lakukan monitoring," ujar Yuri.

Baca juga: Menkes Terawan Bahagia Tiga Pasien Sembuh Covid-19

Hingga Kamis sore, pemerintah menyatakan ada 34 kasus virus corona atau Covid-19 di Indonesia.

Namun, ada satu pasien Covid-19 yang meninggal dunia, yaitu kasus 25. Dia meninggal dunia pada Selasa (10/3/2020) dini hari, sekitar pukul 02.00.

Sebelumnya, Yuri menjelaskan bahwa pasien kasus 25 itu sudah masuk rumah sakit dalam kondisi sakit berat.

Dengan demikian, saat ini masih ada 30 pasien Covid-19 yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Pandemi global

WHO resmi mengumumkan wabah Covid-19 sebagai pandemi global. Hal ini diumumkan Rabu (11/3/2020) malam.

Dalam waktu kurang dari tiga bulan, Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 126.000 orang di 123 negara, dari Asia, Eropa, AS, hingga Afrika Selatan.

Baca juga: Bertambah, Ada 3 Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh di RSUP Persahabatan dan Boleh Pulang

"Dalam dua minggu terakhir jumlah kasus di luar China telah meningkat tiga belas kali lipat dan jumlah negara yang terkena dampak meningkat tiga kali lipat," kata Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesusus dalam konferensi pers di kantor pusat WHO di Jenewa.

"Dalam beberapa hari hingga minggu ke depan, kami melihat kemungkinan jumlah kasus, jumlah kematian, dan jumlah negara terdampak akan melonjak lebih tinggi," imbuhnya dilansir CNBC, Kamis (12/3/2020).

Tedros mengatakan, beberapa negara telah mampu menekan dan mengendalikan wabah.

Baca juga: Saran Perempuan AS yang Sembuh dari Virus Corona: Jangan Panik!

Namun, dia juga marah pada beberapa pemimpin negara yang gagal bertindak cepat untuk menahan penyebaran.

"Kami sangat prihatin dengan tingkat penyebaran dan keparahan yang mengkhawatirkan, dan juga pencegahan yang lamban. Padahal kami telah 'membunyikan alarm' yang keras dan jelas," ujar Tedros sebelum menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Di akhir Februari lalu, Korea Selatan masih menjadi negara di luar China dengan kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Kini, angka penularan kasus di China dan Korea Selatan telah menurun secara signifikan.

Baca juga: Update Virus Corona di Dunia: Jadi Pandemi Global, 125.851 Terinfeksi, 67.003 Sembuh

Namun, beberapa negara justru melonjak tajam, salah satunya Italia yang kini menjadi negara di luar China dengan kasus Covid-19 terbanyak.

Jumlah kasus dan kematian berubah setiap jam, melampaui sedikitnya 126.141 dengan 4.627 kematian di seluruh dunia pada Kamis pagi, menurut data yang dikumpulkan World Meter untuk virus corona.

Italia memiliki kasus terbanyak di luar China dengan sekitar 12.462 infeksi, diikuti Iran dengan 9.000 infeksi, dan Korea Selatan 7.775 infeksi.

Respons Istana

Merespons hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan, pemerintah RI akan mengeluarkan kebijakan dengan merujuk pada keputusan Badan Kesehatan Dunia ( WHO) yang menetapkan virus corona (Covid-19) sebagai pandemi global.

"Intinya itu sebuah ketentuan WHO yang menjadikan rujukan utama, dari Kemenkes pasti mengantisipasi tentang hal itu," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Update 16 WNI Terinfeksi Corona di Luar Negeri, 9 Dinyatakan Sembuh

Tidak hanya Kemenkes, Kantor Staf Presiden juga sudah melakukan sejumlah langkah.

Menurut Moeldoko, KSP sedang mengundang semua potensi di perguruan tinggi, masyarakat, komunitas kesehatan, kumpulan dokter-dokter, untuk bersama menyelesaikan persoalan ini.

"Jadi kita tidak bertumpu kepada Dinkes, Kemenkes, tapi juga bagaimana teman-teman yang tersebar di perguruan tinggi terutama yang ilmu kesehatan," ujar Moeldoko.

"Besok akan kami undang agar persoalan ini menjadi masif kita bergerak," lanjut dia.

Moeldoko juga menegaskan bahwa Indonesia telah mempunyai protokol dalam mengantisipasi virus corona ini.

Baca juga: 8 WNI di Jepang yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Protokol yang disusun itu terbagi menjadi protokol kesehatan, protokol di area pendidikan, protokol area dan transportasi publik, hingga protokol komunikasi para pejabat.

Ia berharap masyarakat dan semua pihak terkait mengikuti protokol tersebut.

"Yang paling penting, bukan hanya aturannya. Aturan sudah ada, tapi yang jauh lebih penting itu menjadi kesadaran bersama di masyarakat," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X