Ada Virus Corona, Kini Jokowi Minum Jamu Tiga Kali Sehari

Kompas.com - 12/03/2020, 11:03 WIB
Presiden Joko Widodo menerima kedatangan  CEO Softbank Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/2/2020).. Kedua tokoh tersebut belum lama ini didapuk sebagai anggota dewan pengarah ibu kota baru RI di Penajam Passer Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. KOMPAS.com/IhsanuddinPresiden Joko Widodo menerima kedatangan CEO Softbank Masayoshi Son dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/2/2020).. Kedua tokoh tersebut belum lama ini didapuk sebagai anggota dewan pengarah ibu kota baru RI di Penajam Passer Utara-Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo turut berupaya menjaga kekebalan tubuh untuk menghindari virus corona Covid-19. Jokowi masih mengandalkan jamu untuk menjaga kebugaran tubuh.

Hanya saja kini porsinya ditambah. Ia mengaku bisa minum jamu sampai tiga kali sehari setelah virus Corona masuk di Indonesia.

"Sekarang karena ada corona saya minumnya pagi, siang, malam," kata Jokowi saat membuka 2nd Asian Agriculture & Food Forum di Istana Kepresidenan, Jakarta Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Jelang UN 2020, Ini 8 Protokol Kemendikbud Antisipasi Virus Corona

Sebelumnya, Jokowi juga sudah rutin minum jamu. Bahkan kegiatan saat meminum jamu sempat diunggah di akun YouTube-nya. Namun Kepala Negara sebelumnya hanya meminum jamu satu kali sehari.

"Biasanya saya minum hanya pagi," kata dia.

Tak hanya untuk diri sendiri, Jokowi pun kini menghidangkan jamu kepada tamunya yang datang ke Istana. Padahal sebelum ada corona, biasanya tamu disuguhkan secangkir teh.

"Sekarang tamu-tamu saya kalau pagi, siang, dan malam saya beri minuman itu, bukan teh, tapi temulawak, jahe, sereh, kunyit, campur jadi satu," kata dia.

Baca juga: Akibat Virus Corona, UKM Produsen Jamu Diutungkan

Jokowi pun menduga konsumsi jamu yang meningkat di masyarakat ini yang menyebabkan bahan-bahan jamu seperti jahe merah, kunyit, temulawak naik di pasaran.

"Sekarang ini harganya naik sampai 4 kali lipat, 5 kali lipat. Jahe merah, temulawak, kunyit, naik sampai 3, 4, 5 kali lipat. Biasanya kalau mencari mudah," katanya.

Hingga Rabu (12/3/2020) sore kemarin, sudah ada 34 kasus positif Corona yang diumumkan pemerintah. Empat orang sudah dinyatakan sembuh, sementara satu orang meninggal dunia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X