Kerap Jadi Target Abu Sayyaf, Nelayan WNI di Sabah Akan Ditarik ke Laut Indonesia

Kompas.com - 12/03/2020, 08:35 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (10/3/2020) KOMPAS.com/SANIA MASHABIMenko Polhukam Mahfud MD di Hotel Sari Pan Pasific, Jakarta, Selasa (10/3/2020)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan, pemerintah berencana menarik warga negara Indonesia ( WNI) yang menjadi nelayan di Sabah, Malaysia ke laut Indonesia karena kerap jadi target penculikan oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Kita sedang memikirkan penempatan orang-orang Sabah, orang Indonesia yang sering menjadi korban penculikan, ditarik ke kelautan Indonesia saja," ujar Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Dia mengatakan, sejauh ini banyak nelayan Indonesia yang melaut di Sabah sudah mulai kembali mencari ikan di perairan di Indonesia.

Baca juga: Abu Sayyaf Minta Tebusan Sandera WNI, Mahfud: Biasa, Hanya Berubah Angkanya

Pihaknya menuturkan, rencananya mereka yang akan ditarik akan di tempatkan di sejumlah laut di Indonesia, salah satunya Laut Natuna Utara atau Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia.

"Nanti bukan hanya di Natuna, nanti di daerah-daerah lainnya," katanya.

Seiring dengan rencana tersebut, pihaknya juga berharap penarikan mereka juga dibarengi dengan adanya peraturan rumit.

"Yang penting peraturan kita dipermudah, laut Indonesia diisi dengan kapal-kapal itu," terang Mahfud.

Baca juga: Abu Sayyaf Minta Tebusan Bebaskan 5 WNI, Mahfud Segera Lakukan Pembahasan

Sebelumnya, lima nelayan asal Indonesia diculik kelompok Abu Sayyaf ketika melaut di Perairan Sabah, Malaysia, Kamis (16/1/2020).

Adapun kelima orang WNI yang masih disandera yakni Arsyad bin Dahlan (42) selaku juragan, Arizal Kastamiran (29), La Baa (32), Riswanto bin Hayono (27), dan Edi bin Lawalopo (53).

Diketahui, berdasarkan informasi dari keluarga, seorang WNI yang masih berusia 11 tahun, Mohamad Khairuddin, juga ikut menjadi korban penculikan.

Saat kejadian, ia sedang ikut mencari ikan bersama pamannya Arsyad bin Dahlan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X