Kompas.com - 10/03/2020, 14:09 WIB
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kantor DPP Partai Nasdem di Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020). KOMPAS.com/HaryantipuspasariKetua Umum Partai Nasdem Surya Paloh menerima kedatangan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di kantor DPP Partai Nasdem di Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berkunjung ke kantor DPP Partai Nasdem di Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2020).

Dalam pertemuan itu, Zulkifli didampingi oleh Ketua Majelis Penasihat (MPP) PAN Hatta Rajasa, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno, Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi dan Ketua DPP PAN Yandri Susanto.

Surya Paloh selaku tuan rumah menyambut Zulkifli Hasan bersama rombongan di ruangannya ditemani Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

"Hari ini DPP partai nasdem menerima kunjungan dari para sahabat dari DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan dalam rangka silahturahim," kata Paloh.

Baca juga: Temui Jokowi di Istana, Ini yang Disampaikan Ketum PAN Zulkifli Hasan

Setelah memperkenalkan jajaran PAN yang hadir, Paloh mempersilakan Zulkifli menyampaikan tujuan kedatangannya ke kantor DPP Partai Nasdem.

"Pertama silaturahim sekaligus mengundang untuk pelanitian pengurus baru pada tanggal 25 Maret di Jakarta," tutur Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli mengatakan, PAN akan turut mengundang Presiden Joko Widodo pada pelantikan pengurus baru DPP PAN.

"Insya Allah Presiden Jokowi akan hadir," ujarnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Bertemu Ketum PAN Zulkifli Hasan di Istana

Zulkifli juga sempat mengungkapkan isi pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat (6/3/2020) lalu.

Zulkifli mengatakan, ketika itu ia mengundang Presiden Joko Widodo untuk menghadiri pelantikan kepengurusan DPP baru PAN.

"Alhamdulillah beliau (Presiden Jokowi) bersedia, mudah-mudahan tanggal 25 Maret, jadi kira-kira 10 harian lagi. Jadi itu isinya kira-kira," kata Zulkifli.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramadhan Masih di Tengah Pandemi, Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

Ramadhan Masih di Tengah Pandemi, Zulkifli Hasan Minta Pemerintah Kendalikan Harga Pangan

Nasional
Perludem: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Inkonstitusional

Perludem: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Inkonstitusional

Nasional
Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Dinilai Bertentangan dengan Semangat Reformasi

Wacana Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Dinilai Bertentangan dengan Semangat Reformasi

Nasional
Aplikasi Perpanjang SIM dari Rumah Diapresiasi, Kompolnas: Menekan Potensi Pungli

Aplikasi Perpanjang SIM dari Rumah Diapresiasi, Kompolnas: Menekan Potensi Pungli

Nasional
UPDATE: Sebaran 5.656 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat 1.568

UPDATE: Sebaran 5.656 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi Jawa Barat 1.568

Nasional
Pimpinan Komisi IX Sebut Tak Ada Kesepakatan Kolektif Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Pimpinan Komisi IX Sebut Tak Ada Kesepakatan Kolektif Ikuti Uji Klinis Vaksin Nusantara

Nasional
UPDATE 14 April: 74.158 Spesimen Covid-19 Diperiksa Dalam Sehari

UPDATE 14 April: 74.158 Spesimen Covid-19 Diperiksa Dalam Sehari

Nasional
UPDATE 14 April: Suspek Covid-19 Ada 58.580 Orang

UPDATE 14 April: Suspek Covid-19 Ada 58.580 Orang

Nasional
UPDATE 14 April: Ada 108.384 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

UPDATE 14 April: Ada 108.384 Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia

Nasional
Soal Vaksin Nusantara, Satgas Covid-19: Harus Ikuti Kaidah Ilmiah dan Standar WHO

Soal Vaksin Nusantara, Satgas Covid-19: Harus Ikuti Kaidah Ilmiah dan Standar WHO

Nasional
Ditawari Terawan, Gatot Nurmantyo Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Ditawari Terawan, Gatot Nurmantyo Jadi Relawan Vaksin Nusantara

Nasional
Mengaku Sempat Diminta Gabung Kabinet Jokowi, Presiden KSPSI: Lebih Nyaman di Luar

Mengaku Sempat Diminta Gabung Kabinet Jokowi, Presiden KSPSI: Lebih Nyaman di Luar

Nasional
Satgas Covid-19 Tegaskan Kewenangan Penghentian Uji Vaksin Nusantara di Tangan BPOM

Satgas Covid-19 Tegaskan Kewenangan Penghentian Uji Vaksin Nusantara di Tangan BPOM

Nasional
IDI Pertanyakan Jaminan Prosedur Pengujian Vaksin Nusantara

IDI Pertanyakan Jaminan Prosedur Pengujian Vaksin Nusantara

Nasional
Kata Ketua Fraksi PAN Usai Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara: Banyak Peminat, tapi Dibatasi

Kata Ketua Fraksi PAN Usai Ikut Uji Klinis Vaksin Nusantara: Banyak Peminat, tapi Dibatasi

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X