Fakta Pertemuan Jokowi dan Raja Belanda: Hadirnya Sedah Mirah hingga Kesepakatan Bisnis

Kompas.com - 11/03/2020, 08:25 WIB
Raja Belanda Willem-Alexander (kiri) disambut Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia. AFP/POOL/ADI WEDARaja Belanda Willem-Alexander (kiri) disambut Presiden Joko Widodo saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2020). Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda tersebut untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.
Penulis Ihsanuddin
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertemuan Presiden Joko Widodo dan Raja Belanda Willem Alexander pada Selasa (14/3/2020) kemarin diwarnai sejumlah fakta menarik.

Cucu kedua Presiden Jokowi, Sedah Mirah Nasution, turut muncul dan meramaikan suasana.

Selain itu, ada juga keris Pangeran Diponegoro yang dikembalikan Belanda ke Indonesia. Berikut rangkumannya:

1. Sedah Mirah

Cucu kedua Presiden Jokowi, Sedah Mirah Nasution, juga turut menyambut Raja dan Ratu Belanda.

Sedah tidak ikut menyambut Raja dan Ratu Belanda ketika keduanya turun dari mobil di sisi timur Istana Kepresidenan Bogor.

Baca juga: Mengingat Pembantaian Westerling yang Dilakukan Belanda 73 Tahun Lalu

Putri dari Kahiyang Ayu dan Bobby Afif Nasution itu hadir ketika sesi foto bersama yang digelar di ruang utama Istana

Awalnya, sesi foto bersama hanya diikuti Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana beserta Raja dan Ratu Belanda.

Setelah itu, Raja dan Ratu Belanda dipersilakan untuk mengisi buku tamu.

Sejurus kemudian, seorang pria yang mengenakan kemeja batik menggendong Sedah Mirah serta mendekati Raja dan Ratu Belanda.

Keduanya tersenyum gembira dan menyapa Sedah.

Baca juga: Permintaan Maaf dan Pengakuan Raja Belanda atas Kemerdekaan Indonesia di Hadapan Jokowi...

Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana memperkenalkan kepada Raja dan Ratu Belanda bahwa sang bayi merupakan cucunya.

Akhirnya, sesi foto bersama dilakukan lagi. Kali ini, tak hanya berempat, melainkan juga turut masuk ke dalam frame.

Uniknya, Sedah tidak digendong kakek dan neneknya. Ia dibiarkan berpose formal berdiri di depan Iriana sambil menghadap ke kamera.

Sedah yang baru berumur 1,5 tahun itu tampak menggemaskan dengan mengenakan kebaya putih dipadu kain batik.

Baca juga: Raja Belanda Minta Maaf di Hadapan Jokowi, Ahli: Kemajuan

Kehadiran Sedah di acara kepresidenan atau tampil di depan publik seperti ini terhitung tidak terlalu sering. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana jauh lebih sering mengajak cucu pertamanya, Jan Ethes Srinarendra.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden Bey Triadi Machmudin menyebut, kebetulan memang Sedah sedang ada di Bogor, sementara Jan Ethes tengah berada di Solo.

Oleh karena itu lah Sedah Mirah yang diajak menyambut Raja dan Ratu Belanda. Menurut Bey, hal itu merupakan permintaan langsung dari Jokowi.

Baca juga: Raja Belanda Merasa Empat Hari di Indonesia Terlalu Singkat

Bey pun sekaligus memastikan, kehadiran Sedah di acara kenegaraan itu sama sekali tidak mengganggu inti acara, namun justru memberi warna tersendiri.

"Kehadiran Sedah juga kan tidak pada acara substansi. Tapi di acara foto bersama dan itu juga tidak berlangsung lama, hanya sebentar. Jadi, tidak mengganggu jalannya acara inti," ujar Bey.

2. Keris Pangeran Diponegoro

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Saat Pemerintah Ajak Penyintas Covid-19 Sumbangkan Plasma Konvalesen...

Nasional
Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Epidemiolog Sayangkan Tak Ada Pengumuman ke Publik Saat Airlangga Idap Covid-19

Nasional
Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Kemensos Beri Trauma Healing Korban Gempa Sulawesi Barat

Nasional
Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Hakim Sebut Andi Irfan Jaya Pembuat Action Plan untuk Bebaskan Djoko Tjandra

Nasional
Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Perantara Suap Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki Divonis 6 Tahun Penjara

Nasional
BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

BNPB Distribusikan Bantukan ke 4 Desa Terisolasi akibat Gempa Sulbar

Nasional
Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Menaker Sebut 3 RPP Ketenagakerjaan UU Cipta Kerja dalam Penyempurnaan

Nasional
Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Kontroversi Swab Test Rizieq Shihab, Bima Arya Bakal Sanksi RS Ummi

Nasional
Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Soal Mobil Jokowi di Kalsel, Istana: Itu Hanya Genangan Air, Tak Halangi Presiden

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Pejabat Publik Diminta Terbuka jika Terpapar

Nasional
Kasus Kontroversi 'Swab Test', Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Kasus Kontroversi "Swab Test", Bima Arya Ditanya Kronologi Rizieq Shihab Dirawat di RS Ummi

Nasional
Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Ketua PMI Jusuf Kalla Ajak Penyintas Covid-19 Donor Plasma Konvalesen

Nasional
Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Diperiksa KPK, Gubernur Bengkulu Bantah Terlibat Kasus Suap Edhy Prabowo

Nasional
Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Vaksinasi Covid-19 Mandiri Dinilai Berpotensi Gagalkan Target Herd Immunity

Nasional
Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Airlangga Hartarto Penyintas Covid-19, Epidemiolog Ingatkan soal Keterbukaan Pemerintah

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X